Sunday, 10 January 2016

MGT Chapter 7: Let's Not Fall in Love


Me Gusta Tu

-----------------------------
Part : 07
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***

'Apa kak... Firza Gay...??'

Aku tersenyum membayangkan kalau kak Firza gay. Namun Elsa membangunkanku dari lamunanku.


"Bimm... Kok senyum senyum sendiri..?" Tanya Elsa padaku.

"Eh... Aku gak apa apa sa.." Jawabku dengan senyum.

"Hati hati kesambet." Seru Elsa padaku.

"Hehehe..." Aku hanya tersenyum sambil menggaruk garuk kepalaku.

"Eh... Bim... Tawa mulu... Kira kira kak Firza lagi apa ya...?? Apa dia sibuk?" Tanya Elsa padaku.

"Mungkin aja sibuk Sa dia kan anggota OSIS beda ama kita yang biasa biasa aja..." Jawabku. 

"Iya juga ya bim...." Jawab Elsa sambil menarik nafas.

"Heem.... Ehhh mana baksonya... Sa..." Seru ku menangih janjinya.

"Iya iya... Nih...!!" Serunya dengan memberikan uang padaku. Padahal yang kutagih bakso.

"Kok duit.... Pan bakso sa???" Tanya ju dengan bingung.

"Istirahat aku mau keperpus jadi kamu beli bakso sendiri aja... Yah... Ganteng....!!" Jawabnya dengan senyum.

"Aiiih eh jung kemana sa...??" Tanya ku pada Elsa.

"Dia gak masuk katanya sakit..." Jawab elsa sambil memainkan HPnya.

"Oh.... Kirain badak gak bisa sakit haaaahaaa" Seruku dengan tawa.

"Hust... Kalau ngomong tuh...!" Jawab Elsa.

Tak lama jam pelajaran pun dimulai. Saat belajar aku kepikiran Kak Firza kok bisa? Dia ngechat aku tapi gak ngekonfir Elsa. "Ah...." Gumamku pelan. Kenapa aku jadi kepikiran gini.

Jam istirahat pun tiba. Aku langsung On The Way keluar cari bakso. 'Hehe... Aku akan makan puas hari ini bakso 2 mangkok' Seru ku dalam hati.

Aku pergi keluar gerbang. Untuk makan bakso diluar sekolah karena kalau dikantin biasanya penuh. 

Saat sampai ditempat bakso aku lirik kiri dan kanan. Tak ada siapa siapa. 'Yes...' dalam hatiku bisa juga pesan 2 bakso.

"Mas... 2 ya...!!" Seru ku dengan senyum.

"Rakus amat sekali makan 2"

"Bodo amat hidup hidup aku mau rakus kek enggak kek...!!" Seru ku menjawab pertanyaan yang tiba tiba datang entah dari siapa.

"Emhhh... Hahaha..." Orang itu tertawa. Lalu kulihat kearah belakang. 

"Hah.... Kak Firza...???" Seru ku kaget melihat kak Firza dibelakang ku sambil tersenyum.

"Kaka lagi apa? Kok bisa disini??" Tanyaku dengan wajah malu karena udah jawab tidak sopan.

"Kaka mau makan lah bim... Yuk... Duduk...!!" seru kak Firza yang mengajakku duduk. "Biasa ya mas..." Lanjutnya yang memesan bakso.

'Mampus aku malu sekarang makan bakso 2 aduh...malu banget... Kayanya 1 lagi harus ku bungkus supaya gak malu. Tapi... Aku lapar ah.. Bingung... Brengsek kenapa harus ada Kak Firza disini sih... ' Omelku dalam hati.

"Bim... Kok melamun gitu...?" Tanya kak Firza padaku. Dan berhasil membangunkanku dari lamunanku.

"Eh... Gak apa apa kok kak.. " Jawabku dengan senyum.

"Bim... Ada waktu gak nanti pulang sekolah...?" Tanya kak Firza kembali padaku.

"Emang kenapa kak...?" Tanya ku balik dengan menaikkan alisku tanda bingung.

"Antar kak Firza ke toko buku.. Mau gak?". Seru kak Firza yang mengajakku membeli buku. Hatiku seolah loncat loncat akhirnya kak Firza mengajakku jalan hahaha. Tapi sayang harus ku tolak.

"Kalau pulang sekolah gak bisa kayanya kak soalnya udah ada janji sama temen... Kak...!!" Jawabku dengan agak menunduk menyesal.

"Emmhh kalau malam bisa..?" Tanya kak Firza kembali.

"Bisa kak... Bisa..." Jawabku semangat. "Ehh kak kok gak ajak kak doni... Biasanya sama kak Doni kan..?" Tanya ku heran pada kak Firza.

"Kaka lagi pengen sama kamu aja... Kok... Gak boleh yah..?" Tanya kak Firza padaku.

"Eh... Boleh kok kak.. Boleh...!" Seru ku.

Tak lama bakso yang kami pesan pun datang. Aku agak malu karena memesan bakso 2 mangkok sekaligus rasanya kaya kopi good day mokacino yang pahit. Tapi kulihat kak Firza tersenyum sambil memakan baksonya. Seolah dia nyaman. Namun aku masih terdiam menatap bakso ku. Sumpah ini hal paling memalukkan dalam hidupku.

"Kok diem bim.. Makan, sayang tuh baksonya ngeliatin..." Seru kak Firza padaku.

"Hehehe..." Aku hanya tersenyum.

"Gak usah malu... Gitu cepet entar keburu masuk loh..." Seru kak Firza.

Dan apa yang diucapin kak Firza bener juga sih. Takutnya keburu masuk kelas. Lalu aku pun makan dengan cepat. 

Uhuk...

Uhuk..

Aku tersedak karena makan terlalu cepat. Dan buruknya aku lupa memesan minum. Tiba tiba kak Firza memberikan ku jus jeruk miliknya.

"Minum nih cepet..." Serunya dengan memberikan jusnya. Aku pun langsung meminumnya. Setelah selesai minum. Kak Firza mengeluarkan sebuah tissu lalu membersihkan makanan yang ada di bibirku. 'Waw... Mimpi apa semalam kenapa kak Firza baik padaku dan ini hal romantis pertama dengan pria.' keluhku dalam hati.

"Kalau makan jangan cepet cepet biar gak berantakan.." Seru kak Firza padaku. 

Aku malu dan takut ada orang lain yang lihat. Jadi aku inisiatip mengambil tissu yang dipegang kak Firza. Namun bukannya memegang tissu malah ku pegang tangannya. Hingga kami bertatapan satu sama lain. Tak ada percakapan beberapa menit.

"Uhuk..." Batukku kembali terdengar hingga menyadarkan kami berdua. Lalu kami pun melanjutkan makan bakso dengan saling menunduk.

Lama makan ahirnya selesai juga. Aku dan kak Firza pun menghampiri penjual bakso untuk membayar.

"Berapa mas...?" Tanya kak Firza pada pedagang.

"20.000" Jawab sang pedagang.

"Sama punya dia...!" Kak Firza menunjukku dengan matanya.

"Kalau sama dia 40.000" Jawab kembali sang pedagang bakso.

"Eh... Gak kak aku bayar sendiri.." Seru ku.

"Gak apa apa udah yu...!!" Seru Kak Firza yang membayar bakso.

Kami pun balik kesekolah. 'Malu... Ditraktir 2 bakso pula lagi... Tau gini tadi 1 aduh... Jangtung rasanya mau copot... Ah....' Omelku dalam hati.

"Bim kaka balik ke kelas ya...!!" Seru kak Firza dengan senyum.

"Kak..." Panggilku.

"Iya kenapa bim??" Tanya kak Firza padaku.

"Emmhhh boleh gak temen bima Konfir di pin bbm kaka...?" Tanya ku dengan menunduk.

"Namanya...?" tanya balik kak Firza.

"Elsa..." Jawabku.

"Ohhh Elsa ok ok... Nanti kaka Konfir." Jawab kak Firza padaku.

"Makasih kak... Makasih juga baksonya..." Seru ku yang mengucapakan terima kasih.

"Sama sama bye..." seru kak Firza yang langsung pergi meninggalkanku. 

Saat sendiri didepan gerbang aku merasa sedang diawasi oleh seseorang. Ketika kulihat dilantai 4 gedung sekolah ada seseorang menatapku. Tapi entah siapa wajahnya tak terlihat sama sekali. Tak kuambil pusing aku pun pergi kekelas dengan cepat.

***

Sampai dikelas Elsa menghampiriku dan memelukku. Wajahnya terlihat senang sekali entah kenapa.

"Kenapa sa? Kayanya seneng banget...?" Tanya ku heran.

"Kak Firza mengkonfir aku bim hehehe..." Jawabnya dengan tersenyum.

"Oh... Bagus lah..." Jawabku yang ikut tersenyum.

"Makasih bim... Bantuannya... Masih mau kan bantuin aku...?" Tanya nya kembali padaku.

"Mau tapi sekarang kita belajar sa... " Jawabku.

"Ok ok..." Elsa tersenyum padaku.

***

Jam pulang sekolah tiba. Semua anak keluar berhamburan. Elsa yang tengah senang lupa kayanya sama aku. "Hah..." Aku menarik nafasku. 

Lalu aku berjalan keluar. Aku memberikan pesan pada kak Doni bahwa aku tak bisa pulang bareng lewat bbm tadi. Dan kak Doni mengizinkan. 

Aku berjalan kearah gedung kosong bekas hotel yang tidak ada penghuninya. Saat didepan gedung kosong hotel itu ada pesan bbm masuk.
BBM

----------
Hoya : Masuk lantai 7 ya.

----------
Seru Hoya lewat BBM. Aku masuk ke gedung dengan melihat kiri kanan. Bangunannya masih utuh dan bersih hanya dikosongkan karena bangunannya miring. Kulihat beberapa peralatan pun masih ada. Sampai di lantai 3 kulihat kasur pun masih ada. Sampai di lantai 7. Ada seseorang mungkin itu hoya dia masuk ke kamar nomor 2107. Aku pun lalu masuk kekamar itu. Ketika dikamar tiba tiba hoya menatapku dengan tajam. Dan mendekat padaku. 

"Hoya... Kenapa kou seperti itu... Jangan mendekat hoya...!!" Seru ku dengan rasa takut.

Tapi hoya tak menghiraukanya. Hingga aku terdorong ke tembok. Dia terus berjalan kearahku tanpa bicara sepatah kata pun aku semakin takut. 

"Hoya....." seruku

"Hoya....


To Be Continue...

[Next] Chapter 8

 From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment