Friday, 19 August 2016

"LoVe In Bali" by Rayhand A. [Short Story]



LoVe In Bali
By. Rayhand Achmad 

“perbaiki nama dan citra mu !!!,aku tak mau tau!!”

Tegas Ikhsan ,meneger ku sambil membanting majalah yang berisikan berita ku tentang perskandalan itu,jujur…semuanya ini tak benar,itu hanyalah gosip belaka,ada yang berniat menghancurkan dan mencemarkan nama baik ku.

Nama ku Gamail Prasetya,Lahir di jakarta 21 tahun yang lalu.Aku adalah seorang intertain,aku memulai karierku sejak 2 tahun silam,saat itu nama ku belum banyak di kenal di kalangan masyarakat ini…dan sekarang karierku melesat tinggi,aku bukan lagi seorang aktor yang setiap hari muncul di layar televisi atau di film film bioskop,namun aku sekarang adalah seorang penyanyi,sejak aku mengeluarkan single pertama ku yang berjudul “Pelangi di matamu” milik salah satu band indonesia yupp JAMBRUD,aku mengaransement ulang lagu itu,karna menurut ku ..lagu iu penuh dengan kata kata yang bisa meluluhkan siapa saja.


“Besok kita adakan confersi fers!,jelaskan semuanya pada publik!kalo itu hanya gosip!”ujar Ikhsan,lalu pergi dari ruangan ini,aku masih belum bsa mencerna dengan semuanya ,apa tujuan orang itu mengaku telah mendapat pelecehan sexual dariku,jelas jelas aku tak begitu suka pada perempuan ,yapp aku adalah salah satu dari sekian banyak nya cowok gay di dunia ini,aku lebih tertarik sama cowok di banding cewek cantik sekalipun.

Hari ini,tepat berlangsung nya acara confersi fers di adakan,sejumlah wartawan dari berbagai infotaiment dan media pun berbondong bondong untuk hadir dan menyaksikan berita yang menurut nya sangat menguntungkan.

15 menit kemudian,acarapun di mulai,banyak sekali wartawan wartawan itu menanyakan berbagai macam yang menurutku tak wajar banget,tapi untungnya aku bisa menjawab nya dan bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,meski banyak yang tak percaya,dan ada salah satu media cetak yang memuat berita kalau aku berkata begitu demi menjaga image ku,alhasil ini sangat mengganggu dengan pekerjaan ku,beberapa kontrak yang telah aku tanda tangani di batalkan,belum lagi menegerku sering memarahiku,aku jadi merasa jadi tak berguna lagi banyak orang yang tak percaya pada ku,untung nya aku masih punya keluarga sahabat juga fans ku yang ku beri nama gamail lovers terus menyemangati ku baik di twitter,facebook mau pun di dunia nyata.

1 BULAN KEMUDIAN

Aku sedang menatap indahnya lautan,air nya sangat biru dan deburan ombak nya sangat khas sekali yang mampu membuat hati ku tenang.Setelah sebulan aku di liputi masalah yang cukup rumit,tapi kini semua telah meredam,karna semuanya sudah aman di tangan polisi dan akhirnya aku yang memenangkan atas kasus ini.

Aku duduk di atas pasir ,di bawah di bawah pohon kelapa,sambil memandang indahnya lautan Indonesia di sore hari,tiba tiba ada yang menyentuh pundak ku,sontak aku pun kaget dan langsung melihat siapa yang menyentuh pundak ku, “kadang kala hidup itu sangat rumit dan tak sedikit juga manusia yang sedang di balut masasah atau kesedihan beranggapan bahwa Tuhan tak pernah adil pada nya” ujarnya sambil duduk di sampingku,,dan pandangan nya mulai menyambut ombak dan lautan,

“padahal ,Tuhan memberikannya cobaan karna Beliau sayang sama kita beliau berikan kita cobaan agar kita kuat tegar sabar dan bisa jadi orang yang lebih baik lagi” sambung nya lagi sambil memandang terus kedepan,aku pun melirik wajahnya ,dia begitu manis,lembut,dewasa dengan balutan kaos putih tipis bertulis kan DAMN I LOVE INDONESIA dengan celana selutut berwarna cream,kulit nya bersih dan rambut yang berdiri tegak ke atas seolah menantang dunia,sungguh terlihat istimewa buat ku,dia pun memalingkan wajah nya,aku yang ketauan sedang memperhatikannya hanya bisa tersenyum malu,dia membalas dengan senyum simpulnya, “Indah banget kata katanya,aku Gamail” ujarku mulai memperkenalkan diri,dia pun membalasa jabatan tangan ku”aku Fabyan panggil bian aja”jawab nya sambil tersenyum manis sekali “hai Bian,senang berkenalan dengan mu “kata ku lembut “ Sama sama,Heii!!Kamu Gamail Penyanyi itu kan?yang sedang naik dan itu?” tanya nya Antusias saat dia menyadari diriku,”hahha ..aku suka suara mu yang indah itu bagai langit jingga di sore hari” Tambah nya yang membuat ku tersipu malu “hahhaha kamu bisa aja,” sontak kita berdua pun tertawa riang,”oh ya,yang sabar ya dengan adanya gosip itu,aku udah yakin dari pertama … kalau kamu tak mungkin melakukan hal yang sangat menjijikan seperti itu” ujar nya saat kita berhenti tertawa,aku hanya tersenyum kecut ,”hemm ternyata gosip itu nyebar sampai sini juga ya “balas ku agak sedikit sinis “iyalah kamu itu publik figure,apa lagi nama mu lagi di atas atasnya seperti itu,jangan kan gosip seperti ini,gosip kamu ke cakar oleh fans mu pun seindonesia bakal tau,bahkan ke luar negri pun bsa” jawab nya pan jang lebar “hahhaa Lebay!!” kami pun tertawa lepas kembali.

Semenjak itu,Fabian lah yang selalu menemaniku di sini,di Bali tepatnya di pantai kuta Bali ini.Dia selalu buat aku tertawa,bercanda dan belajar akan keikhlasan juga kesabaran.Aku dan dia sering jalan bareng,makan bareng dan curhat bareng pokonya semuanya barengan.

Aku jadi semakin mengenalnya,sikap nya sifatnya dan sedikit tau tentang keseharian nya

“Makasih ya Bian,kamu sudah berada di sisiku,menghiburku,mengajarkan ku banyak hal”ucapku tersenyum menatap ke arah pantai,kami sedang berada di pantai tepatnya pantai yang selalu kami kunjungi. Bian pun hanya melirik ku sekilas dan kembali menatap lautan “aku bahagia kalau aku mampu buat seseorang tersenyum bahagia”jawabnya kembali memalingkan wajahnya pada ku,aku pun mengalihkan pandangan ku tepat pada bian,mata kami pun bertemu dalam satu tatapan,hingga akhirnya kami tersadar,seketika kami berdua pun merasa salah tingkah,apa lagi aku,jantung ini serasa berdenar debar.

“besok lusa aku akan balik ke bandung!” ujar Fabian,sontak aku pun merasa kaget dan membuatku menatapnya yang kini menatap ombak yang seakan ingin menelan bibir pantai,” ma..makk..maksu..d ka..mu?” tanya ku sedikit gugup, ” iya besok lusa aku kembali ke bandung,karna liburan ku sudah selesai di sini,” jawab fabian dengan senyum ringan , “Owh…” hanya itu yang bisa aku ucapkan karna, tiba tiba aku merasakan sesak,sesak yang tak tau apa penyebabnya,apa kah mungkin karna fabian akan meninggalkan ku?,apa mungkin aku jatuh cinta pada nya? Fikiran ku terus berkecamuk,entah lah …ini cinta atau apa aku tak tau,yang aku rasakan saat ini adalah aku merasa sakit mendengar fabian akan meninggalkan ku,dan aku tak mau jauh jauh dari nya.

“Nanti malam aku mau nunjukin sesuatu ke kamu,bisa kan?” tanya nya ulang,yang membuyarkan lamunan ku, “iya” satu kalimat saja yang bisa aku ucapkan,karna seketika mulut dan lidah ku enggan untuk bergerak,seperti terkunci ribuan gembok,”Okk!! Nanti malam aku tunggu di sini jam 19:00 wib di sini,aku pergi dulu,ada urusan mendadak” ujarnya lagi dan mulai berdiri dan tersenyum pada ku,lalu pergi meninggalkan ku,sedang kan aku?masih duduk di sini menanti akan ada nya jawaban dari semua yang aku fikirkan.

19:00 wib

Aku sedang berada tepat di depan cermin,melihat diriku yang mengenakan kemeja warna putih lengan panjang,dengan bagian dada kancing terbuka di padu dengan celana selutut berwarna putih pula,entah lah,aku merasa aku ingin malam ini menjadi malam terindah buat aku dan fabian,ku putar tubuhku masih di depan cermin,aku pun tersenyum seraya merasa puas akan apa yang aku kenakan,setelah semuanya selesai,aku pun bergegas menuju ke tempat di mana kita janjian tadi siang

Aku terbelalak dengan apa yang aku lihat,mulut ku,ku tutupi dengan kedua tangan ku,aku merasa terharu dengan apa yang fabian lakukan untuk ku,sebuah lilin lilin kecil berbaris membentuk love dan meja diner yang romantis di dalam bentuk love itu,aku tak bisa berkata kata aku hanya bisa terpaku dan tercengang malam ini,tiba tiba seseorang menepuk pundak ku dari belakang, dan ternyata fabian ada di belakangku dengan balutan kaos polos putih,kemeja putih lengan pendek dengan kancing semua terbuka dan celana panjang berwarna putih juga,SEMPURNA!!!,dia begitu tampan dengan balutan serba putih,di tambah sebuah gitar yang dia pegang,dia pun kemudian menarik tangan ku membawa nya ke tengah tengah lilin yang berbentuk love itu. “Gamail,makasih ya udah datang di undangan ku” ucap nya meraih tangan ku saat kita sudah duduk di kursi yang di sediakan di sini,aku hanya menjawab dengan senyum haru ku,kemudian dia pun mengambil sesuatu dari sebuah keranjang di dekat kursi nya,ternyata sebuah minuman,kemudian dia pun membuka tutup minuman itu dan menuangkannya ke gelas kita masing masing,lalu dia pun mengambil gelas yang ada di hadapannya,kemudian mengarah kan nya pada ku,aku yang mengerti akan apa yang dia lakukan,aku pun melaku kan apa yang dia lakukan,gelas kami pun bersentuhan sampai keluar bunyi “tring!!” lalu kami meminumnya,dia sunggingkan senyum manis nya di sela sela minum nya, “Ini buat mu” tiba tiba dia pun menyerahkan sebuah cake pada ku dan menyuruh ku untuk mencicipi nya, ku potong sedikit cake itu dengan sendok yang ada di cake tersebut,lalu memakanya,namun aku bingung,ada sesuatu yang sangat buat ku tak nyaman,benda keras seperti?....ku keluarkan benda keras itu dari mulutku,dan betapa kagetnya aku,saat aku melihat apa yang ada di cake itu,sebuah cincin berwarna putih dengan tulisan I LOVE U berwarna keemasan berkilauan,aku kembali menutup mulutku menahan keharuan yang sangat melanda ,”mak..sud ka..kamu ap..pa b.i.a.n?” tanya ku gugup, bian pun tersenyum padaku “itu adalah sebuah cincin,cincin yang akan mengikat aku dan kamu menjadi kita,apa kau bersedia menjadi pendamping ku Gamail prasetya? Jawab fabian dengan senyum lebar nya,aku bangun dari tempat duduk ku dan aku langsung menghampirinya kemudian memeluknya erat,rasanya semua keharuan yang ku rasa saat ini ,tumpah semua nya,aku menangis bahagia tersedu sedu di pelukan nya “aku mau!aku sangat mencintai mu1” jawab ku sambil terus memeluk fabian,fabian tertawa bahagia dan mengeratkan pelukannya,malam ini malam aku dan fabian menjadi KITA.

Hari ini,hari yang sangat tidak aku ingin kan,pasalnya hari ini Fabian balik ke Bandung,karna acara liburannya telah usai,sebenar nya aku pun minggu depan kembali ke Jakarta,karna setelah semuanya meereda,tentang gosip itu,kini semuanya kembali seperti dulu kala.

“Jaga diri baik baik ya..kabari aku kalau sudah sampai di sana” ucapku sambil mendekap Fabian saat berada di depan vila Fabian,Fabian pun mendekapku erat,mencium ujung kepalaku dan mengusap usap punggungku dengan lembut, “Iya sayang,aku pasti jaga diri dan ngabarin kamu jika sudah sampai di sana,kamu jangan khawatir ya,” jawabnya kemudian mencium kening ku,ku lepaskan dekapan ku,kemudian menatap matanya,dia tersenyum simpul ,dan mengecup bibir ku kemudian mencium keningku,lalu dia segera masuk ketaxy yang akan mengantarkan nya.

Setelah fabian pergi meninggalkan ku,aku pun segera masuk ke vila nya,yah,sejak kita jadian,aku dan Fabian tinggal bareng di vila nya.

2 jam setelah Bian pergi,aku merasa tak enak perasaan,sempat saat aku mengambil minum tak sengaja gelas pun jatuh dan pecah,fikiran ku semakin kacau,aku takut terjadi apa apa sama Fabian.

“Leo leo le….leo leo le” lagu aku Muda aku bisa milik agnezmo pun terdengar sangat jelas dari Hp ku yang ku letak kan di meja dekat tempat tidurku,ku lihat siapa yang menelpon ku,tapi hanya nomor saja,aku yang penasaran kemudian menswife ke tombol berwarna hijau.

“Hallo,”ujar ku memulai percakapan,”Iya saya sendiri,maaf ini siapa ya?tanyaku pada orang di sana “App..aa? jawab ku kaku,air mata tak kuasa lagi terbendung,badan ku terasa lemas hingga hp ku pun jatuh ke kasur,mendapati berita yang sangat menyakit kan untuk ku,Fabian kecelakaan saat taxy yang dia tumpanginya menabrak sebuah truk dari arah berlawanan,fabian pun di larikan dari ke rumah sakit,dan keadaanya sangat kritis.

Saat ini aku sedang berada di rumah sakit bersama ikhsan meneger ku,tepat nya di ruangan di mana Bian di rawat,tapi ikhsan menunggu di luar karna hanya bisa satu orang yang di perbolehkan masuk ,aku melihat nanar padanya,wajah tampan nya terbungkus oleh perban perban,selang oksigen pun menjamah mulutnya,dan selang infus juga turut menancab di nadinya,mata nya tertutup rapat,nafasnya terasa lemah,dan dia dalam keadaan tak sadarkan diri,sudah hari ke tiga fabian belum juga sadar dari koma nya,air mata ku tak pernah bisa berhenti mengalir, “Sayang…Hikzzz…bangunlah…aku merindukan mu..hikszz…kau tertidur lama sekali,dasar kebo!” ujarku dengan senyum terpaksa,air mata semakin deras membasahi pipi ku,”sayang…apa kamu tak mau melihat kekasih mu ini yang sangat tampan?apa kau tak kangen pada ku?” aku terus bergumam dengan konyol nya, “sudah berapa hari kita tidak melihat sunset lagi,ayolah kamu buka mata mu dan kita kesana “aku terus merengek manja pada Fabian kemudian aku tertunduk di atas tangan nya,mengeluar kan perih yang ada di dada ku,perasaan ku hancur berkeping keping saat ini,lalu tiba tiba,aku merasakan Bian menggerakan jarinya yang ku pegang,aku mencoba meyakin kan apa yang aku rasakan,ku perhatikan jari jemarinya,dan benar!!,ibu jari nya bergerak seolah mengelus tangan ku dengan sangat lambat,aku segera berteriak memanggil dokter yang merawat Fabian,setelah dokter dan suster masuk,aku pun di minta menunggu di luar,aku segera keluar dan melihat Fabian dari arah kaca,air mata ku semakin deras,perasaan ku kini terasa senang dan haru,karna aku berharap Fabian segera siuman,Tuhan!!! Sembuhkan lah Fabian,aku sangat ingin bersamanya lebih lama lagi” doa ku dalam hati.

15 menit pun dokter keluar dengan wajah yang sulit aku gambarkan “maff dok!gimana keadaan Bian?apa dia akan sadar secepat nya?” tanya ku penasaran,dokter hanya menjawab dengan tatapan sendu “Saya sudah berusaha semaksimal mungkin,Fabian tak bisa di selamat kan lagi” ujar dokter sambil mengusap usap pundak ku “hah!!!dokter jangan macam macam,jelas saya melihat dan merasakan Bian menggerakan jari jarinya,ini sangat tidak mungkin!!” teriaku kesal pada dokter “maaf,kami sudah melakukan yang terbaik,tapi Tuhan berkata lain,Fabian sudah tiada” sambung dokter lagi, seperti petir yang menyambar pada ku,air mata kembali menghujani pipi ku dengan sangat deras,badan ku terasa lemas dan aku ambruk di sana, “ini tidak mungkin!!!” meski terasa sangat lemas,aku berlari ke ruangan Fabian di susul ikhsan dari belakang,ku lihat suster sedang melepaskan apa yang ada pada Bian,aku pun segera menghentikannya “STOP!!! Apa apaan kalian?! Kenapa melepaskan….ARGHHTT!! “teriaku putus asa dan langsung tertuduk lemah, “Gamail,tenanglah!,ikhlas kan Fabian!! Tenang la” ujar Ikhsan dan membantu aku berdiri,sementara jasad Fabian di bawa oleh ke dua suster yang tadi melepaskan semua yang ada di badan Bian,mungkin akan di bawa ke kamar mayat,air mata terus mengalir,tubuhku terasa semakin lemah,dan aku pun ambruk seketika.

Ombak berdebur kencang,semilir angin sore terasa membelai wajah ku,dan awan kejinggaan menyambut datang nya sunset menemaniku saat ini,aku berada di sebuah pantai,di mana aku dan Fabian bertemu,di mana Fabian mengucapkan cinta nya pada ku,aku menatap lurus ke depan mata ku kosong dan ingatan ku tentang bian saat pertama bertemu hadir kembali, “Di tempat ini kita bertemu,di tempat ini juga,kau berikan cintamu yang tulus itu untuk ku…Bian… meski kau telah berada di sana,namun kehadiran mu masih terasa di sini, Di pantai Kuta Bali aku sangat merindukan mu Bian” ujar ku dengan meneteskan air mata dan terpejam sesaat.

TAMAT

From : Cerita Kaum Pelangi

No comments:

Post a Comment