Me Gusta Tu
-----------------------------
Part : 08
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------
"Let's Not Fall In Love"
***
Dia terus berjalan kearahku tanpa bicara sepatah kata pun aku semakin takut.
"Hoya....." seruku
"Hoya...." Seruku kembali.
Hoyo terus berjalan kearahku dengan tatapan tajamnya. Aku menutup mataku dan berdoa. 'Tuhan jangan ambil keperjakaan ku sekarang aku belum siap' Doaku dalam hati. Tak lama suara langkah kaki Hoya terhenti. Saat ku buka mataku Hoya sedang melihatku dengan memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan.
"Kamu... Bima?" Tanya Hoya padaku dengan wajah menatap kearahku.
"Hemm.." Gumamku sambil mengganggukan wajahku.
"Ohhhh Sini..."" Serunya dengan menarik tanganku.
"Mau kemana?" Tanyaku bingung tapi seneng juga ternyata Hoya tidak melakukan hal yang aneh aneh padaku.
"Kita duduk dekat jendela sambil liat suasana kota.." Jawab Hoya dengan senyumnya yang manis.
Kami pun sampai didekat jendela. Dan disini pula terhampar pemandangan yang menakjukan. Suasana kota disiang hari yang padat namun enak untuk dilihat disertai dengan awan biru dan matahari yang cerah.
Kami duduk didekat jendela dan menatap kearah luar. Tak ada pertanyaan hanya
Hening
Hening.
Aku melihat wajah Hoya. Wajahnya memang tak setampan kak Firza atau kak Doni. Namun pria tinggi berrambut hitam berkulit putih ini memiliki kharisma yang tak dimiliki orang kedua orang tadi.
"Sudah berapa lama kau seperti ini?" Tanya ku pada Hoya.
Dia terdiam tak menjawab pertanyaan ku. 'Apa pertanyaanku salah?' Keluhku dalam hati. Tapi tiba tiba dia tersenyum dan menatap kearahku. 'Eh... Apa dia stress?? Sekarang dia tersenyum.' Kkeluhku kembali dalam hati.
"Dari SMP." Jawab Hoya dengan santai.
"Waw... Lama juga..." Seruku yang kaget.
"Kau...?" Tanyanya balik padaku.
"Baru beberapa hari yang lalu..." Jawabku dengan senyum.
"Apa...?" Jawabnya yang seolah kaget.
"Kenapa?? Ada yang salah...?" Tanyaku yang melihat wajah Hoya kaget.
"Apa kau bohong bim?" Tanya Hoya padaku dengan menatap wajahku tajam.
"Aku jujur.." Jawabku dengan kembali menatapnya.
"Lalu kenapa kou berani bertemu dengan orang baru hah? Ini bahaya?" Seru Hoya dengan memberikan pertanyaan yang tegas.
"Aku hanya penasaran saja..!!" Jawabku santai.
"Penasaran katamu?" Hoya teriak. "Untung kau bertemu denganku bagaimana kalau gay yang lain. Bisa bisa keperjakaan mu hilang..." Seru Hoya padaku.
Aku terdiam mendengar apa yang diucapkan Hoya. Karena apa yang dia ucapkan benar apa jadinya kalau orang gay yang kutemui pertama langsung menyodomiku. Rasanya sangat mengerikan. Kini aku hanya terdiam.
"Maaf aku terbawa emosi..." Seru Hoya padaku.
"Tak apa apa...!!!" Jawabku yang mencoba tenang. "Kau pasti mempunyai pengalaman yang buruk hingga kuatir padaku." Lanjutku.
Hoya lalu berdiri dan menatap keluar. Lalu Hoya menarik napas.
"Kau tau dunia gay tak seindah yang kou bayangkan." Seru Hoya padaku. Lalu aku pun mencoba bangkit dari duduk ku.
"Maksudnya?" Tanya ku bingung.
"Aku berkenalan dengan seseorang bernama Roy. Dia baik awal pertama aku memberikan ciuman pertama. Pertemuan kedua ku berikan segalanya tubuhku. Kami berhubungan layaknya suami istri. Awal yang manis kukira akan berakhir manis. Namun salah..." Seru Hoya. Aku menjadi pendengar sekarang. "3 minggu setelah itu dia mendiamkan ku. Bbm line fb gak dibalas. Dia hanya menulis status di fb GAK SEMUANYA KAMU HARUS TAU. Setelah itu 1 minggu kemudian dia memblock FB ku. Pin Didc line WA juga di block. Aku sama sekali tak bisa bertemu dengannya atau menghubunginya." Seru Hoya yang membagikan kisahnya padaku dengan tegar. Tapi aku tahu didalam hatinya pasti menangis.
"Maaf Hoya telah membuat mu mengenang masa lalu..." Seru ku yang merasa bersalah.
"Tak apa bim..." Seru Hoya. "Kau sendiri ada yang kau suka?" Tanya Hoya padaku.
"Hehehe... Ada dia teman kakaku. Tapi...!!" Seruku.
"Tapi kenapa?" Tanya Hoya padaku dengan penasaran akan ceritaku.
"Tapi kemaren malam aku mendengar dia dan kaka ku akan berciuman. Waktu ditanya sedang apa...? Mereka jawab sedang akting..." Jawabku dengan bingung.
"Emh... Bisa jadi..." Seru Hoya.
"Bisa jadi apa...?" Tanyaku dengan menaikan alis karena heran.
"Bisa jadi mereka gay.. Bim...!" Jawab Hoya.
Aku menatap wajah Hoya. Kami bertatapan. "Tapi..." Seru ku kembali.
"Tapi apa...?? Banyak sekali tapi mu hah...??" Tanya Hoya padaku.
"Tapi dia ngajak jalan malam ini..." Jawabku dengan menundukan wajahku.
"Ay ay... Ini aneh tapi bisa jadi kau dijadikan nomor 2" Seru Hoya dengan wajah berfikir.
"Eh... Ngomong ngomong dia ngajak jalan kemana??" Tanya Hoya padaku.
"Ke mall beli buku doang sih..." Jawabku dengan menatap Hoya. Yang wajahnya berubah jadi datar.
"Itu cuma mengantar beli buku bukan jalan bim...!!" Seru nya.
"Ohhh emang beda..?" Tanyaku dengan senyum senyum.
"Beda...!!! Udah balik yu... Sore... Besok kita ketemu lagi..." Seru Hoya yang mengajak ku pulang.
Kami pergi kelantai bawah. Didepan gedung kami berpisah. Aku pun mulai berjalan kearah rumah. Dalam perjalanan aku baru ingat. "Aku lupa bertanya apa itu bot dan top." Gumamku. Tapi tak aku pikirkan lagi karena besok pasti bertemu lagi.
***
Sampai dirumah aku cepat cepat mandi dan ganti pakaian. Kulihat kak Doni belum datang padahal hari sudah malam. Tak lama ku dengar bunyi mobil diluar. Saat kulihat itu kak Firza. Kak Firza lalu membunyikan klakson nya "tit... Tit..." Aku pun dengan segera menghampirinya.
"Siap... Bim?" Tanya kak Firza padaku.
"Siap kak..." Jawabku dengan sedikit senyum. Dadaku terasa berdebar debar sekarang entah apa yang akan ku bicarakan didalam. Tapi satu hal sekarang aku tahu rasa ini adalah rasa suka.
Aku pun masuk kemobil. Lalu kulihat kak Firza dan saat bersamaan kak Firza pun menatapku. Kami saling menatap dan saling senyum satu sama lain. Tak lama mobil pun berjalan. Dalam perjalanan kami hanya terdiam.
Sampai didepan lapangan parkir. Kami berdua pun menuju sebuah toko buku dimall. Saat diperjalanan ada yang memanggilku.
"Bim..." Seru seseorang itu. Lalu aku berbalik.
"Elsa...." Ternyata itu Elsa. 'Ngapain dia dimall sendirian...?' keluhku dalam hati.
"Eh... Elsa ngapain sa...?" Tanya ku pada Elsa.
"Aku mau cari buku... Eh... Ada kak Firza. Hai kak...!!" Seru Elsa yang so kecantikan sekarang. Ah... Kenapa harus ada dia hancur deh gak bisa berduaan... Kampret... Nih Elsa.
"Ohhh sama dong bareng aja kalau gitu...!!" Seru Kak Firza dengan senyum.
"Iya sa bareng aja.." Lanjut ku dengan pura pura senang padahal dalam hati gak mau banget.
"Oh... Ya udah...!" Seru Elsa dengan senang. 'Itu mau mu kan sa' Omelku dalam hati.
Didalam toko kami memilih milih buku. Namun aku yang dikacangin sumpah kak Firza lupa kali padahal dia ngajak aku. Tapi malah berduaan dengan si Elsa.
Aku melihat mereka dari jauh berdua duaan. 'Rasanya pengen aku hampiri dan bilang aku cemburu...' Keluhku dalam hati.
Hati ku makin panas ketika mereka berbisik bisik. Dan tanpa sadar aku "a...." Teriak ku yang sedikit agak keras. Tapi aku buru buru sadar dang langsung ambil buku pura pura baca buku. Supaya gak ketauan.
Tak lama BBM ku berbunyi.
BBM
------------
Hoya : Gimana jalannya seru..?
------------
Ehhhh. Makin emosi liat bbm dari hoya. Rasanya pengen meledak.
Entah apa yang arus aku lakukan sekarang BT banget...
Sendirian....
Sendirian....
Sendirian....
"Bim... Kok bbm nya gak dibales" seru seseorang dari sampingku. Saat kulihat...
"Hoya...."
To Be Continue
[Next]Chapter 9
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment