Thursday, 14 January 2016

MGT Chapter 13: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu

-----------------------------
Part : 13
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***

"Itu tas ku." Seru seseorang yang menepuk pundakku. Dan suara yang tak asing. Suara yang pamiliar. Lalu ku tengok kebelakang dan ternyata anak baru itu...

"HOYA.......!!!" Seru ku kaget saat melihat wajah Hoya.

Hoya tersenyum padaku. "Sekarang kita satu sekolah dan satu kelas pula.." Seru Hoya dengan senyum.


"Hah..." Seruku yang masih kaget melihat sosok Hoya disampingku.

"Oh... Ya ini bangku mu?" Tanya Hoya padaku. 

"Hem..." Jawabku dengan mengganggukan kepalaku.

"Ya sudah aku pindah..." Seru Hoya dengan senyumnya. Tak lama aku baru sadar tas Hoya masih dilantai. Aku membalikan tubuhku lalu kuambil tas Hoya. Kutepuk tepuk tas Hoya agar tak Kotor kemudian berbalik kembali ke Hoya.

"Maaf..." Seru ku dengan memberikan tas Hoya. Hoya menatapku dengan senyum. 

"Tak... Apa apa aku ngerti kok..!!" Seru nya yang lalu berjalan melewatiku menuju meja paling belakang. Saat itu aku tersenyum. 'Entah kenapa aku sangat senang ketika melihat Hoya. Dan Kini kami satu sekolah. Rasanya aku ingin teriak... Hore hore untuk menunjukan bahwa ada yang sama dengan ku... Tapi gak mungkin... Yang ada nanti aku dibully' Gumamku dalam hati dengan tersenyum. 

"Woy... Senyum senyum sendiri" Seru Elsa yang berhasil membuyarkan lamunanku.

"Hehehe..." Aku hanya tersenyum.

"Ah... Lu BIM katanya bilang keparat... Tapi giliran ketemu malah hah hoh hah hoh... Kaya orang stress..." Seru Elsa padaku dengan wajah kecewanya padaku, karena tak jadi memukuli anak baru. 

"Dia... Temanku... Bagaimana bisa aku memukulnya.." Seruku dengan duduk dikursiku dan melepas tasku.

"Ohhh... Dia temanmu...!!" Seru 

"Pantes lu diam." Seru Jung yang duduk disampingku.

Sementara Elsa malah menatapku. "Eh... BIM lu tau... Gak..?" Tanya Elsa dengan sesekali menatap wajah Hoya.

"Tau apa sa...?" Tanyaku pada Elsa.

"Itu anak kemaren jutek banget BIM... Boro boro senyum... Kita sapa aja gak jawab... Loh... BIM..." Seru Elsa dengan yakin padaku.

"Bener BIM... Kemaren nie... Pas duduk disampiku tuh orang behhh kaya yang punya langit... BIM.. Udah gitu kagak ngomong. Harusnya ngomong apa kek hello kek ini diam aja..." Sambung Jung dengan panjang lebar. 

"Masa...??" Tanya ku kaget mendengar apa yang diucapkan teman temanku.

"Ceelah... Gak percaya dia... Kita gak bohong BIM..." Seru Jung.

"Kalau gak percaya Tanya anak lain deh..." Sambung Elsa dengan tetap melihat Hoya.

"Emhhh.... Tapi tadi dia senyum... Malah Mani's kan...?" Jawabku.

"Emhhh iya sih... Dia senyum tadi..." Seru Jung dengan terlihat bingung.

"Kenapa bisa ya...?" Sambung Elsa. "Apa gara gara kau BIM?" Tanya Elsa padaku dengan menengok kearah Hoya. 

"Hah... Mana mungkin... Lagi enak aja mootnya Hoya...kali" Jawabku dengan mengira ngira.

"Ohhh..." Gumamku Jung yang mulai paham.

"Tapi....!!" Seru Elsa dengan menatap Hoya yang sedang memainkan HPnya.

"Tapi apa sa?" Tanyaku.

"Tapi... Hoya ganteng juga kalau dia senyum... Hehehe" Seru Elsa dengan diahiri senyuman.

"Bukanya kemaren jelek...?" Jawabku.

"Ah... Maklum BIM... Elsa lagi puber jadi dia pilih pilih..." Seru Jung.

Plakkkk

Plakkkkk

Elsa memukul Jung dibagian kepalaku dengan lucunya.

"Jangan pernah bilang aku puber..." Seru Elsa dengan marah. "Ingat itu Jung...!!" Lanjutnya.
Jung pun mengelus elus kepalanya yang sakit. Jung mendekat ketelingaku.

"Tetep aja itu puber" Seru Jung didekat telingaku.

"Apa....?" Seru Elsa dengan memunculkan lengannya yang dikepal pada Hoya.

"Enggak enggak Elsa cantik bener gak BIM...?" Seru Jung kembali padaku. 

Aku hanya mengganggukan kepalaku dan tersenyum melihat tinggah laku kedua temanku ini.

Tak lama guru mata pelajaran pun masuk kekelas dan pelajaran pertama pun dimulai.

*** 

Lama menunggu jam istirahat pun datang. Anak anak berhamburan keluar.

"BIM... Kantin yu..." Ajak Jung padaku.

"Ahhh duluan lah..." Jawabku.

"Ayolah... BIM..." Ajak Elsa.

"Duluan aja... Aku ada perlu dulu..." Jawabku.

"Ya udah deh... Yuk sa..." Seru Jung.

"Yuk." Jawab Elsa.

Mereka pun pergi keluar. Kelas sepi hanya ada aku dan Hoya. Aku hampiri Hoya yang sedang membereskan buku pelajarannya.

"Hoya..." Panggilku.

"Hem...." Jawab Hoya.

"Maaf... Soal tadi pagi." Seru ku.

"Kok maaf lagi udah... Lah gpp santai aja..." Jawab Hoya.

"Tapi aku ngerasa gak enak..." Seruku dengan menggesakan kedua kuku ku. 

"Udah... Lupain aja... Eh.. Ajak aku jalan jalan disekolah lah..." Pinta Hoya padaku.

"Emhhh boleh... Yuk..." Jawabku.

Kami pun berjalan jalan disekolah. Aku mencoba menerangkan sambil berjalan.

"Anak kelas 10 ada 9 kelas. Kelas 11 pun sama ada 9 kelas. Begitu pun kelas 12 ada 9 kelas." Seru ku.

"Waw.. Banyak juga ya..." Gumamku Hoya.

"Banyak lah namanya juga sekolah nomor 1 Hehehe." Seru ku dengan bangga. "Oh... Ya itu ruang guru. Jumlah guru nya kurang lebih 101." Terangku.

"Waw... Pasti pusing untuk menghapal semuanya." Seru Hoya.

"Lumayan... Disana ada Ruang BP. Terus ada juga Lab Bahasa Inggris, Jepang, dan Indonesia. Sekarang juga sedang ada penambahan Bahasa Korea." Terangku kembali.

"Kenapa ada Korea?" Tanya Hoya padaku.

"Mungkin biar lebih mengenal Bahasa..." Jawabku.

"Oh.....!!! Terus terus lanjut..." Pinta Hoya.

"Ini adalah Lab kimia. Masih kecil sih... Lab kimia... Belum gede. Disana ada lapangan olahraga untuk futsal bulutangkis juga basket." Terangku. Sementara Hoya hanya mengganggukan anggukan kepalanya. "Setiap siswa harus punya Eskul. Eskul wajib terdiri dari PASKIBRA, PKS, dan PRAMUKA. Sementara eskul pendamping ada Berkuda, itu ruangannya,memanah disana, Band disana, theater disana, dan berenang ini dia tempatnya. Sekolah kita sudah kumplit dengan semua fasilitasnya." Terangku yang mulai cape berbicara.

"Ohhh Waw... Fantastic..." Seru Hoya. 'Apanya yang Fantastic yang ada aku cape...' Keluhku dalam hati.

"Apa yang kau suka?" Tanya Hoya padaku.

"Berkuda, memanah, berenang, dan paskibra." Jawabku.

"Waw... Hebat banyak sekali yang kau ikuti.." Seru Hoya yang kagum padaku.

"Ahhh itu tak beberapa banyak siswa yang ngambil lebih banyak. Disekolah ini siswa dituntut serba bisa." Terangku. "Kau apa yang akan kau ikuti.?" Tanyaku.

"Berenang dan pramuka dulu kayanya..." Jawab Hoya.

"Oh... Ya ini dia perpustakaan... " Seru ku.

"Wah... Luas bukunya banyak.." Seru Hoya dengan celingak celinguk melihat tempat.

"Sudah ayo pergi masih ada tempat lain..." Seru ku pada Hoya.

"Ini dia satu tempat terahir Kantin...sekolah..." Seru ku dengan semangat.

"Wah... Kaya di airport ya kantinya eleganpula." Seru Hoya yang kagum.

"Iya.. Elegan tapi mahal..." Seru ku.

"Ohhhhh mahal..." Seru Hoya.

"Iya aku lebih suka makan diluar gerbang sekolah..." Seruku.

"Dimana itu? Ayo makan disana...!" Seru Hoya.

"Hah... Serius mau makan disana?" Tanyaku heran.

"Iya..." Jawab Hoya.

Aku dan Hoya pun pergi keluar sekolah. Kami menghampiri tukang bakso dipinggir sekolah.

"Tara..." Seru ku dengan semangat.

"Ohhh ini... Sederhana tapi menarik...!!" Seru Hoya.

"Duduk..." Seru ku.

Kami pun duduk sailing berhadapan. Hoya melirik kiri dan kanan. Tak lama ada seseorang yang datang.

"Bima..."

"Kak Firza..!!"

...

...

...

...

Firza/Bima/Hoya.

To be continue...

[Next] Chapter 14

Next : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment