Tuesday, 26 January 2016

MGT Chapter 26: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu

-----------------------------
Part : 26
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***

Good... Good...." Jawab Jung.

"Aiiihhh" seru Ku Jung dan Elsa.

Setelah berbincang kami putuskan untuk mandi karena memang sudah tak ada jadwal dari sekolah. Aku pun mengambil perlengkapan mandiku ditenda.

"Bim.... Mau bareng Gak...??" Tanya Jung padaku ditenda.

"Emang kamar mandinya rame rame lagi Jung ?" Tanyaku balik pada Jung.

"iya rame ramelah bim... Namanya juga kemah..." Jawab Jung dengan senyum. "Kenapa emang bim...?" Tanya Jung kembali.

"Gpp duluan aja deh...." Jawabku.

"Hemmm kebiasaan mandi paling ahir... Bim... Hati hati entar ada yang merkosa loh bim kalau sendiri hahaha" seru Jung dengan pergi keluar.

"Kampret... Kau Jung..." Seru ku teriak. 'Padahal aku kan cuman Gak mau ada orang yang liat tubuh doang Hehehe malu lah. Emang gay lain yang ketika dikasih cowo telanjang langsung ngiler. Aku Beda tak begitu.'Gumamku dalam hati sambil berbaring. Tak lama Hoya datang dengan membawa makanan pop mie 3.

"Bim... Makan... Nieh...?" Seru Hoya padaku.

"Pop mie????" Tanyaku heran. "Kok bisa ada pop mie..??" Tanyaku kembali.

"Tadi aku beli disana ada warung... Kok...!!" Seru Hoya padaku.

"Oh......" Aku pun langsung memakan Pop mie ku. 

"Jung kemana?" Tanya Hoya padaku.

"Lagi mandi...." Jawabku dengan memakan mie dimulutku.

"Kau tak mandi...?" Tanya Hoya kembali padaku.

"Nanti nunggu sepi... Lagi pula malu kalau banyak orang..." Jawabku dengan mengaduk aduk mie.

"Emmmhhh... Ya udah nanti kita mandi bareng... Sambil liat punya siapa paling besar.." Seru Hoya dengan santai bicara padaku. Dan aku seketika kaget.

"Hah.......!!!!!" Seru ku kaget. "Tidak Hoya aku mandi sendiri aja Gak usah bareng..." Seru ku dengan wajah memerah dan gugup.

"Pokoknya kita mandi bareng...!!" Seru Hoya kembali dengan senyuman mesum.

"Tidak..... Tidak... Tidak..." Jawabku dengan menggelengkan kepalaku beberapa Kali. 

Lalu Jung masuk tenda dia sudah selesai mandi.

"Eh... Jung..." Seru ku tersenyum.

"Makan Jung tuh mie nya keburu dingin.." Seru Hoya pada Jung.

"Iya iya thanks... Ya..." Seru Jung.

"Gimana mandi nya Jung ?" Tanyaku penasaran.

"Gila bim dingin udah gitu anak anak pada ngukur burung mereka... Siapa yang paling gede bim.... Jaman udah gila..." Seru Jung dengan geli.

Aku menelan ludah ku. "Aihhhhhhh ..." Seruku.

"Terus kau ikut??!" Tanya Hoya.

"Kagak lah... Dihhhh geli amat.... Gua...." Seru Jung dengan merinding.

"Emmmhhh untung aku tak mandi bareng... Hehehe" seru ku.

"Iya kau untung bim... Gua Gak untung mending liat Elsa ngambek deh dari pada yang tadi... Serem..." Seru Jung.

Makanan ku dan Hoya sudah habis.

"Kita mandi..." Seru Hoya.

"Gak duluan... Aja....!!" Seru Ku menolah.

"Ayolah... Bim... Aku takut sendiri.." Seru Hoya padaku.

"Udah sana bim... Temenin hoya kasian tuh..." Seru Jung.

"Uhhhhhh... Iya iya bentar..." Seru Ku.

Kami pun keluar tenda.

"Jangan ngukur siapa yang paling gede... Loh hehehehe" seru Jung dengan senyum devil.

"Kampret... Lu..." Seru ku. Sementara Hoya hanya terdiam.

Aku dan hoya pun berjalan waktu menunjukan pukul 5.30 WIB. Dalam perjalanan aku melihat pohon pohon saja. Sampailah kami di sungai. 

"Ya udah mau bareng Gak....?" Tanya Hoya padaku.

"Gak usah... Duluan... Aja..." Seru ku dengan jutek.

"Tapi jangan ngintip ya...!!" Seru Hoya padaku.

"Aiiihhh ngapain... Ngitip Gak nafsu mending liat Kak Firza.." Seruku.

Hoya tak menjawab lagi dia langsung melepas pakaiannya. Aku melirik sedikit tubuh Hoya. Tubuh nya sangat atletis. Berbeda dengan apa yang kubayangkan. Tak lama aku melirik kearah pohon. 'Maaf hoya aku tadi mengintip... Tubuhmu sangat indah... Hehehehe' Gumamku dalam hati. 

"Sudah bim... Sana gantian..." Seru Hoya yang telah lengkap memakai pakaiannya.

"Hemmm..." Aku pun berjalan mendekat sungai. Kupegang airnya. "Gila.... Dingin... Banget...." Gumamku.

"Mau hangat... Sini aku peluk" seru Hoya dari jauh.

"Gak usah..." Jawabku. Aku pun langsung mandi dengan cepat agar cepat selesai. Setelah selesai kami pun kembali ketenda sambil mengobrol. 

"Seger bim...?" Tanya Hoya padaku.

"Seger???? Dingin... Iya..." Jawabku sambil mengigil.

"Hahahaha " hoya hanya tersenyum. 

Sampai ditenda aku langsung mengambil jaket ku. Walaupun sudah memakai baju panjang tetap saja udaranya dingin banget. 

"Bim... Nie susu dikasih panitia buat angetin diri..." Seru Jung padaku.

"Makasih Jung..." Seru ku berterima kasih.

"Minum diluar tenda yu.!!!" Seru Jung.

"Enggak ah... Dingin Gak kuat aku..." Seru ku yang langsung berbaring ditenda. Sementara Hoya duduk diluar tenda.

Ketika berbaring ditenda. Aku ambil HPku. Aku coba menghubungi Kak Firza lewat BBM dengan ping 

Ping!!!

Ping!!!

Namun tak ada jawaban sama sekali. Mungkin dia sedang sibuk. 

Tak lama suara toak terdengar.

"Anak anak segera tidur karena besok banyak aktivitas." Seru suara toak.

Jung dan Hoya pun masuk kedalam tenda lalu berbaring bersama ku. Hoya di tengah tengah Jung disisi yang satunya.

"Jung... Pinjem.. HP..." Seru Ku.

"Buat....??" Tanya Jung dengan tegas.

"Pengen main... Jung... Hay day... HP mu kan ada..."Seru ku dengan menaikan Ali's.

"Nih nih..." Jung memberikan HPnya. "Anak TK mainin Hay day.." Seru Jung menyindirku.

"Hehehehe" aku hanya tersenyum

"Tidur bukan main game.." Seru Hoya padaku.

"Gak ngantuk..." Jawabku.

Aku langsung membuka game hayday.

"Aiiihhh..." Kagetku. Melihat game yang sudah mencapai level 101. "Jung kok udah level 101 perasaan kemaren baru level 27..." Seru ku dengan bingung.

"Mana mana..." Seru Hoya yang ingin melihat.

"Aku mainin.... Pas lagi bosen...." Seru Jung.

"Ahhhh... Jadi siapa yang anak Tak hah....?" Tanyaku pada Jung.

"Hehehehe..." Jung hanya tertawa. 

Ketika mengobrol tak lama ada senior yang menggoyang goyangkan tenda dan menyuruh kami untuk tidur.

"Tidur tidur...." 

Kami pun reflex langsung menutup mata kami bertiga.

Wiuw... Wiuw.... Wiew.....

Wiuw...... Wiew....

Suara ambulan terdengar dari toak... Membangunkan kami semua. 

"Bangun... Bangun.... Dalam hitungan 10 semua harus ada di lapang..." Seru serior melalui toak.

Dan mereka membangunkan ku tempat pukul 9 malam. Sama seperti apa yang kupikirkan tadi sore. 

Dan dengan cepat kami bangun langsung memakai sepatu tanpa melihat sepatu. 'Mata masih ngantuk dingin... Ah... Brengsek....' Gumamku dalam hati. 

"HP aman bim?" Tanya Jung.

"Aman. Tenang... Hehehe" seruku dengan bangga.

"3" seru senior.

"Buruan... Malah ngobrol..." Seru Hoya.

Aku Jung dan Hoya pun berlari dengan Hybrid tanpa tengok kiri kanan atas bawah lagi. 

"Hoya... Sepatu ku kok agak... Longgar..."seruku pada Hoya dengan bingung.

" kupikir cuman aku... Yang longgar nieh... Sepatu ku juga..." Seru Hoya.

"Sepatu ku sempit banget malah..." Seru Jung meringis kesakitan. Kami pun melihat kearah sepatu. 

Sepatu kami tertukar.

"Pantes sempit... Tukar buruan..." Seru Jung. 

"Hehehehe iya iya " seru ku.

Kami menukar sepatu dengan cepat dan buru buru. Lalu kami lanjutkan berlari.

Tak lama kami pun sampai dilapangan dengan terenggah enggah. Kulihat Elsa dan yang lain pun sudah sampai. Kami pun berbaris dengan rapih. Anak anak yang telat pun ada Tapi yang paling telat Beno. 

"Lambat....." Seru senior didepan ku dan anak anak yang lain.

Kami hanya tertunduk diam.

"Jongkok..." Seru Senior.

Kami pun tak melawan apa yang diperintahkan. Kami mengikuti perintah untuk jongkok.

"Kalian jalan sambil jongkok keujung sana.... Cepat..." Serunya.

'Mampus aku jalan jongkok... Gila... Paha ku bakal pegel banget... Ahhhhh anjrit.... Banget...' Keluhku dalam hati.

Kami pun mulai berjalan jongkok dengan suasana malam yang dingin dan Bintang berhamburan dilangit.

Di tengah perjalanan kami dihentikan senior karena ada yang ketawa ketawa cekikikan. 

"Kalian udah telat... Malah ketawa lagi... Tiarap...." Seru senior. 'Anjir.... Tadi jongkok sekarang jalan tiarap... Ini kemah... Atau penyiksaan... Nyesel aku ikut...' Omelku kembali.

Kami pun berjalan dengan tiarap.

"Gila bim... Sebulan gua disini bisa langsing gua..." Seru Jung yang tubuhnya gemuk.

"Hahaha... Gak apa apa ada hikmahnya kau ikut kemah jadi langsing hehhehe..." Seruku pelan dengan menertawakan Jung.

"Suttt ngobrol mulu..." Seru Hoya.

Tak lama kami pun sampai diujung lapangan. Aku berdua diujung paling belakang deretan. Didepanku Hoya dan Jung.

"Sekarang balik kanan.. Semuanya..." Seru senior.

Dan ketika balik kanan buset aku jadi paling depan.

"Yang paling depan jadi ketua...!!" Seru senior. Mampus aku, aku paling depan dan aku jadi ketua. Mana jerit malam, mana aku penakut. Ah.... Nyesel nyesel banget aku ikut.

Kelompok jerit malam ada banyak bukan cuma aku yang jadi ketua. Ada anak anak lain juga kok.

Regu pertama mulai berangkat. Aku regu 3 bersama Hoya,Jung,Elsa,Betie Ajeng,dan Fajar.
"Sambil menunggu pemberangkatan... Saya akan menunjuk satu regu buat ke depan." Seru Senior.

Aku sebagai ketua deg degan banget takutnya group ku yang di panggil. Tapi untunglah bukan aku Tapi regu lain regu 8. Mereka disuruh bernyanyi lagu dangdut Cinta satu malam. Ketua yang nyanyi dan yang lain joget. Hahahahaha aku dan regu ku puas tertawa. Mentertawakan mereka jogetnya lucu.

Tak lama giliran grupku mulai berangkat jerit malam. Kami menumui post 1. 

"Oke ini post satu kalian akan diberi Sandi kalian harus hapalkan sampai post 4 nanti jangan sampai lupa. Ingat." Seru senior Reza yang aku tau namanya itu.

"Ingat" Seru kami bertujuh.

"Sandinya : Kami putra putri Indonesia berjanji selalu bersatu dan saling melindungi." Seru senior yang satunya lagi cewek.

Kami bertujuh mencoba menghapalnya. 'Panjang....' Gumamku dalam hati.

"Ingat jangan bocorkan Sandi. Kecuali post 4 itu post terahir baru boleh disampaikan." Seru Senior Reza.

"Baik..." Seru Kami bertujuh.

"Ya udah berangkat...!!" Seru senior jutek cewek yang kagak cantik. Malah lebih mirip nenek sihir.

Kami pun mulai pergi berjalan dengan berpegangangan tangan. Kami melewati ruangan kosong namun masih ada lampu. Kami mulai masuk hutan kami harus mengikuti lilin. Saat masuk hutan aku sebagai ketua rasanya ingin pingsan dan nagis huakkks... Serem... Banget. Kami pun berjalan tak lama ada kuburan... Seperti nya masih baru. Kami melewati kuburan dengan berucap "maaf ganggu maaf ganggu" kami fokus kekuburan tak lama ada batu bergulir didepanku. Aku dengan reflex dan takut langsung balik badan dan memeluk Hoya.

"Aniya... Aniya..." Ucapku Reflex mengeluarkan Bahasa korea sambil memeluk Hoya.
...
...
...
...
...
...
...
...
...

Bima/Hoya

To Be Continue

[Next] Chapter 27

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment