Friday, 22 January 2016

MGT Chapter 24: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu

-----------------------------
Part : 24
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***

"Me Gustas Tu..."

Aku membuka mataku. "Me Me Gustas Tu?" Gumamku bertanya. Kulirik Hoya, dia sedang tidur pulas. "Apa itu artinya???" Tanyaku kembali dalam hati. Aku pun menarik selimutku dengan cepat kembali. Kudekatkan tubuhku ke Hoya saking takutnya. 

"Hei hei... Kenapa kau mendekat bim...?" Tanya Hoya yang bangun tiba tiba.

"Anu.... Itu.... Anu..." Jawabku gugup karena takut.

"Sudah jangan bicara tidur...!!" Seru Hoya padaku.

"Hem....."

Aku pun terlelap tidur kembali. 

***

Pagi hari ketika sang surya muncul. Aku terbangun lalu kegekan tanganku pada kedua mataku. Kulirik kiri dan kanan. Kulihat Hoya tak ada dikamar dia sudah bangun.

"Hoya...." Panggilku namun tak ada jawaban sekali pun. Aku mencoba berdiri dan keluar dari kamar. 

"Hoya...." Panggilku kembali. Namun kulihat tak ada orang.

"Mungkin Hoya sedang keluar...!!" Gumamku.

Aku pun kembali kekamar membereskan tempat tidur sebisa ku. Selesai membereskan kamar aku pergi kekamar mandi untuk cuci muka. Setelah selesai aku keruang tengah untuk menonton TV. Hoya datang tiba tiba dengan membawa barang.

"Sudah bangun....!!!" Seru nya padaku dengan senyum dan langsung menghampiri ku.

Aku hanya tersenyum pada Hoya. Tak lama Hoya menaruh barang disampingku. Sebuah kotak kecil namun tinggi.

"Makanlah....." Seru Hoya padaku.

"Apa ini...?? Unik kecil kecil kaya bola salju..." Gumamku pada Hoya.

"Itu Mochi. Makanan Manis dan enak sekali makan Pasti ketagihan..." Jawab Hoya padaku. "Cobain...enak kok..." Lanjut Hoya.

Aku pun membuka mulutku dan memasukan satu mochi kedalam mulutku lalu ku kunyah.

"Emmmhhh.... Enak.....!!!" Seru ku pada Hoya.

"Hahahaha...." Hoya hanya tertawa saat melihatmu memakan Mochi. Aku pun melanjutkan memakan mochinya. Hingga 1 kotak kecil yang isinya 5.

"Sudah... Jangan terlalu banyak. Makan dulu yu..." Seru Hoya padaku.

"Makan apa....?" Tanyaku pada Hoya.

"Mau nasi kuning atau nasi uduk...?" Tanya Hoya padaku dengan menunjukan 2 nasi berbeda putih dan kuning.

"Emhhh nasi uduk aja lah...." Seruku. Aku pun mengambil nasi putih.

Kami berdua pun makan bersama. 

"Hoya aku mau pulang...!!" Seru ku dengan memakan nasi ku.

"Why???" Tanya Hoya padaku.

"Aku takut disini..." Seru ku dengan menunduk.

"Takut??? Takut kenapa???" Tanyanya kembali.

"Semalam ada yang berkata Me Gustas Tu padaku..." Seruku.

"Ohhh itu tak usah dipikirkan... Mungkin semalam kau melamun.... Jadi berhalusinasi... Bim..." Terang Hoya padaku.

"Apa Iya... Hoya?" Tanyaku.

"Iya... Ya sudah kalau kau mau pulang... Segera mandi yah..." Seru Hoya.

Aku pun mengganggukan kepalaku. Dan cepat cepat menghabiskan makananku.

Setelah selesai mandi aku bersiap siap. Aku melihat Hoya pun sudah siap sangat rapih dan cool. 

"Yu..." Seru Hoya menarik tanganku.

"Hem...." Kami pun pergi menggunakan motor Hoya.

Dalam perjalanan aku memeluk tubuh Hoya. Entah kenapa rasanya sangat senang. 

Tak lama aku pun sampai didepan rumah. Aku turun dari motor Hoya.

"Makasih...." Seru ku dengan senyum.

"Sama sama my prince..." Jawab Hoya dengan memanggilku my prince kembali dan membuat wajahku memerah kini.

"Ahhhh kata itu lagi..." Seru ku Berpura pura tak suka padahal suka Hehehe.

"Aku duluan... Sampai jumpa besok disekolah untuk berkemah... " Seru Hoya yang langsung meninggalkanku.

Aku pun melangkahkan kakiku menuju rumah. Kulihat motor Kak Firza masih ada. Itu artinya dia masih ada. Aku sedikit tersenyum. Aku pun masuk kedalam rumah.
Kulihat ada kak Firza sedang duduk diruangan tengah. 

"Hai yang baru pulang...?" Seru Kak Firza yang membuat ku kaget dan lirik kiri dan kanan. Karena takut ketauan Kak Doni. Aku pun menghampiri Kak Firza dengan cepat.

"Kak jangan panggil seperti itu nanti ketauan Kak Doni.!!!' Seruku dengan rasa takut setengah mati.

"Tenang bim...!!" Seru Kak Firza padaku. "Doni lagi belanja buat besok kemah..." Lanjutnya.

"Oh.... Pantesan... Berani... Bilang gitu..." Seru ku. 

"Sini duduk yang...." Seru kak Firza yang langsung menarik ku ke sofa. 

"Aku kangen tau... Yang..." Seru Kak Firza namun anehnya hatiku tak merasa senang dengan ini.

"Aku juga Za...." Seru ku membalas ucapan Kak Firza.

Setelah itu wajah Kak Firza mendekat padaku. Lalu menciumku dengan lembut dan pelan pelan. 

"Kau siap bim?" Tanya Kak Firza padaku yang membuat mataku membuat. 

Aku hanya terdiam menatap wajah Kak Firza. 

"Bim...??"panggil Kak Firza padaku. "Siap Gak??" Lanjutnya.

"Aku... Aku... Aku...." Jawabku gagap.

"Kok gugup sayang...." Seru Kak Firza padaku dengan senyum.

"Aku belum siap... Kak...." Jawabku.

"Ohhh jadi kau belum siap ikut kemah ya....??" Tanya Kak Firza padaku.

"Apa????" Seru ku kaget ternyata Kak Firza bertanya soal kemah. Sementara aku berfikir yang macem macem. Ini Pasti efek sering main sama Hoya jadi pikiranku mesum.

"Apa....? Apanya yang...?" Tanya Kak Firza padaku.

"Ahhhhh tidak tidak... Aku hanya Hehehe..." Jawabku senyum.

"Kau berfikir yang macem macem ya yang?" Tanya Kak Firza padaku.

"Enggak. udah menjauh Kak duduknya takut Kak Doni datang." Seru ku.

"Emmmhhh OK OK kita makan Es Cream bim..." Seru Kak Firza padaku.

"Hem...."

Aku dan Kak Firza pun makan Es cream bersama. Dengan berbincang bincang dan tertawa. Waktu menunjukan pukul 4 sore. Kak Doni pun datang. 

"Hai... Kak Doni..." Panggil ku dengan senyum.

"Hai... De... Seneng nginep dirumah Hoya...?" Tanya Kak Doni yang duduk disampingku.

"Lumayan... Kamarnya juga nyaman kaya rumah rumah dikorea gitu Kak..." Seru ku asik bercerita.

"Don gua balik dulu..." Seru Kak Firza tiba tiba. 

"Loh kok tiba tiba... " Seru Kak Doni.

"Harus siap siap kemah kan...!!!" Seru Kak Firza.

"Iya juga sih.... Ya udah lah..." Seru Kak Doni. 

"Duluan Bim..." Seru Kak Firza padaku.

"Hem...." Jawabku.

Kak Firza pun pergi meninggalkanku kami berdua diruang tengah. Kami pun melanjutkan berbicara.

"Ngapain aja disana bim...??" Tanya Kak Doni padaku.

"Nonton... Makan... Main game itu aja sih Hehehe..." Jawabku dengan senyum.

"Emhhh......" Seru Kak Doni.

"Kak Bima mau kekamar ya bye..." Pamit ku yang langsung pergi meninggalkanku Kak Doni sendiri. 

Dikamar aku mulai menyiapkan barang barang yang harus dibawa besok termasuk makanan yang tadi kubeli.

"Kupluk... Buat malam..." 

"Sender buat jerit malam..."

"Jaket..."

"Sabun...."

"Makanan...."

"Minuman... Susu.... Aku yakin Hoya Pasti bawa teh gelas besok ahaha...' Gumamku sambil memasukan barang barang ke dalam tas.

"Eh... Kenapa ingat Hoya????" Aku menggaruk kepalaku. "Aneh..." Lanjutku.

Jam 7 malam aku baru selesai menyiapkan barang barangku. Setelah selesai aku langsung berbaring diranjangku. Tak lam terdengar bunyi telp.

Tut... Tut... 

Tut....

Kulihat

Hoya....

Kuangkat

"Hallo... Hoya..." Jawabku dengan senang karena ditelp Hoya.

"Ahhhh senang banget kau bim... Kenapa?" tanyanya padaku.

"Gpp... Ada apa telp...?" Tanya ku balik.

"Emhhh... Buku mu ketinggalan... Nih..." Seru Hoya padaku.

"Oh... Ya udah... Simpan aja dulu besok kan kemah jangan dibawa..." Seruku 

"Oh... OK ok .....!!" Jawabnya. "Ya udah aku lagi siap siap nih... Sampai jumpa besok..." Seru Hoya yang langsung menutup telpnya.

"Hem.... Hoya... Aku kangen...." Gumamku... Tanpa sadar hingga terlelap tidur.

***

Pagi hari anak anak sudah berkumpul dilapangan sekolah. Tempat jam 6 pagi. Aku memakai jaket. Kulihat HP ku. Untuk update BBM. 

Update : "Kemah...... frown emotikon takut kaya taun kemaren..."

Setelah update kulihat pemberitahuan berita BBM. Ada Elsa.

Elsa :"Cepetan dong pergi udah Gak sabar nyatain..."

Hah.... Aku lupa Elsa kan mau nyatain cintanya kek Kak Firza.

"Tuhan semoga Kak Firza nolak..." Gumamku dalam hati....

Tak lama Hoya datang dengan stay cool.

....

...

...

...

...

Hoya

To Be Continue


[Next] Chapter 25

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment