Me Gustas Tu
-----------------------------
Part : 23
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------
"Let's Not Fall In Love"
"Terus.....!!!" Seruku.
"Terus....... Apanya bim....??" Tanya Hoya padaku sambil menyetir.
"Terus gimana reaksi papa dan mamamu?" Seruku menjelaskan.
"Mereka kecewa dan marah padaku bahkan aku tak bicara dengan mereka selamat 5 bulan." Jelas Hoya padaku.
"Serius Hoya??" Tanyaku yang mendengarkan.
"Serius lah bim... Tapi lambat laun mereka menerima aku apa adanya... Karena aku anak satu satunya.... Mereka cuma minta jangan gonta ganti pasangan..." Seru Hoya.
"Ohhh mereka baik Hoya..." Gumamku.
"Ya mau gimana lagi... Mereka cuma mau melihatku bahagia dengan pasanganku..." Seru Hoya dengan senyum.
Aku tak pernah menyangka orang didepanku ini sungguh menakjubkan. Entah dari apapun dia selalu membuat ku kagum hidup yang Hoya jalani mungkin sangat berat. Tapi dia mencoba bertahan dengan kemampuannya.
"Kau tau bim...??" Seru Hoya yang membuyarkan lamunanku.
"Tau apa...?" Tanyaku pada Hoya.
"Hidup yang kujalani kini terasa mudah semenjak kau masuk... Sebelum bertemu dengan mu... Dulu aku ingin bunuh diri... Hehehehe" Seru Hoya dengan tertawa padaku.
"Ah.... Untung kau tidak bunuh diri... Hoya...!!" Seru ku. Hoya hanya tersenyum padaku. Tak lama aku baru menyadari jalan yang kulalui bukan jalan kearah rumahku.
"Hoya.... Ini bukan jalan kearah rumahku...!!" Gumamku pada Hoya.
"Aku tau.... Bim..." Jawab Hoya.
"Terus kenapa kesini....???" Tanyaku pada Hoya.
"Kita ke kosan ku dulu...!!" Seru Hoya.
"Kos...?? Bukannya ada papa dan mama mu Hoya...??" Tanya ku bingung.
"Nanti aku jelaskan...!!" Seru Hoya. Motor pun melaju dengan cepat kearah kosan Hoya.
Tak lama kami pun sampai disebuah kos kosan yang sangat sederhana saat dilihat.
"Masuk dulu... Yuk....!!" Seru Hoya padaku. Aku pun mengganggukan wajahku. Lalu kami pun berjalan kelantai 2 karena kosan Hoya ada dilantai 2. 'Pasti kosan nya berantakan Hehehe namanya juga cowo apa lagi tinggal sendirian... Hehehe' gumamku dalam hati.
"Masuk bim..." Seru Hoya padaku.
"Hemmm...." Jawabku dengan melangkahkan kakiku kedalam kosan Hoya. Dan... Waw kosan yang kukira berantakan justru terlihat sangat rapih. Kosan Hoya seperti rumah rumah dijepang saat masuk aku melepas sepatuku. Ruangan hanya ada 4. Aku pun berjalan jalan dirumah Hoya. Hoya masuk kekamar. Aku pun mengikutinya.
"Hoya tak ada ranjang dikamarmu...?" Tanyaku bingung.
"Aku tak menggunakan ranjang bim...!!" Seru Hoya dengan mengambil baju untuk ganti baju.
"Terus bagaimana kau tidur...??" Tanyaku kembali.
"Tuh.." Hoya menunjuk sebuah kasur lipat yang ada di jepang.
"Oh...." Jawabku.
"Keluar... Sana...!!" Seru Hoya padaku.
"Kenapa ???" Tanyaku.
"Aku mau ganti baju atau kau mau lihat aku telanjang hah....!!" Seru Hoya dengan senyum mesum.
"Hah... Aiiihhh Gak nafsu...!!!" Dengan cepat kututup pintu kamar Hoya dengan keras bkrukkkk.
"Woi rusak pintu ku..." Seru Hoya dari dalam kamar.
"Bodo amat otak mesum...." Jawabku kesal.
Aku pun berjalan melihat ruangan lainnya. Kulihat sebuah kamar mandi kecil Tapi ada bak mandi untuk berendam. 'Rumah yang unik.' Gumamku dalam hati. Lalu kembali berjalan ada tempat memasak tepatnya dapur. Dapur yang kecil ada kulkas mini yang saat ku buka isinya hanya teh gelas dan pocari sweat. "Apa apaan ini kulkas isinya teh gelas Hehehe" Gumamku dengan senyum. Aku lalu kembali keruang TV. Ya ruangan 4, 1 kamar, 1 kamar mandi, 1 ruang TV, dan 1 dapur kecil. Unik dan nyaman.
"Bim... Mau balik sekarang...??" Tanya Hoya padaku.
"Emmmhhh nanti dehhh aku pengen disini dulu Hehehe..." Jawabku dengan senyum.
"Lohhh kok... Gitu...!!" Seru Hoya padaku.
"Kenapa Gak boleh... ??? Ya udah pulang... Aja...!!" Gumamku dengan berdiri.
"Emhhh... Boleh kok... Duduk duduk jangan emosi... Dong... My prince...." Hoya padaku. Aku pun langsung duduk.
"My prince...???? Hah... Apa itu kau aneh aneh.. Saja Hoya." Gumamku.
"Hehehehe" hoya tersenyum padaku.
'Kenapa Hoya yang perhatian padaku? Dia memanggilku My prince sebutan unik. Lalu Kak Firza dimana? Bukankah dia pacarku? Kenapa dia tak memberiku panggilan sayang.'
"Heh... Ngelamun ya... Bim...?" Tanya Hoya padaku.
"Enggak Hehehe lagi liat wajahmu aja ternyata ganteng juga Hehehe..." Seru ku. Dan seketika wajah Hoya memerah dengan cepat seperti tomat rebus.
"Kenapa wajahmu merah...??" Tanyaku heran. Hoya langsung membalikkan wajahnya seolah malu dengan wajah merahnya itu.
"Tak apa... Tak apa...!!" Jawab Hoya dengan memalingkan pandangannya.
"Hoya apa kau sakit...??" Tanyaku kuatir.
"Enggak bim udah jangan liatin aku.." Seru Hoya tanpa melihatmu.
"Hoya wajahmu sangat merah... Emmmhhh kau Pasti sakit kan...??" Tanya ku lebih dekat pada Hoya.
"Bimmm... Gak apa apa... Aku kekamar dulu..." Seru Hoya yang langsung meninggalkanku.
"Aneh..." Gumamku dengan menaikan alisku.
Aku pun menyalakan TV. Me nonton film kartun UP. Tak lama Hoya keluar dari kamarnya.
"Hoya kau sudah baikan...?" Tanyaku.
"Sudah..." Jawab Hoya dengan senyum.
"Mau makan apa bim?" Tanya Hoya padaku.
"Emang ada makanan?" Tanyaku kembali.
"Ada lah.... Ada mie dan tahu." Jawab Hoya.
"Ohhh mie saja lah..." Seru ku.
"OK OK..." Gumamku Hoya. Yang langsung kedapur memasak mie.
Bosan menonton aku pun menghampiri Hoya didapur yang sedang memasak. Hoya sedang mengiris sayur lalu mencucinya.
"Hoya kau pintar memasak....?" Tanyaku pada Hoya.
"Tidak... Ini cuman mie... Semua orang Pasti bisa..." Jawab Hoya.
"Aku mau Bantu Hoya...!!" Seru ku.
"Boleh... Iris sosisnya kecil kecil..." Seru Hoya padaku.
Aku pun mulai mengiris sosis perlahan walaupun aku tak pernah mengiris Hehehe Tapi aku coba.
"Awwww..." Erangku kesakitan karena jari tanganku teriris.Jari tanganku bercucuran darah.
"My Prince..." Gumam Hoya yang langsung mendekatiku. Dan memasukan jari tangan ku kemulutnya. Hoya menghisap darahku. Tak lama Hoya lepaskan kembali dan darah yang mengalir hanya sedikit.
"Sebentar..." Hoya menyuruh ku diam. Lalu Hoya pergi dan kembali dengan membawa hansaplas. Lalu memasangkannya pada jari tanganku.
"Hoya..." Panggilku.
"Hem...." Jawab Hoya dengan membalut jadi tanganku.
"Kenapa kau menghisap darah dijari tanganku...?" Tanyaku pada Hoya.
"Biar darahnya tidak banyak keluar..." Jawabnya.
"Kenapa kau memanggilku my prince kembali...?" Tanyaku lagi.
"Aku hanya reflex... Sudah duduk sana... Biar aku yang memasak.." Gumamku Hoya.
"Ohhh reflex...." Jawabku dengan senyum.
Aku pun duduk melihat Hoya yang memasak. Tak lama mie pun selesai dimasak.
"Makan Bim..." Seru Hoya.
"Hem...." Aku mengganggukan kepalaku.
Aku melahap mie ku. Tak lama mie pun habis.
"Makasih hoya mie... Nya " seru ku.
"Sama sama..." Jawab Hoya.
"Hoya... Kenapa kau tinggal sendiri?" Tanyaku.
"Emmmhhh aku ingin mandiri... Aja Bim..." Jawabnya singkat. "Mau pulang sekarang...?" Tanya Hoya padaku.
"Boleh udah malam juga... Tapi..." Seru ku.
"Tapi apa??" Tanya Hoya padaku.
"Lain Kali apakah aku boleh menginap...?" Tanyaku balik pada Hoya.
"Tentu... Kenapa tidak...!!" Jawabnya.
"Atau sekarang aja menginap... Bim..." Lanjut Hoya.
"Bolehkah???" Tanyaku.
"Boleh...." Hoya tersenyum.
"Tapi aku tak bawa baju..." Gumamku.
"Baju ku banyak... Pilih sesukamu..." Seru Hoya padaku.
"Oh.. OK OK OK Sipp !!!"
Tak lama HP ku berdering dengan Nada dering girls generation.
"Hallo..."
"Hallo bim... Dimana...? Kok belum balik...?"
"Emmmhhh lagi dirumah temen kayanya mau nginep Kak..."
"Ohhh kenapa tak memberikan kabar...?"
"Lupa Kak lupa...."
"Iya Iya ambil aja..."
"Siapa itu Kak?"
"Firza.... Bim... Dia lagi main..."
"Ohhh...."
"Ya udah Kak..."
Aku langsung menutup telpku. Karena kesal kenapa bisa Firza dirumah tak memberikan kabar padaku. Atau kenapa tak bertanya tentangku.
"Bim... Kenapa ??" Tanya Hoya padaku.
"Ah... Gpp kok... Hehehe" Jawabku pada Hoya.
"Tadi kaka mu...? Kau udah izin kan...??" Tanya Hoya kembali padaku.
"Udah kok... Hehehe..." Jawabku.
"Bentar aku simpan piring Kotor dulu..." Seru Hoya. Yang langsung kedapur. Tak lama kembali lagi.
"Yukkk ambil baju dikamar terus mandi..." Seru Hoya." Aku hanya mengganggukan kepalaku dan mengikuti Hoya.
"Nihhh pake...!!" Seru Hoya padaku. "Tapi mandi dulu.." Lanjutnya.
Aku hanya diam memikirkan yang terjadi tadi ditelp. Kak Firza ada sama Kak Doni dirumah berdua.
"Mandi sana...!!" Seru Hoya. Aku pun melangkahkan kaki kekamar mandi. Aku pun mandi.
Selesai mandi aku memakai baju yang diberikan Hoya. Dan saat ku pakai. "Kegedean.... Kayanya..." Gumamku dikamar mandi.
Aku keluar dari kamar mandi. Kulihat Hoya sedang menonton TV. Dengan celana pendek dan kaos tanpa lengan yang membuat otot otot hoya terlihat.
"Hoya..." Panggilku.
"Why....???" Tanya Hoya.
"Baju nya kegedean..." Jawabku dengan menarik bagian lengan leher keatas.
Hoya mendekat padaku dan menatapku.
"Gpp sexy kok jadinya...Hehehe " Seru nya dengan tertawa.
"Hoya......!!!" Gumamku ku malu.
"Udah nonton... Yuk..." Hoya menarik ku duduk diruang TV.
"Ngomong ngomong apa yang terjadi ditelp?" Tanya Hoya padaku.
"Kak Firza ada dirumah sama Kak Doni . " Jawabku.
"Ohhh pantes kau jadi diam... Cemburu ya...??" Tanya Hoya kembali.
"Aku Gak cemburu cuma... Takutnya yang dikata orang bener mereka pacaran. Terus dirumah gituan." Jawabku lalu bersandar dipundak Hoya. Tapi Hoya hanya diam saja tak menolak.
"Kenapa tak cemburu?" Tanya Hoya.
"Gak tau... Mungkin karena Si Firza Gak perhatian..." Gumamku.
"Gak boleh gitu... Mungkin dia sibuk... Bla bla bla bla...." Seru Hoya panjang lebar Tapi tak terdengar karena tiba tiba mataku mengantuk dan terlelap tidur.
Aku terbangun ternyata aku tidur dikasur dan kulirik disebelahku ada Hoya yang terlelap tidur. Waktu menunjukan pukul 12 malam. "Tengah malam..." Gumamku.
Lalu kulirik wajah Hoya. Aku tersenyum wajahnya begitu tampan dan membuat ku damai. Dan seketika aku melupakan Firza. Aku buka Camera di HPku lalu ku Foto Hoya. "Hehehehe... Wajahmu Mani's Hoya. Tampan mungkin. Andai nanti aku putus sama Firza aku mau jadi pacarku Hehehe.. Apa ? Apa yang kupikirkan..? Hoya orang baik mama mau dia dengan ku huuhhhff...." Gumamku pelan supaya tidak membangunkan Hoya. Tapi saat kulihat sejenak tadi mata Hoya sekolah terbuka. "Hah... Apa dia bangun??? Mampus gimana kalau dia dengar?? Gak Gak.. Dia tidur kok... Buktinya... Dia ngorok... " Gumamku kembali aku pun langsung menarik selimut kembali dan memejam kan mataku. Saat akan terlelat aku mendengar sebuah kata ditelingaku.
"Me Gustas Tu..."
...
...
...
...
...
Bima
To Be Continue
[Next]Chapter 24
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment