Friday, 8 January 2016

MGT Chapter 3: Let's Not Fall in Love


Me Gustas Tu


-----------------------------
Part : 03
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***

Aku pun melangkah kan kaki kekelas dengan rasa aneh yang mengganjal...

Pelajaran dikelas ku belum mulai karena guru mata pelajaranku belum datang. Aku duduk di samping Elsa dan disebelahku namanya Jung dia temen baik ku dikelas orangnya Gendut dan chabi dan doyan makan.

"Bima...!!" Seru Elsa yang tiba tiba mencolek ku. Namun aku biarkan tak aku gubris sama sekali.

"Bima...!!" Seru kembali Elsa. Namun tetap tak aku gubris.

"Woi... Kamprett lu tuli... Hah... Aku udah anggun masa harus emosi..." Seru Elsa yang tiba tiba sifat lakinya muncul. Lalu aku menatapnya yang sedang marah dan emosi.

"Hahaha...." Lalu aku tersenyum terbahak bahak melihat ekspresinya yang lucu anggun tapi laki hahaa.

"Kenapa ketawa ada yang lucu???" Seru Elsa dengan nada marahnya.

"Hahah Sorry... Sorry... Kamu lucu tampilan Anggun tapi sikap tomboy adeh... Lain kali jangan dimunculin ya...?" Jawabku dengan memberi sedikit wejangan yang sok bijak kaya kancil yang bijak.

"Abisnya kamu juga sih bim....." Seru Elsa dengan sedikit menurunkan emosinya.

"Hem... Ya udah lah... Ada apa panggil panggil...?" Tanyaku yang kini mulai serius. Elsa menarik nafasnya lalu duduk dikursi.

"Bim... Bantuin aku deket sama kak Firza dong...!! Please....!!!" Seru Elsa dengan mata berbinar yang membuatku terkesima.

"Apa....????" Jawabku kaget.

"Kok kaget ada yang salah? Bim?" Tanya Elsa padaku.

'Buset Elsa minta aku deketin dia ama kak Firza Rasanya dihati makin terasa sakit kaya ada orang nusuk hati pake jarum yang tajam dush dush... Kenapa?? Ini Rasa apa ini' Keluh ku dalam hati dengan menatap Elsa yang masih memunculkan wajah berbinarnya.

"Bim..."

"Bim...."

"Bima......" Teriak Elsa menyadarkan ku dari lamunanku.

"Iya Sa ada apa??" Tanya ku dengan polos tanpa memperhatikan Elsa dari tadi.

"Aiss..h kau ini apa yang sedang kau pikirkan hah...?" Tanya Elsa padaku.

"Gak ada sa, aku tadi cuman bingung aja..." Jawabku mencoba memberikan alasan yang bagus.

"Bingung kenapa ??? Bim??" Tanya Elsa kembali.

"Bingung cara buat deketin kamu ama kak Firza." Jawabku dengan menaikan turunkan alisku.

Wajah Elsa pun memerah. 'Andai kau tau aku kesel kamu deket ama kak Firza pasti kita Versus jadi musuh.' Keluhku dalam hati.

"Ah... Itu mah gampang... Kau ikutin aja apa yang aku perintahkan ya...?" Seru Elsa padaku. 

"Ohh... Begitu... Oke lah oke..." Jawabku dengan senyum senyum.

"Nah sekarang aku minta kamu mintain pin bb nya Kak firza bisa gak???" Tanya Elsa padaku.

"Emmmhhh... Nanti coba aku usahain kalau kak Firza datang kerumah soalnya malam minggu kan... Biasanya suka nongkrong bareng kak Doni ya... Sa...?" Jawabku.

"Oke lah sipp usahain ya kamu teman terbaik deh bim..." Seru Elsa yang memuji ku teman baik.

'Teman baik karena ada maunya... Hahaha' keluh ku dalam hati.

Elsa pun selesai berbicara ia memutur tempat duduknya karena guru pun sudah datang.

'Hem... Kenapa harus aku coba yang nolongin elsa gak mau sebenernya apa lagi dihati sekarang ada yang aneh tapi mau gimana Elsa temen baik dan kak firza juga deket sama kak doni jadi ya mau gak mau bisa deketin mereka. Tapi apa gak apa apa..? Kata anak itu HATI HATI DENGAN COWO... Apa kak Firza ngaruh ya... Entahlah aku bingung...' Kuluhku dalam hati dan aku langsung fokus ke guru didepanku.

***

Teng Tong...

Teng Tong....
Waktu istirahat pun tiba semua anak anak berhamburan sementara Elsa pamit mau keperpus ada tugas yang belum selesai. Lalu aku pergi berjalan kebelakang sekolah dilantai 4 atap sekolah disini lah tempatku saat istirahat bila sendiri. Kalau berdua biasanya dikantin sama Elsa.

Angin yang berhembus sepoi sepoi saat enak dinikmati dijam istirahat.

Aku pun menutup mataku. Lalu bisikan angin dan ricuh anak anak kudengar seperti alunan nina bobok. Tak lama kudengar ada suara langkah kaki menghampiriku. Suaranya makin dekat dan makin dekat. Lalu kubuka mataku dan yang kulihat adalah seseorang yang dicintai Elsa seseorang yang tinggi dan Handsome. 

"Kak... Firza.. Kok bisa disini...?" Tanya ku kaget melihat kak Firza yang berada didepanku.

"Iya nih... Kaka lagi nyari tempat buat sendiri... Hehehe " Jawab kak Firza dengan menggaruk garuk kepalanya.

"Oh..." Jawabku singkat.

"Kau sendiri bim?" Tanya kak Firza padaku.

"Aku cuman... Istirahat aja kak..." Jawabku. 

Hening....

Hening...

Hening....

Angin.... Berhembus
"Eh... Boleh duduk...?" Tanya kak Firza padaku. Aku pun mengganggukan wajahku. Kak Firza pun duduk disampingku. Wajahnya yang tenang nan tampan namun dipikirannya seolah ada yang dipikirkan.

"Bim...!!" Seru Kak Firza padaku.

"Iya..." jawabku.

"Boleh kaka cerita sesuatu...?" Tanya kak Furza padaku.

"Boleh kak... Ada apa...?" Tanya ku pada kak Firza.
"Kaka suka sama seseorang..." Seru Kak Firza dan Deg... Dadaku terasa sakit entah kenapa setelah mendengar itu dadaku sakit banget. Tapi aku masih tetap mendengarkan. 

"Tapi...." Lanjut Kak Firza.

"Tapi kenapa kak??" Tanya ku.
"Tapi ada orang yang menyukai ku dan aku masih tak memberi jawaban. Aku... Bingung harus bicara apa padany...!!" Seru Kak Firza yang bercerita.

"Emmhhh ya udah kaka putuskan saja yang menyukai kaka bilang kaka gak suka dan bilang cinta sama orang yang kaka suka... Bereskan..." Jawabku yang mencoba memberikan solusi toh ini masalah kecil juga antara suka dan enggak.

"Hehehehe..." Kaka Firza tertawa devil. Entah kenpa dia tertawa.

"Kenapa ketawa kak??" Tanyaku bingung.

"Kau menjawab dengan mudah tapi masalahnya tak segampang itu..." Seru kak Firza yang membuatku makin bingung.

"Lalu...?" Tanyaku kembali.
"Orang yang mencintai ku adalah teman sekolah dan dia adik kaka soudara dengan orang yang aku cinta. Entah apa yang akan terjadi kalau aku memberikan jawaban aku tidak suka kepada orang yang menembakku. Dan lalu aku menyatakan cinta pada adiknya. Apakah itu akan baik baik saja..? Kurasa tidak yang ada hubungan ku dengan mereka akan hancur..." Seru Kak Firza padaku dengan menatap mataku dan kami saling bertatapan.

"Jadi... Orang yang mencintai kak firza adalah kakanya yang adik kak firza suka...???" Tanyaku kembali mencoba meyakinkan.

"Hem..." Kak Firza menggangukan kepalanya.

"Waw... Itu sangat rumit kak... Sepertinya jawaban hanya kaka yang punya..." Jawabku.

Teng Tong

Bel berbunyi kami terdiam satu sama lain.

"Ya udah makasih udah mau dengerin kaka... Bim... Kaka balik ke kelas ya..." Seru kak Firza. Aku pun menggagukan kepalaku. Sementara kak Firza melaju hingga bahunya tak terlihat lagi. Saat itu aku berfikir 'Ada yang ku lupakan. Tapi apa???' Seru ku dalam hati.
Aku pun melangkahkan kaki kekelas dengan perlahan.

"Kira kira siapa yang dicintai kak Firza lalu siapa yang suka kak Firza aku penasaran. Lalu Elsa... Eh... Tunggu tadi aku lupa minta Pin ah... Anjrit kenapa bisa lupa... Huh..." Aku berbicara sendiri dilorong.

"Tapi tunggu nanti malam juga pasti kerumah sabar sabar..." aku pun merasa lega lalu aku berlari kearah kelas dengan cepat karena ternyata sudah telat.

...
...
...
...

----------------------------
To be continue
-----------------------------
[Next] Chapter 4

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment