Me Gustas Tu
-----------------------------
Part : 32
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
---------------------------------------
Note : Baca Just Info setelah selesai Reader.
---------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------
"Let's Not Fall In Love"
***
"Me Gustas Tu My Prince..." Suara Hoya kembali.
"Me Gustas Tu..." Ucap Hoya yang semakin membuat ku kaget namun juga bingung. Karena aku tak tahu arti kata Me Gustas Tu.
Hoya kini diam tidak bersuara lagi. Apa sakitnya parah. 'Apa harus ku bawa kerumah sakit?' Tanyaku dalam hati. Aku tutup tubuh Hoya dengan selimut. Aku lalu keluar kamar.
"Heem... Maaf Hoya. Gara gara aku kau jadi begini...!!!" Gumamku dengan menangis dipintu.
Tak lama pintu kamar kembali terbuka.
"Hoya..." Panggilku saat melihat yang keluar adalah Hoya.
"Hi my prince..." Jawab Hoya dengan senyum.
"Hoya mau kemana kau kan sakit...!!" Seru ku dengan memegangang tubuh Hoya.
"My prince..." Panggil Hoya.
"Apa kau mau ku antar ke toilet...?" Tanyaku pada Hoya.
"Bukan itu..." Jawab Hoya.
"Lalu..." tanyanya.
"Jangan memegang dadaku disusu aku bisa terangsang... hehehehe" Seru Hoya dengan senyum devil padaku.
Aku menatap Hoya dengan tajam. Lalu kupindahkan tanganku kebagian tangan Hoya.
"Dasar mesum..." Seru ku. Lalu Hoya berjalan.
"My prince aku lapar..." Seru Hoya padaku.
"Ohhh yaudah aku buatin bubur ya???" Seruku.
"Hemmmm." Jawab Hoya.
"Sekarang Hoya duduk aja disini." Seru ku dengan menyuruh Hoya duduk diruang TV.
"Aku kedapur ya..." Gumamku. Aku balikkan tubuhku tapi Hoya memegang tanganku.
"Kau yakin bisa masak my price...?" Tanya Hoya padaku dengan serius. "Kalau gak bisa mending kita pesan aja... delivery" Seru Hoya.
"Gak usah aku bisa lagian beli dari luar gak sehat..." Seru ku yang langsung kedapur.
Aku masuk kedapur. Didapur aku langsung membuka HP mu. Mencari resep bubur. Tak lama mencari ahirnya aku temukan resep bubur. Aku mulai memasak bubur dengan perlahan.
"Emmmhhh ini garamnya 1sdt. Apa sama dengan 1sdm. Mungkin sama kali ya jadi aku masukan 1sendok makan garam.." Gumamku didapur sendiri.
Beberaa menit kemudian bubur pun siap dihidangkan. Aku langsung membawanya ke tempat Hoya dengan hiasan seledri.
"Silahkan Hoya...!!" seru ku pada Hoya.
"Seneng banget kayanya.." Seru Hoya padaku.
"Seneng lah karena ini masakan pertama ku Hoya..." Jawabku dengan duduk disamping Hoya.
"Ohhh... Bigitu.." Seru Hoya.
Lalu Hoya pun mulai memakan makanannya. Baru satu sendok Wajah Hoya berubah mata menutup. 'Apa masakannya gak enak?' Tanyaku dalam hati.
"Kenapa Hoya?" Tanya ku bingung.
"Masakannya asin..." Seru Hoya padaku dengan memunculkan ekspresi lucu.
"Benarka??? Ya sudah sini biar ku buat lagi... yang baru.." Seru dengan merasa bersalah.
"Gak usah" Seru Hoya dengan memegang tanganku. "Biar ku habiskan buburnya lagi pula ini masakan pertamamu yang dibuat untukku kan...?" Tanya Hoya dengan melahap kembali bubur dan menaikan alisnya.
"Hoya..." Panggilku.
"Hemmm..." Jawabnya dengan memakan bubur asin.
"Siapa yang akan jadi pacarmu... nanti...?" Tanyaku saking kagum dengan sikap Hoya.
"Emmhhh kenapa emang...?" Tanya nya balik padaku.
"Aku pasti iri... karena kau sempurna Hoya..." Seru ku dengan bersandar dipundak Hoya dan memeluk tangannya.
"Hahaha ada ada saja kau my prince..." Seru Hoya dengan tersenyum padaku. "Menurutmu yang pantas denganku siapa bim?" Tanya Hoya padaku dengan terus melahap buburnya.
"Emmhhh yang pantas... emmmhhh aku pantas tidak...? Atau atau... elsa kayanya..." Jawabku bingung dan gugup.
"Hehehe kalau kau udah punya firza.. elsa juga... kenapa semua punya firza yang mana punyaku...!!" Seru Hoya dengan mengomel.
Firza... saat mendengar itu hatiku terasa sakit. Rasanya duri ini sudah menembus dadaku.
"Bim..." Panggil Hoya tapi tak kudengar.
"Bim... kau melamun lagi..." Seru Hoya.
Tak lama Hoya melambaikan tangannya kedepan wajahku hingga aku tersadar.
"Hoya... kenapa?" Tanyaku.
"Harusnya aku yang tanya kenapa? Bukan kamu my prince..." Seru Hoya dengan serius.
"Hehehe..." Aku hanya tersenyum dengan bersandar pada Hoya.
"Kenapa bim...?" Tanya Hoya padaku.
"Aku bingung... Hoya..." Jawabku dengan bangun dari tubuh lalu bersandar pada tembok.
"bingung kenapa...?" Tanya Hoya dengan memakan kembali buburnya.
"Kemarin.." Gumamku dengan menatap belakang tubuh hoya.
"Kemarin kenapa??" Tanya Hoya kembali.
"Kemarin aku melihat..." Seru ku dengan gugup.
"Lihat apa my prince... ayo katakan kok dikit dikit..." Seru Hoya padaku.
"Aku melihat Firza dan kak Doni bersetubuh...." Seruku dengan tatapan hampa.
ketika mendengar ucapanku Hoya langsung membalikkan tubuhnya dan mendekat padaku.
"Kau... serius....? My prince...!!" Seru Hoya.
"Hem...." Jawabku dengan menundukan kepala. kulihat lengan Hoya mengepal dengan keras.
Aku kembali menangis dihadapan Hoya. dan saat itu juga Hoya memelukku dengan erat kembali.
"Maaf my prince... aku gak tau. Andai aku tahu detik itu jangan akan kuhabisi Firza..." Seru Hoya padaku.
"jangan menangis... aku tak ingin melihatmu menangis apalagi menangisi orang brengsek seperti Firza..." Lanjut Hoya.
"Aku harus bagaimana Hoya??" Tanyaku sambil menangis.
"Putuskan Firza..."
...
...
...
...
...
...
Bima/Hoya
To Be Continue...
[Next] Final Chapter
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment