Me Gustas Tu
-----------------------------
Part : 15
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------
"Let's Not Fall In Love"
***
"Boboiboy????" Tanya ku kaget.
"Aiiihh anak tk... Nonton film beginian....!!" Lanjutku dengan wajah cemberut.
"Kau yakin ini kartun???" Tanya Hoya padaku.
"Yakin lah.." Jawabku dengan yakin.
"Ya udah tonton aja..." Seru Hoya padaku dengan senyum.
Aku pun menonton film itu. Saat opening Boboboy berahir. Muncul sebuah tulisan difilm itu.
LOVE AND HEAT
-Kisah Nyata-
cast : Rama dan Ramdani.
Film pun diawali dengan keromantisan Rama dan Ramdani. Dan ternyata film ini bukan film kartun. "Jadi bukan film kartun??" Tanyaku pada Hoya.
Hoya hanya tersenyum padaku. Lalu aku lanjutkan menonton. Romantisnya Rama dan Ramdani berakhir. Saat Rama ketahuan selingkuh oleh Ramdani. Ramdani pun marah namun dia tak mampu mengungkapkan kemarahannya. Ia hanya memendamnya didalam hati. Tak lama terpirik dalam otak Ramdani untuk membunuh Rama. Berbagai cara ia lakukan seperti memberikan racun pada minuman. Namun selalu gagal karena Ramdani belum Siap kehilangan. Suatu malam Ramdani mencium Rama. Dan ketika pagi. Rama terbangun dengan kaki dan tangan diikat. Lalu Ramdani muncul membawa pisau tajam. Lalu Ramdani menggoreskan pisaunya ditubuh Rama Hingga berdarah. Sementara Rama hanya mendesah kesakitan. Diakhir film Ramdani menusukkan pisau dihati Rama dengan mengucapkan "kau yang memulai kau juga harus mengahiri...". Dan
Pak...
Pak...
Pak...
Darah berhamburan diseluruh dinding. Ramdani menusukkan pisau puluhan Kali dihati Rama. Yang mengartikan hatinya sakit.
The End.
Film berahir saat aku bersembunyi dilengan hoya. Tubuhku gemetar karena takut.
"Sudah selesai filmnya bim...!!! Jangan sembunyi terus.." Seru Hoya padaku.
"Hah... Syukurlah kalau udah beres...." Seru ku mengucapkan syukur.
"Kenapa? Kau takut bim?" Tanya Hoya padaku.
"Gak aku gak takut..." Seru ku yang pura pura tak takut.
"Lalu kenapa begitu... Wajahmu?" Tanya Hoya yang melihat wajahku.
"Aku hanya kaget melihat adengan seperti itu..." Seru ku dengan memakan pizza yang masih tersisa.
"Ohhh..." Seru Hoya padaku dengan memainkan HPnya.
Kami pun terdiam. 'Sebenarnya aku takut cuman jaga gensi malu lah masa ia cowo takut...' Gumamku dalam hati
"Hoya..." Panggilku.
"Hem....!!" Jawab Hoya.
"Rasanya ciuman bagaimana?" Tanya ku pada Hoya. Hoya yang tengah memainkan HPnya pun terdiam dan langsung menghadap kearahku.
"Rasanya...." Serunya yang membuat ku penasaran.
"Rasanya gimana?" Sambungku meneruskan ucapan Hoya.
"Rasanya...."
Pluk...
Bibir hoya menempel padaku. Mataku pun membulat ini adalah ciuman pertama. Namun kenapa aku tak berontak, aku hanya terdiam. Dan tak lama Hoya melepas ciumannya.
"Bagaimana rasanya?" Tanya Hoya balik padaku.
"Rasanya... Membingungkan...!!" Jawabku dengan kaget.
"Nah... Itu aku juga cuman bisa praktek nya tapi gak tau rasanya...!!" Seru Hoya sambil tersenyum padaku.
"Aiiihhh...." Gumamku.
"Tenang itu cuman ciuman teman kalau ciuman pacar Beda lagi..." Seru Hoya padaku.
"Oh... Ya.. Beda lagi...?" Tanya ku bingung.
"Heem... Mau dipraktekkan...?" Tanya Hoya dengan senyum Modus.
"Tak usah lah... Aku mau pulang udah sore Hoya..." Jawabku dengan polos.
"Ohhh ya udah kapan kapan aja..." Seru Hoya dengan Senyum bercanda dan menaikan alisnya.
"Hah... Tak janji lah... Yuk balik..." Seru ku dengan menarik Hoya.
"Iya iya bentar masukin dulu laptop." Seru Hoya.
Setelah Hoya membereskan laptopnya. Kami pun pulang. Dalam perjalanan aku senyum senyum sendiri dan memengangi bibiku. Karena teringat saat tadi dicium Hoya.
Tak lama kami pun sampai didepan rumah. Aku turun dari motor dan masih memegang bibirku.
"Bim.. Jangan dipegangin mulu... Ntar ada yang nanya lagi..." Seru Hoya dengan senyum. Aku pun melepaskan bibirku.
"Aiihhh..." Gumamku.
"Ya udah aku balik bim...!!" Seru Hoya yang pamit padaku. Lalu Hoya pun pergi menjauh. Aku memasuki rumah. Kak Doni meninggalkanku pesan.
Pesan
--------------
De kaka lagi main diluar jangan nyariin ya. Kalau mau makan? Makan aja mie instant.
----------------
"Dasar Kak Doni. Siapa juga yang nyariin..." Gumamku.
Aku langsung masuk kamarku. Untuk langsung mandi. Saat mandi aku teringat Hoya yang menciumku. "Aneh..." Gumamku.
Selesai mandi, ku dengar hpku berbunyi. Ada BBM masuk.
BBM
---------
Firza : Bim besok Eskul Renang ya!!!
---------
Ternyata Kak Firza. Kubalas dengan senyum dan OK saja.
Aku simpan HPku. Tapi tak lama berbunyi kembali ada telp dari Elsa.
"Hallo sa.."
"Hallo Bim..."
...
Elsa curhat tentang Kak Firza sampai pukul 10 malam.Ini membosankan dan menyebalkan. Andai dia bukan temanku. Dan satu hal yang kudengar dari curhat Elsa.
"Bim... Aku mau nembak kak Firza diperkemahan..."
"Apa...?? Gak kecepatan."
"Gak lah... Oh ya udah dulu ya udah malam bye..."
Ucap Elsa dengan menutup telpnya.
"Rasanya sakit... " gumamku. Lalu aku mencoba tidur. Tapi tak bisa ucapan Elsa selalu ada dipikiranku.
Nembak Kak Firza
Nembak Kak Firza
Nembak Kak Firza
Waktu menunjukan pukul 3 pagi. Aku pun tertidur.
Pagi hari aku Siap Siap untuk sekolah. Kulihat cermin, mata bawahku menghitam. "Ahhh mungkin gara gara semalam tak tidur." Gumamku.
Kemudian aku keluar kamar menghampiri Kak Doni.
"Kamu kenapa bim?"
...
...
...
...
Bima/Doni
To be Continue
[Next] Chapter 16
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment