Tuesday, 5 January 2016

MGT Chapter 1: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu

-----------------------------

Part : 01
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

Chapter 1 - "Let's Not Fall In Love"


***
Aku duduk dibangku taman sekolah sambil meratapi cintaku yang kandas dengan wanita yang aku cinta bernama Silvi. Entah apa yang kurang dariku sampai ia pergi meninggalkan ku. Padahal kaya ia, Romantis ia juga, dermawan ia, entah apa yang kurang dariku mungkin aku kurang tampan.

"Woi... Bima....!!! Ganteng..." Seru seorang teman wanitaku yang membuyarkan lamunanku akan kesedihan ku.

"Apaan... Hah...??" Tanya ku pada wanita bernama Elsa ini. Yang sudah 2 tahun ini menjadi temanku.

"Hehehe....." Elsa malah tersenyum bukannya menjawab pertanyaanku.

"Lo... Kenapa? Malah cenggengesan gitu...??" Tanya ku bingung melihat tingkah laku sahabat ku ini. "Ehhh lo lagi jatuh cinta ya???" lanjut ku dengan menatap wajah Elsa.

"Ehhhh tau dari mana lo... Kan aku belum ngomong....??" Tanya Elsa padaku dengan masih senyum senyum.

"Wajah mu... Tidak bisa menipu... Wajah... Penuh... Cinta..." Jawabku dengan sedikit mencoba tersenyum.

"Hehehehe..." Kembali Elsa hanya tersenyum dengan sesekali menatapku. "Ehhh sabar ya.... Aku turut prihatin atas putusnya Kamu dan Silvi..." Seru Elsa dengan mengusap ngusap punggung ku.

"Heemm..... Makasih... Ya...!!" Jawabku dengan menunduk dan sedikit sedih.

Kami pun terdiam. Tak ada topik pembicaraan satu sama lain. Namun disela itu aku bertanya dalam hati 'Siapa orang yang ditaksir Elsa sekarang?? Sampai membuat dia senyum senyum girang seperti ini.' ucapku dalam hati.

"Ehhhh... Elsa... Ngemeng ngemeng..." Ucap ku namun langsung dipotong oleh Elsa.

"Ngomong ngomong kali... Bim.. Masa ngemeng ngemeng... Cuco loh ntar... Hahahaha..." Seru Elsa yang mengejek ku karena salah mengucapkan ucapanku.

"Iye iye ah... Udah gak usah dibahas yg itu..." Seru ku dengan menatap dingin Elsa. "Ehhh mana cowonya??" Tanya ku kembali dengan wajah girang.

"Emmm....." Dengung Elsa yang belum menjawab.

"Mana....??" Tanya ku kembali dengan nada penasaran setengah mati.

"Emmmmhhh jangan dehh aku belum... Siap... Cerita... Eh aku ada urusan dulu... Aku tinggal ya bye...." Seru Elsa yang tak memberi jawaban padaku dengan langsung pergi meninggalkanku sendiri.

'Kampret si Elsa aku jadi kepikiran cowo yang ditaksir Elsa. Bagaimana bentuknya...? Aku gak yakin tuh cowo suka sama Elsa... Liat Elsa aja tingkahnya Tomboy urakan rambut galing adehhh enggak banget deh... Kategori cewe sexy... Preman iya... Hahahahaha' Ucapku dalam hati dengan senyum sendiri. 

Tak lama kulihat jam ditangan waktu menunjukan pukul 5 sore. Tak terasa hari sudah sore jadi kuputuskan aku pulang kerumah dengan mengambil tas ku yang tergeletak ditanah.
Aku mulai langkahkan kaki ku kearah gerbang. Tapi belum sampai gerbang kulihat ada seorang pria yang sedang dikelilingi pria lain dengan memainkan tas pria yang berada ditengahnya. Kupikir pria itu sedang dibuli. Aku tak berani menghampirinya. Gila aja kalau aku yang menghampiri bisa bisa yang kena nantinya aku juga. Aku berpikir sesuatu lalu... Aku mendapatkan sebuah ide.

3
2
1

"Woi ada satpam woi..." Teriak ku kepada sekelompok anak yang sedang mengbully temannya itu.

Tak butuh waktu lama mereka pun segera meninggalkan anak yang sedang dibully itu dengan cepat cepat berlari. Sementara anak itu terjatuh kebawah karena didorong tadi. Setelah mereka jauh aku pun mendekati anak yang tadi dibully.

"Kau tak apa apa?" Tanya ku pada anak itu. Bukannya menjawab anak itu malah menatapku tajam seolah ada sesuatu.

"Kau tak apa apa?" tanya ku kembali pada anak itu dengan menariknya berdiri. Lalu ia pun sadar.

"Aku... Gak apa apa... Makasih ya...!" Seru anak itu dengan memberikan sebuah senyuman padaku.

"Sama sama..." Jawabku dengan kembali memberinya senyum. Lalu memberikan tangan kanan ku untuk berkenalan. "Namaku Bima..." Seru ku.

Tak lama anak itu pun menjabat tangan ku dan menyebutkan namanya juga. "Ohhh... Namaku Deni..." Serunya.

Kami pun berjabatan tangan dan saling tersenyum lalu melepaskannya kembali.

"Bim..." Tiba tiba Deni memanggilku kembali dengan menatapku tajam.

"Iya..." Jawabku singkat.

"Kamu orang baik... Hati hati dengan cowo... Akan ada bencana yang menghampirimu dimasa depan yang diakibatkan seorang cowo..." Seru Deni yang membuatku bingung dengan apa yang dia ucapkan.

"Maksudmu Den...?" Tanya ku karena aku tidak mengerti. Tapi saat aku bertanya seseorang memanggilku dari jauh.

"Bim... Bim..." Teriaknya. Yang membuat Deni cepat cepat pamit pulang.

"Ya udah aku pulang Bim..." Serunya tapi tak bisa begitu dia belum menerangkan apa yang tadi dia ucapkan. Kutarik lengannya.

"Maksud yang tadi apa tolong jelaskan...?" Seru dengan memengang tangannya.

"Intinya kou harus berhati hati sekarang ada cowo cowo yang membuatmu dalam masalah Bye..." Jawabnya yang langsung melepaskan tangannya dan pergi meninggalkanku.

Sementara aku hanya terdiam terpaku mengingat apa yang tadi Deni katakan.

"Bima....." Teriak seseorang kearah telingaku dari belangkang. Dan dengan cepat kupukul dengan tanganku ke arah mulutnya Bukkkkkk taapi yang kena malah hidungnya. Dan saat ku lihat. Ya ampun ternyata kakak ku yang paling ganteng yang handsome tiada duanya.

"Kaka... Aduh sorry kak Bima kaget... Tadi Sorry..." Seru ki dengan bingung dan kuatir melihat kaka ku yang menutup hidungnya. 'Apa hidungnya berdarah ya?? Mampus aku kalau hidungnya berdarah... Bisa perang dunia kedua nanti dirumah...' Keluhku dalam hati dengan gelisah.

Kaka ku tetap diam dia tak bicara sepatah katapun padaku. "Kak... Coba sini aku lihat hidungnya..." Seru ku dengan hati deg deg degan gila aja kalau tuh hidung berdarah bisa bisa singa muncul atau tanduk devil yang muncul kaka ku kan emosi gede cepet darah tinggi mungkin kebanyakan makan garam. Ketika ku buka hidungnya huuhhhh syukurlah gak apa apa.

"Sakit kak??" Tanya ku dengan polosnya.

"Ah... Sudahlah ayo balik... " Seru kaka dengan langsung berjalan kearah parkiran mengambil motor.

Aku mengikutinya ketika motor telah dinyalakan dan aku akan menaiki motor. Seseorang menghampiri aku dan kakaku. Dan ternyata itu adalah Firza teman kakaku. Orangnya gak terlalu putih tapi tinggi tubuhnya berotot. Firza juga orang kaya tapi tak pernah menujukkan bahwa dia kaya mungkin karena gaul nya dengan kak Doni kaka ku. Jadi mungkin gak usah kaya coz kak doni kan anak yang hidup sesuka dia. Tapi jelek jelek gitu juga dia kakaku dan dia adalah ketua Osis disekola temen temen aja pada kagum cewe cewe pada kelepek kelepek hahaha. Bahkan sempet ada cowo terang terangan ngaku suka kakaku hahaha besoknya dia dibully satu sekolah karena dia gay. Kalau kak Firza dia biasa aja dan pendiem pula bahkan tak ada satu pun cewe yang mau deket saking dinginnya kaya gunusng es kutub utara.

"Don... Buku loh ketinggalan..." Seru kak Firza dengan melemparkan buku pada kak Doni. Dan bukunya berhasil ditangkap oleh kak Doni.

"Thanks Brow... " Seru kakaku.

"Sama sama" Jawab kak Firza kembali.

"Eh... Ada Bima..." Lanjut kak Firza dengan melihat kearahku dan tersenyum. Hah... Tumben tuh orang bisa senyum padaku biasanya cuman panggil nama doang.

"Hei kak Firza..." Seru ku.

"Tumben baru pulang Bim... ?" Tanya kak Firza padaku.

"Hehehe..." Aku hanya tersenyum.

"Udah udah ahhh ngobrol mulu... Naik Bim kita balik..." Seru Kak Doni yang mulai bosan mendengarkan percakapan kami. Ahirnya aku pun naik ke motor.

"Duluan... Fir..." Seru kaka ku. Dan aku hanya tersenyum motor pun mulai melaju.

Diperjalanan pulang aku terdiam dengan memengang pinggang kakaku. Aku memikirkan ucapan anak tadi.

'Kamu harus hati hati denga cowo'
Ah... Anak itu...

Kalau ada lagi akan ku tanyakan lagi supaya hatiku tenang.

...
...
...

To Be Continue....
[Next] Chapter 2

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment