Tuesday, 12 January 2016

MGT Chapter 11: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu


-----------------------------
Part : 11
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------


"Let's Not Fall In Love"


***

"Hidupku sudah Tak berguna... Orang tua Ku baru saja meninggal...!!"Serunya dengan meneteskan air mata.


Dan... Deg... Dadaku terasa ikut sakit entah kenapa?. Ku tatap wajah Hoya yang kini murung.

"Hoya...!!" Panggilku dengan gemetar.

Aku menundukan wajahku. Tak lama Ku dengar Hoya tertawa.

"Hahahaha.." Tawa Hoya.

"Kenapa ketawa? Hoya?" Tanya ku bingung pada Hoya.

"Lihat wajahmu aku Tak kuat padahal aku cuman akting..." Serunya dengan tertawa puas.

"Apa......??" Seru Ku yang mulai marah.

"Akting kau bilang..?" Seru Ku dengan semakin marah.

Dan...

Tak... Tak...

Kupukul kepala hoya. "Kau pikir ITU lucu hah...!!" Seru Ku dengan Nada tinggi.

Lalu aku ambil tasku. "Aku pulang bye...!!" Seru Ku kembali. Hoya terdiam kembali. Lalu aku langkahkan kakiku. Baru 2 langkah tanganku tiba tiba ditarik.

"Sorry... BIM.." Seru Hoya padaku. "Aku Tak bermaksud. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum..." Lanjutnya kembali.

Aku hanya terdiam. "Sekali lagi sorry BIM.!" Serunya lagi.

Lalu aku balikkan tubuhku. Kepada Hoya. "Kau tau aku sangat kuatir padamu Hoya..." Seru Ku dengan kesal.

"I know terlihat Dari wajahmu kok...!" Jawab Hoya padaku.

"Hem..." Kami berdua kini terdiam. 

Hening...

Hening...

Hening...

Canggung...

"Eh... BIM... Sini " Seru Hoya dengan menarik tanganku dan mendudukanku depan jendela.

"Tunggu disini...!" Hoya berdiri dan pergi mengambil sesuatu. 

Tak lama hoya kembali lagi dengan membawa mie dalam cup Dan minuman dingin. 

"Nih...!!" Seru Hoya memberikan mie cup padaku.

"Makasih..." Jawabku tanpa senyum karena masih marah.

"Masih marah ya..??" Seru Hoya dengan duduk disampingku.

"Enggak cuman BT aja..." Jawabku.

"Hemm... Aduh... Tanganku..." Seru Hoya yang meringis kesakitan dibagian tangan.

"Kenapa kenapa...?" Seru Ku dengan menatapku Hoya kuatir.

"Gak apa apa..." Seru nya kembali padaku dengan senyum.

"Ihhhh Hoya...." Teriak.. Ku.

"Heheehehe..." Seru Hoya cenggegesan.

"Ketawa kau...!" Seru Ku.

"Abis manyun.. Mulu Dari tadi senyum kek..." Seru Hoya padaku.

"Nih... Nih.... Senyum...!!" Seruku dengan memberikan senyum yang terpaksa.

"Gitu... Dong..." Hoya menaikan alisnya. "Ehh... Gimana tadi sekolah...mu?" Tanya Hoya padaku.

"Emhhh.... Buruk....!!" Jawabku dengan menununduk.

"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Hoya kembali padaku.

"Hem....." Jawabku dengan mengganggukan kepalaku.

"Tadi kak Firza Dan kak Doni berantem...!!" Seru Ku kembali.

"Apa.....?" Jawab Hoya dengan mie penuh dimulutnya sehingga mie nya keluar kemana mama.

"Hoya jangan bicara saat mulut penuh...!!" Seru Ku. Lalu Hoya menelan mienya hingga ia batuk.

"Uhuk uhuk..." Aku mencoba mengusap punggungnya. Tak lama ia mengambil minuman dingin. Beberapa menit kemudian ia kembali stabil.

"Sorry BIM... Aku kaget...!!" Serunya.

"Gpp..." Jawabku.

"Terus terus...." Seru Hoya yang meminta ceritaku dilanjut.

"Terus mereka ke ruang BP. Lalu saat keluar wajah kak Firza ada darahnya." Seru Ku dengan menerangkan yang terjadi disekolah tadi.

"Terus terus..." Seru Hoya yang semangat mendengar ceritaku.

"Terus... Aku BT..." Seruku.

"BT??? BT kenapa?" Tanya Hoya padaku.

"BT karena gak bisa ngobatin... Kak Firza... Karena keduluan Elsa..." Seruku dengan wajah sedih.

"Aihhh... Kau BT gara gara itu? Kukira karena kaka mu berantem..." Seru Hoya padaku.

"Hehehe..." Aku hanya tersenyum.

Ketika kami mengobrol HP Ku berbunyi. Menandakan ada BBM masuk.
BBM

---------
Firza : BIM lagi apa...?

--------
"Ahhh Hoya lihat BBM Dari Kak Firza ahirnya... Hahaha..." Seru Ku dengan senang. Namun ada yang berubah ketika aku menyebut Firza. Wajah Hoya terlihat diam Tak seperti tadi. 

"BIM aku pulang duluan ya...!!" Seru Hoya yang tiba tiba.

"Kenapa ini kan masih siang...?" Tanyaku.

"Aku gak enak badan kayanya" Seru Hoya padaku dengan senyum. 

Aku pun mengikuti apa yang Hoya mau kita pulang. BBM Dari Kak Firza Tak Ku balas entah kenapa? Aku BT dengan Kak Firza. Mungkin karena BBM Kak Firza Hoya jadi pulang.

Dalam perjalanan pulang hujan turun dengan deras. Aku Dan hoya sudah berpisah saat keluar Dari gedung.

Aku mencoba berteduh disebuah toko yang sudah tutup. Aku berdiri seorang diri karena Tak membawa payung. 

Waktu menunjukan pukul 7 malam. Tapi aku masih berdiri didepan toko. Hujan yang turun Dari tadi Tak juga reda yang ada malah makin deras di sertai suara gledek Dan halilintar. Tak lama ada mobil berhenti didepanku.

'Mampus... Aku... Jangan jangan itu om om hidung belang atau tante genit najis banget... Tuhan selamatkan bima... Tuhan...'Keluhku dalam hati sambil melihat Mobil yang berhenti.
Seseorang keluar Dari mobil dengan menggunakan payung. Wajah seseorang itu Tak terlihat karena derasnya hujan. Namun seseorang itu mendekat padaku. Dan making dekat kulihat wajahnya aku kaget sekali.

"Masuk..." Dengan sinis.

"Hoya...!!" Panggilku.

"Masuk... Bim kamu mau sakit hah...?" Seru Hoya padaku dengan kuatir namun dengan wajah jutek.

Aku pun masuk kedalam mobilnya. Didalam mobil hoya memberikan jaket ala Korea yang tebal padaku Dan itu terasa hangat. 

"Hoya... Makasih. Tapi apa kau sedang jalan jalan?" Seru Ku yang mencoba mengajak Hoya bicara. Namun ia Tak menjawab pertanyaan Ku. Ia hanya fokus kedepan. 

Aku mencoba menarik nafas agar bisa tenang Dan tidak emosi karena pertanyaan tidak dijawab.

"Dari tadi belum pulang...?" Tanya Hoya padaku dengan tetap fokus menghadap jalan. 

Aku menarik nafas Dan tersenyum kearah hoya "Hehehe" akhirnya Hoya mau berbicara dengan Ku. "Belum..." Jawabku dengan senyum imut mirip Elsa. Entah kenapa rasanya senang sekali saat hoya mau bicara denganku. Namun sangat sedih saat dia tak mau bicara. 
Setelah itu Tak ada pembicaraan kembali. Kami siling diam. "Sebenarnya nih orang sifatnya gimana sih tadi ngelucu sekarang jutek? Apa dia kembar? Aduh aku bingung...?"

To be Continue...

[Next] Chapter 12

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment