Me Gustas Tu
-----------------------------
Part : 22
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------
"Let's Not Fall In Love"
***
"Kau.... Hoya... Kan...?" Seru seseorang yang bertanya pada Hoya. Aku Jung dan Elsa kaget. Dengan seseorang paruh baya itu.
"Papa....!!!" Seru Hoya yang membuat aku Jung serta Elsa makin kaget.
"Papa bim...!! Itu papanya hoya???" Tanya Jung berbisik padaku.
"Mungkin... Iya..." Gumamku berbisik kembali.
"Emmmhhh penampilan mu berubah Hoya...! Lebih Rapi...!!" Seru Papanya Hoya.
"Iya lah... Pah....!!! Papa ngapain...??" Tanya Hoya pada ayahnya dengan agak males sepertinya.
"Papa mau makan siang....!!! Ikut yu semuanya biar Om traktir...!!" Seru papanya Hoya pada kami semua.
"ahhhh bolehhh tuh... Om..." Seru Jung dengan response cepat. Bukkkk.... Kupukul perut Jung.
"Bikin malu..." Gumamku pada Jung. Elsa dan Hoya hanya tersenyum.
Lalu kami pun pergi ke sebuah restoran di mall. Restoran yang kami kunjungi adalah Restoran jepang. Papa Hoya menyuruh kami memesan makanan apapun yang kami mau. Kami pun memesan makanan yang disukai. Aku memesan sebuah Ramen. Jung dan Elsa memesan TakoYaki. Sementara Hoya dan Papanya memesan sushi.
"Jadi mana temen baikmu yang bisa merubahmu seperti sekarang???" Tanya papa Hoya pada Hoya.
"Ahhhh jangan bicarakan disini pah nanti aja..!!" Jawab Hoya yang wajahnya langsung memerah.
"Ayolah papah pengen tau... Apa yang ini" menunjuk Elsa. "Tidak tidak kau tidak mungkin berubah karena dia...." Seru papa Hoya. "Apa dia???" Kembali menunjuk Jung. "Tidak kau tidak suka bergaul dengan orang gendut...!!!" Seru kembali papa Hoya yang sedikit membuat Jung marah.
"Seperti nya yang ini ya...???" Tanya papa Hoya kembali.
"Kenapa saya om?" Tanyaku bingung.
"Karena kau mempunyai karisma dan sangat Mani's..." Jawabnya dengan senyum padaku. Dalam pikiranku. 'Apa papa hoya tau Hoya gay??' Tanyaku dalam hati.
"Udahlah... Pah..." Seru Hoya yang seperti nya malu.
Tak lama makanan yang kami pesan pun datang. Kami pun lalu memakannya. Beberapa menit kemudian terdengar bunyi telp dari HP papa Hoya. Papa Hoya pun segera mengangkatnya.
"Hallo"
"..."
"Hem..."
"..."
"Oke... Oke..."
Lalu telp pun ditutup. Setelah itu papa Hoya pamit pada kami semua.
"Om... Ada meeting sama klien. Jadi om duluan... Makanan udah Om bayar. Ohhh... Yahhh Hoya jaga dirimu... Dan jaga orang yang kau suka..." Seru papa Hoya yang langsung meninggalkan kami dengan senyum.
"Ayahmu baik Hoya..." Seru Elsa dengan memakan Takoyakinya.
"Hem.... Baik ganteng pula..." Seru Jung menambahkan ucapan Elsa.
"Tapi... Anaknya....!!" Seru Elsa.
"Kenapa ???" Tanya Hoya dengan serius.
"Jutek... Dan Jelek... Hahaha" Seru Elsa dengan senyum.
Tak lama Hoya menatapnya dengan tajam. "Ada masalah.... Hah..." Seru Hoya.
"Gak ada heheehehe..." Jawab Elsa dengan rasa takut.
"Udah selesai kan... Makannya yu... Belanja buat kemah..." Seru ku mencoba mencairkan suasana.
"Ayo ayo..." Jawab Jung.
Kami pun pergi meninggalkanku restoran. Lalu kami berjalan di mall.
"Hoya siapa yang kau suka...??" Tanya Elsa pada Hoya.
Hoya hanya terdiam. "Gak ada...." Jawabnya dengan cepat.
"Emmmhhh kirain ada..." Balas Elsa kembali.
"Emhhh itu supermarketnya.. Buruan...!!!" Seru ku pada teman temanku.
Kami pun memasuki supermarket. Kami langsung berpisah mengambil barang barang yang kami perlukan. Hoya pun langsung pergi.
"Aiiiihhhh kenapa mereka sendiri sendiri gini..." Gumamku.
Aku berjalan menghampiri Hoya. Karena aku bingung aku tak bawa uang.
"Bimmm... Gak pilih makanan??" Tanya Hoya padaku.
"Aku... Bingung.... Gak bawa uang....!!" Jawabku.
"Lohhhh kan aku yang bayarin... Bim buruan... Sana pilih makanannya...!!" Seru Hoya padaku.
"Hem....." Aku pun pergi ke tempat buah. Untuk membeli buah.
"Ahhhhh harganya naik... Ternyata... Kira kira cukup Gak ya...?" Gumamku sendiri.
"Cukup apa bim...??" Aku pun melirik kesebelah ternyata Hoya yang berbicara.
"Uangnya..." Jawabku.
"Ohhhhhh.... " Jawabnya. Aku pun kembali berjalan tanpa membeli buat takut uangnya kurang. Aku membeli makanan ringan dan minuman. Tak lupa aku membeli marsmelo untuk dimalam hari.
Lama berbelanja ahirnya selesai juga. Kami semua bertemu kembali dikasir.
"Udah beres bim...??" Tanya Elsa padaku.
"Udah.... " Jawabku. "Eh... Banyak sekali barang mu Sa....?"Tanyaku pada Elsa.
"Dikit... Kok... Hehee" Jawabnya dengan senyum.
"Heh... 2 keranjang sedikit gimana banyaknya...!?" Tanya Jung sambil berpikir.
Tak lama giliranku untuk membayar. Hoya ada disampingku.
"Totalnya 100.000 Rupiah de..." Seru seorang kasir.
Hoya pun memberikan sebuah ATM yang unlimited.
"Hah.... Hoya kamu pake ATM...??" Tanya ku kaget. Tapi hoya hanya tersenyum padaku.
"Ini kartunya..." Seru seorang kasir mengembalikan kartunya. Giliranku selesai mini giliran Hoya. Aku menunggu di depan kasir.
Kulihat Hoya membeli buah yang tadi kulihat serta coklat. Setelah selesai kami pun turun keparkiran untuk pulang.
Sampai diparkiran Jung dan Hoya menyalakan mesinnya. Jung kulihat tak juga berhasil menyalakan motornya seperti nya mogok lagi.
"Gimana Jung...?" Tanyaku.
"Mogok lagi... Bimmm" Seru Jung.
"Terus gimana gua balik Jung...??" Tanya Elsa.
"Gak tau... Gua juga sa....!!" Seru Jung.
"Bim... Gimana ?? Mama barang ku banyak lagi... Ah..." Seru Elsa yang mendumal kesal.
"Hoya... Anterin Elsa ya....?" Pintak pada Hoya.
"Lahhh terus kau bim...?" Tanya Hoya padaku.
"Aku sama Jung... Aja...!!" Seruku.
"Motor Jung mogok bimmm..." Jawab Hoya dengan menatapku.
"Gak apa apa aku tungguin sampai nyala kok..." Seru ku pada Hoya.
"Kalau Gak nyala...?" Tanya Hoya padaku.
"Ya pulang sendiri lah... Udah anterin Elsa udah sore kasian...!!" Seru ku.
"Naik sa buruan...!!" Seru Hoya dengan manyun.
"OK OK OK... Makasih Bim Hehehe... " Ucap Elsa padaku.
"Sama sama sa..."
Elsa pun naik ke motor. Tak lama Hoya menatapku. "Tunggu disini... Jangan kemana mana..." Pinta Hoya padaku. Lalu aku hanya tersenyum.
Elsa dan Hoya pun pergi meninggalkanku Jung dan aku.
Aku rubah pandanganku ke arah Jung lalu duduk disampingku Jung yang sedang membetulkan motornya.
"Bim....!!" Seru Jung padaku.
"Apa....??" Tanyaku pada Hoya.
"Gue suka sama Elsa Tapi... Bingung cara ungkapinnya...!!" Seru Jung yang bercerita padaku.
"Apa???? Seriusan Jung ????" Tanyaku kaget.
"Serius... Lah bim... Cuman Elsa kayanya Gak pernah sadar akan... Aku... Mungkin aku jelek Kali ya... Bimmm!!" Seru Jung padaku.
"Gak boleh gitu.... Coba nyatain dulu aja... Tapi pas timing nya pas... Jung...!!" Seru ku memberikan saran.
"Hemmm aku juga lagi nyari nie Bim..." Seru Jung.
Tak lama motor Jung pun menyala.
"Yes... Bim udah nyala niehhh...." Seru Jung yang senang padaku.
"Syukur lah... Jung..." Jawabku.
Namun kulihat Hoya pun datang tempat waktu.
"Gimana udah nyala???" Tanya Hoya yang baru saja datang pada Jung.
"Udah nieh baru aja... Hehehe..." Jawab Jung dengan senyum.
"Ya udah bimmm aku anterin ya...!!" Seru Jung padaku.
"Emhhh Gak usah Bima biar aku aja... Entar mogok tengah jalan lagi....!!" Seru Hoya.
"Iya juga sih... Kasihh nanti kau bim... Hehehe.." Seru Jung. "Ya udah naik motor Hoya aja... Bimmm" pinta Jung padaku.
"Gpp Jung...??" Tanyaku.
"Gpp bimmm....!!" Jawab Hoya dengan senyum.
"Ya udah naik Bim...!!" Seru Hoya. Aku pun mengganggukan wajahku. Dan langsung menaiki motor Hoya.
"Duluan Jung...." Seru Ku. Jung pun tersenyum. Aku dan hoya pun pergi meninggalkanku Jung.
Dalam perjalanan aku bertanya pada Hoya.
"Hoya...."
"Apa.....?" Tanya Hoya padaku.
"Apa papa mu tau kamu gay....?" Tanyaku dengan hati hati.
"Tau....." Jawabnya singkat yang membuat ku kaget.
"Terus.....!!!" Seruku.
"Terus.......
...
...
...
Hoya/Bima
To Be Continue
[Next] Chapter 23
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment