Me Gustas Tu
-----------------------------
Part : 18
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------
"Let's Not Fall In Love"
***
Pesan
"Yang lg telp sama siapa? Aku telp kok sibuk mulu..."
--------------
Aku pun dengan cepat membalas pesan Kak Firza. "Tadi temen telp Hehehe..." Jawabku dengan memberikan emoticon senyum.
Tak lama Kak Firza pun menelpon.
Kring... Kring...
"Hallo Za..."
"Yang tadi telponan sama siapa?"
"Tadi temen Za..."
"Bohong ya... Jangan jangan selikuhan lagi..." Seru kak Firza padaku ditelp dengan Nada menuduh.
"Ihhh temen kok za beneran..." Jawabku mencoba memberikan penjelasan
"Awas aja kalau sampai Aku tau itu pacarmu atau kekasih gelap akan ku bunuh dia..." Seru kak Firza yang membuat ku menelan lidahku.
"Itu bukan pacarku titik..." Seru ku dengan langsung menutup telpku. Karena kesal dituduh yang enggak enggak.
Setelah telp dari Kak Firza Aku putuskan untuk tidur dengan perasaan kesel sama Kak Firza.
***
Pagi hari aku siap siap untuk berangkat kesekolah. Aku pun memanggil Kak Doni.
"Kak... Doni..."
"Kak... Doni..." Sahutku. Namun tak ada jawaban. Aku putuskan memeriksanya kekamarnya. Saat ku lihat Kak Doni sedang berbaring tubuhnya sangat panas.
"Kak..." Sahutku.
"Bim kaka gak sekolah tolong izinin ya...!!" Pinta Kak Doni padaku.
"Bima juga gak sekolah deh... Kaka..." Seru ku yang kuatir pada Kak doni.
"Loh... Kenapa??" Tanya Kak doni bingung.
"Mau jagain kaka aja..." Jawabku dengan senyum.
"Jangan sekolah aja... Kaka sendiri juga bisa kok...!!" Seru kak Doni padaku.
"Serius Kak?" Tanyaku.
"Iya sana. Nie yang jajannya." Jawab Kak Yoga dengan memberikan yang.
"Makasih Kak..." Gumamku dengan senyum.
"Ohhh ya izinin kaka ya kekelas... Kaka..." Seru kaka Doni.
"Siip Kak...!!" Jawabku. Aku pun langsung pergi keluar.
Aku berjalan kesekolah. Dalam perjalanan Kak Firza mengirimi pesan padaku.
Pesan
-------------
"Bim maafin kaka ya semalam"
------------
Takk aku balas pesannya. Aku sedang tak ingin mengetik males pagi pagi harus ngetik.
Sampai disekolah aku duduk dibangku ku. Suasana kelas masih sepi tak ada siapapun. Lalu aku pun pergi keluar kelapangan dan duduk ditangga dengan membaca buku.
Tak lama seseorang duduk disampingku. Tapi tak kuhiraukan aku sedang asik membaca buku.
"Kok... Sendiri...??"Seru seseorang itu, lalu kulirik seseorang itu. Ternyata itu Hoya.
"Lagi pengen aja..!!" Jawabku sambil tetap membaca buku.
"Hari ini ke gedung kan pulang sekolah...??" Tanya Hoya padaku.
"Gak bisa aku udah janji sama Kak Firza mau nonton." Jawabku dengan melirik Hoya sambil tersenyum.
"Oh.... Gitu...!!" Gumam Hoya kecil.
"Eh... Aku lupa aku harus kekelas Kak Firza..." Seru ku dengan berdiri dan menutup buku.
"Ngapain...?" Tanya Hoya.
"Nitip pesan Kak doni sakit jadi gak bisa masuk!!!. Mau ikut gak...?" Seru ku dengan mengajak Hoya keruangan Kak Firza.
Hoya tersenyum padaku. "Ayo..." Seru Hoya Manis.
Kami pun berjalan kearah kelas Kak Firza. Sesampainya dikelas Kak Firza mataku membuat sempurna saat melihat Elsa yang sedang berduaan dengan Kak Firza. Aku dan Hoya hanya menatap dari jauh.
Tak lama kami pun menghampiri mereka. Dan dengan cepat Elsa dan Kak Firza bersikap biasa tidak romantis lagi. 'Apa mereka sudah pacaran? Tapi aku dianggap apa sama Kak Firza?' Tanyaku dalam hati.
"Bim...?? Ada apa?" Tanya Kak Firza dengan senyum padaku.
"Ini Kak...!! Bima ketitipan pesan dari Kak doni.!!" Seru ku dengan menahan rasa sakit dihatiku. Sementara Elsa menatapku dengan polos.
"Pesan apa??" Tanya Kak Firza padaku.
"Kak Doni gak bisa masuk Kak dia sakit panas tinggi...!!" Seru ku.
"Apa...??" Seru kak Firza kaget. Wajahnya berubah seperti orang yang kuatir setengah mati. Tapi aku maklumi dia kan temen baiknya.
"Seriusan bim...??" Tanya Kak Firza kembali.
"Iya Kak jadi gak masuk...!!" Seru ku dengan mencoba senyum. Tapi kulihat Kak Firza malah makin kuatir dengan Kak doni.
"Ya udah Kak aku pamit... Duluan Kak..." Seru ku meninggalkanku Kak Firza Hoya pun mengikuti.
"Sa duluan..." Seruku kembali pada Elsa. Elsa hanya menundukan kepalanya dan mengedipkan matanya.
Kami pun keluar dari kelas. Aku keluar dengan rasa yang sakit. Namun perlahan rasa sakit itu hilang saat melihat Hoya.
"Sakit ya.... " Seru Hoya yang bertanya padaku sambil berjalan menuju kearah kelas.
"Hah...." Gumamku pura pura tak tau.
"Gak usah hah... Hah... Gitu.. Bim... Aku tau... Hatimu sakit... Melihat Elsa berduaan dengan Firza. Wajahmu tadi berubah drastis bim..." Seru Hoya dengan menjelaskan padaku.
"Gak juga kok... Sok tau..." Seruku.
"Emhhh Tapi tadi ada yang aneh...!!!" Seru Hoya sambil berfikir.
"Apa yang aneh??" Tanyaku pada Hoya.
"Itu wajah Firza tadi berubah... Kaya orang yang kuatir banget... Waktu kau bilang Kak doni sakit..." Kelas Hoya padaku.
"Wajarlah... Mereka kan temenan dari dulu..." Jawabku dengan tenang.
"Gak wajar lah bim.. Laki laki biasanya acuh... Kecuali....." Seru Hoya yang menghentikan ucapannya membuat ku penasaran.
"Kecuali apa??" Tanya ku.
"Kecuali mereka pacaran... Bim..." Seru Hoya.
Dan ketika mendengar itu aku terdiam. Apa benar yang diucapkan Hoya. Lalu kenapa Kak Firza ngedeketin Elsa dan Nembak aku. Apa ini maksudnya. Aku bingung... Ditambah... Hatiku selalu berdebar saat bersama Hoya... Kenapa ini??...
...
...
...
...
Bima/Hoya/Elsa/Doni/Firza
To Be Continue
[Next] Chapter 19
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment