Tuesday, 26 January 2016

MGT Chapter 29: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu

-----------------------------
Part : 29
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
---------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***

Pagi hari pintu didobrak.

Brak...kkkkk

"Hah....."


"Siapa mereka......" Seru orang yang mendobrak pintu gubuk.

"Aku Gak tau..." Seru temannya.

Aku dan Hoya pun terbangun. Lalu melihat kearah mereka. Tanpa menyadari posisi ku sedang dipeluk Hoya.

Tak lama kami pun tersadar akan posisi kami aku pun segera bangun walaupun tanpa Celana mencoba duduk. Hoya pun sama.

Lalu 2 orang yang mendobrak pintu menghampiri kami.

"Kalian siapa? Apa yang kalian lakukan digubuk kami ?" Tanya seorang pria dengan pelan pelan.

"Maaf maaf...." Gumamku hanya meminta maaf.

"Kalian mesum ya...?" Tanya temannya yang ternyata perempuan.

"Ahhhhhh tidak bak... Kami tidak mesum..." jawab Hoya dengan panik.

"Buktinya dia tak memakai Celana.." Seru sang wanita dengan menunjuku. "Dan kau tak memakai baju... Apa lagi kalau bukan mesum hah...?" Tanya sang wanita dengan menunjuk nujuk Hoya. 

"Itu... Itu..." Jawab Hoya.

"Apa hah..." Potong sang wanita ketika Hoya bicara dengan nada tinggi.

"Sabar mah sabar..." Seru sang pria yang memanggil wanita disebelahnya mama. Itu artinya mereka suami istri. "Coba dijelaskan de..." Lanjut pria itu.

"Baik Tapi saya sambil Celana dan baju terlebih dahulu." Seru Hoya. Sang pria pun mengganggukan kepalanya menandakan boleh. Lalu Hoya berdiri mengambil celana dan baju. Hoya pun kembali dan memberikan Celana padaku. Sementara Hoya pun sudah memakai baju. Lalu duduk kembali disampingku dan berhadapan dengan suami istri tadi.

"Begini pak..." Hoya mulai bercerita. "Kemaren kami bermain disini. Tak lama hujan turun. Ketika kami ingin berteduh. HP teman saya ini jatuh kesungai. Dia pun mengambil nya dengan hujan hujanan." Lanjut Hoya bercerita. 

"Emmmhhh.. Terus.." Seru sang pria.

"Hujan makin lebat. HP teman saya pun ketemu. Karena hujan lebat kami pun memutuskan untuk berteduh di gubuk ini. Baju teman saya basah Tapi saya tidak, karena saya menggunakan payung... Lalu kusuruh dia membuka pakaian nya dan memakai punyaku. Begitu pak bu " Seru Hoya yang bercerita.

"Ohhh begitu..." seru pria didepanku.

"Kami juga sekarang mau pulang pak bu..!!" Seru Hoya kembali.

"Emang pulang kemana?" Seru sang wanita yang mulai mendingin.

"Pulang ke perkemahan bu..." Jawabku.

"Oh.... perkemahannya dimana?" Tanya kembali sang ibu. 'Bawel banget nie ibu kan mau pulang bukan interview kerja.' Gumamku dalm hati.

"Diujung sana bu..." Jawab Hoya.

"Ohhhhh...." Seru sang ibu.

"Perlu kami antar de kesananya...?" Tanya bapak bapak.

"Gak usah pak kami bisa sendiri kok..." Seru Hoya. 

"Ya udah kalau gitu..." Seru sang bapak.

Aku dan Hoya pun keluar dari gubuk atau rumah. 

"Hati hati ya...!!!" Seru sang bapak.

Kami mengganggukan kepala dan tersenyum. Kami pun mulai berjalan kearah perkemahan. 

Kami berjalan melewati rindangnya pepohonan. Suasana sejuk nyaman dan sangat indah bagiku.

Lalu kulihat wajah Hoya. Pemandangan yang indah kini makin sempurna. Wajah Hoya semakin membuat ku tenang. Dan bisa membuatku tersenyum.

"Kenapa kau tersenyum my prince?" Seru Hoya yang tiba tiba menatapku dengan tajam.

"Hah...!!!" Jawabku kaget karena wajah Hoya mendekat padaku. 

"Kenapa wajahmu memerah bim?" Tanya Hoya kembali padaku. Wajahmu mungkin merah karena malu. Tapi kenapa? Kok bisa gini. 

Dengan cepat kualihkan wajah Hoya dengan tanganku agar menghadap kedepan.

"Sudah ayo cepat jalan..." Jawabku tak membalas pertanyaan Hoya.

"Ohhh Ok..." Seru Hoya yang langsung berpikir. Entah apa yang dipikirkannya sekarang. Tak lama ia menatapku kembali.

"kenapa hah...?" Seruku dengan nada tinggi.

"Emmmhh... kau tak menjawab pertayaanku bim...!! Seru Hoya dengan berjalan.

"Lalu..." Tanya ku heran pada Hoya.

"Emmm.... apa kau suka padaku bim...?" Tanya Hoya padaku yang membuat jantungku tiba tiba berdetak sangat kencang.

"Hah....!!!" Jawabku kembali dengan kaget.

"Kau suka padaku ya...?" Tanya Hoya kembali dengan mendekatkan wajahnya padaku.

Aku dengan cepat memalingkan wajahku kearah kiri. Dan mulai berjalan cepat seperti kerta express karena malu. Tapi Hoya mengejarku dengan agak cepat pula. 

"Bimm jawablah...?" Seru Hoya padaku.

"Jangan bicara aneh aneh kau. Atau mau kupul kau hah..." Jawabku dengan tetap memalingkan wajahku dan memerah. 

"Ayolah bimmm jawab... atau mau kucium.. lagi..." Seru Hoya. Dengan memengang pundakku.

Dan bukkkkkk.... aku pukul perut Hoya secara reflex. Entah kenapa? Entah malu atau emang pengen mukul.

"Aduhhh bim... sakit.." Seru suara Hoya. Dengan cepat aku membalikkan tubuhku dan melihat keadaan Hoya.

"Hoya Sorry..." Seru ku kuatir keadaan Hoya.

"Aduhhh bimm sakit... sumpah bim..." Seru Hoya yang tetap mengeluh kesakitan.

"Aduhh gimana hoya aku bingung... ??? Apa yang harus ku lakukan hoya..." Jawabku panik dengan mengacak acak rambutku.

"Gampang bim... cukup..." Seru Hoya yang lalu terdiam.

"Cukup apa??? Hoya...?" Tanyaku dengan panik setengah mati.

"Cukup cium aja... bim..." Seru Hoya yang langsung tersenyum hehehe.

Aku terdiam dan menatap wajah Hoya. Aku ingin marah tapi entah kenapa aku tak bisa marah. Yang ada kini aku mencium Hoya. Dengan wajah manis dan polos. Tak lama kulepaskan ciumanku.

"Gimana? Udah mendingan?" Tanyaku pada Hoya. tapi Hoya terdiam menatapku entah kenapa.

"Hoya..." panggilku.

"Iya my prince..." Jawab Hoya.

"Udah baikan belum...?" Tanyaku kembali.

"Udah udah...!!!" Seru Hoya seperti orang linglung. "Ya udah kita lanjut kemah udah deket tuh..." Lanjut Hoya.

"Hemmm...." Jawabku dengan senyum.

Kami pun mulai berjalan kembali. Tapi kali ini Hoya hanya terdiam seolah sedang memikirkan sesuatu. 

Tak lama kami pun sampai diperkemahan. Temen teman dan guru guru banyak yang kuatir pada kami. Namun ketika sudah dijelaskan mereka mau mengerti. 

Aku dan hoya pun disuruh istirahat. Namun kami berdua tak mau.

"Ya udah istirahat aja..." Seru Kak Doni.

"Iya bener kalian pasti capek..." Lanjut kak Firza.

"Emmmhh... emang acara selanjutnya apa kak...?" Tanyaku pada kak Doni. Tak kulirik kak Firza sedikitpun.

"Acara game to the do to the or DOOR...!!" Jawab kak Doni.

"Appan tuh...?" Tanya Hoya bingung.

"Game main tembak tembakan dihutan. Menggunakan pistol isinya slam..." Jawab Kak Firza.

"Ohhhh wihhh seru tuh...!!!" Jawabku.

"Aku mau ikut..." Lanjutku.

"Kamu gak istirahat bim..." Seru kak Firza.

"Gak usah..." Jawabku jutek pada kak Firza.

"Kau Hoya...?" Tanya kak Doni.

"Aku juga ikut...."Seru Hoya.

"Emmmhhh ya udah sekarang kalian ganti baju ambil pistolnya terus kumpul dideket hutan bareng anak anak lain." Seru kak Doni.

"Baik kak..." Jawab kami berdua.

"Ya udah kami berdua kesana duluan." Seru kak Doni.

"Bye...!!" Lanjut kak Firza. Aku menatap wajah kak firza. Entah kenapa aku sangat membencinya sekarang. 'Apa karena dia tidak perhatian...?' Tanya ku dalam hati.

"Heh... malah ngelamun. Yu ganti...!!" Seru Hoya.

Kami berdua pun mengganti pakaian. Kami kini kami menggunakan pakaian mirip abri serta helm pelindung kepala.

"Udah siap bimmm...?" Tanya Hoya dengan menggoyang goyangkan pistol mainannya.

"Siap..." Jawabku dengan memberikan jempol tanganku.

"Ya udah yu...!" Seru Hoya.

Kami pun berjalan kearah lapangan dekat hutan. Anak anak berbaris rapih menggukan pakaian sama sepertiku.

Aku berdiri disebelah Elsa.

"Bim... tau gak...?" Tanya Elsa.

"Tau apa...?" Tanya ku balik.

"Aku udah jadian sama firza...!!" Seru Elsa dengan senyum senyum senang.

"Selamat ya..." Jawabku dengan hati seperti tertusuk duri belati.

"Heh... kalian ngobrol mulu..." Seru senior dari belakang yang membuat aku dan elsa terdiam.

"Kalian paham? Kalian harus menembak teman kalian atau musuh. Nanti yang bertahan akan diberikan hadiah ok.!!!" Seru senior didepan kami menggunakan toak.

"siap mengerti."

Kami berjalan terpisah pisah didaerah hutan. Aku sendiri deg degan takut ditembak orang walaupun cuma slam. 

Tak lama kulihat Jung sedang menembak Elsa. Aku lihat dia setelah menembak elsa terjatuh pura pura ketanah.

"Sorry sa hahaha..." Jung tertawa puas. Padahal dia harusnya sadar kini aku dibelangkannya.

"Jung...." Panggilku.

Saat dia melihatku langsung kutembak

"DOOR" 

Suara peluru terdengar. Setelah menembak aku meniup pistol ku dan tersenyum devil.
Aku pun mulai berjalan mencari mangsa lain.

Tak lama Beti muncul didepanku dengan jarak agak jauh. 

"Aku mau membunuh mu" seru Beti.

"Kenapa?" Tanya ku.

"Karena kau membunuh Jung..." Seru Beti.

"Hah...." Aku tercengang.

"Door" 

Beti menembakkan pistolnya aku menutup mata.

"Tidak..." Seru ku drama.

Tapi tak terjadi apa apa. Ketika kulihat Hoya sudah didepanku. dia sudah tertembak.

"Bim... aku aku...." Seru Hoya dengan terbata bata dan langsung jatuh ketanah.

"Hoya..." seru ku lalu jatuh ke Hoya.

"Hoya bangun Hoya... jangan mati dulu." Seru mu dengan mengoyang goyang tubuh Hoya.

"lebay..." Seru Beti.

"Door"

Beti kembali menbakan pistolnya padaku. Dan tepat padaku.

"Kau... aku belum siap... hah... wanita jalang...." Seru ku langsung tertidur ketanah mati.

The End Door

Beti Winner.

...
...
...
...
...

BETI/BIMA

To Be Continue

[Next] Chapter 30

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment