Me Gustas Tu
-----------------------------
Part : 16
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------
"Let's Not Fall In Love"
***
Kemudian aku keluar kamar menghampiri Kak Doni.
"Kamu kenapa bim?" Tanya Kak Bima dengan melihat mataku yang tak biasanya menghitam.
"Ah... Gak apa apa Kak... Cuman kurang tidur.. Aja..." Jawabku.
"Emhhh... Ya udah buruan yu...!!" Seru kak Doni.
Kami berdua pun pergi kesekolah dengan menggunakan motor seperti biasa. Dalam perjalanan mataku sangat ngantuk, tapi aku coba untuk terjaga.
Sampai disekolah aku pamit pada Kak doni .
"Aku duluan Kak..." Pamitku.
"Hem...." Jawab Kak Doni dengan tersenyum. Aku berjalan menuju kelas. Sesampainya dikelas mataku membulat sempurna. Aku baru sadar Hari ini ada pelajaran olahraga dan aku tak membawa bajuku.
"Mampus aku.... Ahhh gimana ini???" Gumamku. Lalu aku berdoa seperti siswa 'Tuhan semoga gurunya gak datang...' Gumamku dalam hati. Lalu kuhampiri Elsa dan Jung.
"Bim... Ganti sana..." Seru Jung padaku.
Aku hanya tersenyum dan menggaruk kepalaku.
"Bah... Malah senyummm nie anak.. Ganti bukan senyum..." Seru Jung kembali.
"Aku gak bawa baju Jung..." Seru Ku.
"Tumben kamu, gak bawa bim... Biasanya kan gak pernah ketinggalan...!!" Seru Elsa dengan aneh padaku.
'Ini semua salahmu sa... Karena kau bilang mau Nembak Kak Firza... Jadi gini..!!' Gumamku dalam hati.
"Ahhh semalam aku lupa memasukannya..." Seruku memberikan alasan.
"Ohhh... Mata mu kenapa hitam bim?" Tanya Jung padaku.
"Ini akibat kurang tidur aja semalam Hehehe.... " Jawabku dengan senyum.
"Aiiihhh Untung kamu bim..." Seru Elsa padaku.
"Untungnya???" Tanyaku heran.
"Karena guru olahranya gak ada..." Seru Elsa padaku.
"Seriusan????" Tanya ku lagi.
"Iya..." Jawab Elsa.
Aku menarik nafas lalu ku hembuskan kembali. "Syukurlah...." Seru ku dengan senang.
"Ya udah bim kelapangan yu..." Seru Elsa padaku.
"Lah... Kan gak ada gurunya...' Seru ku yang malas keluar.
" ceelah gak berarti kita harus dikelas kan. Udah yu kita liat anak anak olahraga." Seru Elsa padaku dengan menarik tanganku.
Kami pun pergi keluar tepatnya kelapangan. Sesampainya di lapangan. Aku duduk dibawah pohon dengan menancapkan headset pada telingaku. Sementara Elsa Jung dan Hoya Olahraga. Kini aku melihat wajah Hoya. Wajah yang memang tibak bisa dianggap remeh. Maksudnya wajahnya gak ganteng tapi bisa membuat kau kangen malah malarindu.
Tak lama anak kelas 12 keluar. kelas kaka ku. Kak Doni dan Kak Firza keluar. Anak anak dikelasku berteriak heboh terutama cewek, tapi cowo juga ada. Namanya Denda teriaknya kenceng maklum namanya juga iyeu... Ngondek... Hahaha jadi paling heboh sejagat raya.
Tapi disaat orang lain sibuk menatap wajah tampan Kak Doni dan Kak Firza. Aku lebih sibuk melihat wajah Hoya. Wajah yang kini sedang berkeringat. Ingin rasanya aku mengusap keringatnya dengan handuk. Kenapa bisa begini ? Aku tak tahu.
Jam istirahat pun datang. Semua orang keluar selain aku. Karena aku ngantuk jadi kuputuskan untuk tidur. Wajahku kutidurkan di meja.
Saat tertidur aku merasa ada seseorang yang sedang melihatmu. Dan benar saja saat ku buka mataku. Hoya duduk disampingku.
"Udah bangun?" Tanya Hoya padaku.
"Sejak kapan kau disini Hoya??" Tanya ku bingung.
"Dari tadi Hehehe" jawabnya dengan tersenyum.
"Apa yang kau pikirkan...?" Tanya Hoya yang seolah tau ada sesuatu yang menganggu dipikiranku.
"Gak ada..." Jawabku dengan manyun.
"Jangan bohong.." Seru Hoya dengan suara dewasa dan serius.
"Em...." Gumamku.
"Ayo cerita..." Pinta Hoya kembali.
"Tadi malam Elsa berkata dia akan Nembak Kak Firza...!!" Seru ku menerangkan apa yang terjadi.
"Lalu..." Seru Hoya.
"Ya aku kepikiran lah... Kalau ia harapanku Kandas lah Hoya.." Seruku.
"Cowo bukan Firza aja BIM. Lagi pula entah kenapa feelingku tak enak akan Firza." Seru Hoya.
"Maksudmu...??" Tanyaku heran.
"Ya... Mungkin ada yang disembunyikan Kak Firza bim." Seru Hoya.
Aku hanya menunduk diam. Tak mampu berkata apapun.
Tak lama bel masuk kelas pun berbunyi. Pelajaran pun kembali berlanjut.
Jam pulang sekolah yang kutunggu tunggu ahirnya datang. 'Ahirnya beres juga' gumamku dalam hati.
"Bim mau bareng gak...?" Tanya Jung padaku.
"Enggak kalian duluan aja... Aku ada Eskul.." Jawabku.
"Oh... Ya udah aku duluan ya.." Seru Elsa. Jung pun langsung pergi.
Tak lama Hoya menghampiri ku.
"Gak bareng temanmu.?" Tanya Hoya padaku.
"Enggak... Hari ini aku ada Eskul." Seru ku.
"Mau aku temani..." Seru hoya dengan menatapku.
"Tak usah tunggu saja di gedung. Aku gak lama kok nanti aku menyusul." Seru ku.
Hoya mengganggukan kepalanya lalu pergi. Aku pun pergi keluar menuju ruangan berenang.
"Semoga banyak orang disana...!!" Gumamku berdoa.
Beberapa menit kemudian aku sampai di ruangan berenang. Kutengok kiri dan kanan. Tak ada orang.
"Aneh... Katanya Eskul Berenang.!!" Gumamku. Aku berjalan kearah depan. Kulihat ada seseorang yang sedang berenang.
Ternyata itu adalah Kak Firza. Kak Firza pun menghampiri ku. Pemandangan tak biasa kini kulihat. Kak Firza yang biasanya menggunakan pakaian renang hitam dari sekolah. Kini hanya menggunan BOXER. "Waw... Fantastic..." Gumamku pelan. Tubuh six pack Kak Firza seolah menjadi magnet paling kuat. Otot ototnya yang gagah. Rambutnya yang basah ahhh... Sexy boy.
Tanpa kusadari Kak Firza sudah didepanku. Aku terlalu terpesona akan Kak Firza.
"Bim... Ganti baju sana..." Seru kak Firza.
"I. I.iya Kak..." Seru ku gugup.
Aku langkah kan kakiku menuju ruang ganti. Didalam ruang ganti aku merasa senang dan juga gugup. Ingin teriak rasanya ini adalah Hari terbaik yang pernah ada. Setelah selesai aku pergi kekolam kembali. Kuhampiri Kak Firza yang sedang berdiri.
"Kak aku Siap...!!" Seruku dengan senyum senang sekali.
"Ya udah pemanasan gih..." Seru kak Firza.
Aku lalu melakukan pemanasan. Setelah selesai Kak Firza menyuruku masuk kolam. Aku diajari teknik teknik dalam berenang. Hingga aku lupa bertanya kemana yang lain?. Karena terlalu senang.
1 jam berlalu aku lelah sekali belajar berenang. Aku istirahat di ujung kolam dengan masih berenang. Sementara Kak Firza masih terus berenang. Tak lama Kak Firza menhampiriku. Making dekat dan making dekat didalam kolam. Aku merasa panas sekarang. Sekarang kami berhadapan aku hanya menunduk karena malu dan gak enak. Apalagi hatiku serasa mau meledak. Lalu Kak Firza mengambil daguku. Dan kiss... Bibir ku dan bibir Kak Firza menyatu kami berciuman. Aku menutup mataku. Menikmati setiap detik yang terjadi.
Tak lama ciuman pun dilepaskan. Kak Firza masih tetap memegang daguku.
"Bim... I LOVE YOU" Seru Kak Firza yang membuat ku kaget setengah mati.
Aku terdiam dan menatap Kak Firza. Bingung apa yang harus ku lakukan sekarang.
"Mau lah bima jadi pacar Kak Firza..?" Tanya Kak Firza padaku.
Tapi aku masih diam karena dalam pikiran ku berputar. 'Elsa'. Bagaimana kalau dia tahu?. Bukankah aku menjodohkannya dengan Kak Firza. Tapi ini juga yang kuinginkan dari dulu. Jadi jangan pikirkan Elsa. Besok Besok deh pikirkan Elsa.
Aku pun mengganggukan kepalaku. Kak Firza tersenyum. "Jadi sekarang kita pacaran...?" Tanya Ku pada Kak Firza.
"Tentu sayang...." Seru nya yang memanggilku dengan kata sayang. Kata yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.
"Hehehe..." Aku tersenyum.
"Ya udah... Ganti baju sana... Kita pulang yang..." Seru kak Firza yang menyuruhku menggati pakaianku.
"Iya Kak..." Seruku.
"Jangan panggil kaka... Panggil Za aja kita kan pacaran..." Seru kak Firza dengan senyum padaku.
"Hehehe..." Aku tersenyum lalu pergi kekamar mandi dan mengganti pakaian ku. Setelah selesai aku duduk dikursi menunggu Kak Firza yang tengah mandi. Namun aku terkejut ketika melihat ada orang pintu yang lalu pergi. Entah siapa dia. Mirip dengan orang yang melihatku dulu saat makan bakso.
Aku berdiri menghadap pintu. Tanya kusadari Kak Firza ada disampingku.
"Kenapa yang??" Tanya Kak Firza padaku.
"Ah... Gpp za.." Seruku yang mencoba menyembunyikan apa yang terjadi.
Kami pun pulang menaiki mobil Kak Firza. Didalam mobil kami berbincang bincang.
"Bim... Rahasiakan ini dari Kak Doni ya..!!" Pinta Kak Firza.
"Ya iya lah Kak... Kalau Kak Doni tau bima gay... Bisa mati bima Kak.." Seruku dengan tersenyum.
"Siip kalau gitu..." Seru kak Firza.
Sampai dipertigaan aku meminta untuk turun. Karena aku akan bertemu Hoya di tempat biasa.
"Kak disini aja..." Pintaku.
"Tapi rumahmu masih jauh yang..." Seru kak Firza.
"Emhhh gpp aku ada perlu Za..." Jawabku.
"Mau kemana ? Aku anterin ya...?" Tanya Kak Firza padaku.
"Gak usah Kak aku sendiri aja..." Seruku dengan senyum.
"Emhhh ya udah hati hati sayang." Seru kak Firza padaku.
Aku pun turun dari mobil Kak Firza. Kak Firza pun melaju dan meninggalku. Dalam perjalanan aku berfikir. 'Apa yang akan terjadi kedepanya? Apa ini awal kebahagiaan ? Atau ini awal kesengsaraan?. Bingung... Lalu siapa pria tadi? Apa yang dia mau?' Tanyaku dalam Hati.
Tak terasa aku pun sampai di Gedung. Aku menaiki tangga dengan cepat untuk memberikan kabar baik pada Hoya. Dan ketika sampai aku lihat Hoya sedang bermain dengan gadjetnya.
"Hoya............" Teriakku senang.
"Kenapa? Katanya lagi senang?" Tanya Hoya padaku dengan menatapku tersenyum.
"Aku jadian dengan Kak Firza..." Seru ku dengan Semangat.
"APA......?????
...
...
...
...
BIMA/HOYA
TO BE CONTINUE
[Next] Chapter 17
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment