Monday, 11 January 2016

MGT Chapter 10: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu



-----------------------------

Part : 10
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+ 
----------------------------------------- 
Happy Reading 
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***

"BIM.. BIM... Kak Doni mukulin kak Firza...!!" Seru Elsa padaku dengan wajah cemas.

"APA........???" Kagetku saat mendengar berit itu dari Elsa.

"Udah yu..!!" Elsa dengan cepat menarik tangaku. Hingga aku dan Elsa pun berlari. Kami munuju kelas kak Doni dan kak Firza.

Dalam perjalanan hatiku merasa gelisah, tegang dan juga takut. Take hanya itu hatiku pun selalu bertanya. 'Apa yang terjadi? Bukankah mereka teman baik? Apa karena kejadian tadi malam?' Tanya Ku dalam hati.

Saat sampai di kelas kak Doni aku bingung. Katanya mereka ribut tapi kok sepi malah gak ada siapa siapa.

"Sa lo bohonh ya..??" Tanya Ku pada Elsa dengan tajam.

"Aku gak bohong beneran...!! Serius BIM...!!!" Seru Elsa dengan mencoba meyakinkan Ku.

Tak lama Jung menghampiri kami. Dengan Nada has hus karena berlari.

"Bim kok masih disini?. Kaka lu diruang BP. Buruan yu...!!" Seru Jung padaku. Aku yang kuatir pada kaka Ku Tak banyak bicara lagi. Kami bertiga langsung keruang BP. Diruang BP aku menunggu didepan ruangan. Kak Doni Dan Kak Firza didalam mungkin tengah dihakimin.

"Eh... Sa... Kok bisa berantem gini...?" Tanya Ku pada Elsa.

"Gak tau BIM... Sumpah....!! Tadi aku cuman ngobrol bentar ama kak Firza. Udah gitu kak Doni manggil. Nah... Gak lama mereka ribut Baku hantam...!!" Seru Elsa dengan wajah Tak tenang. Mungkin Elsa kuatir sama kak Firza.

"Oh...!!" Wajabku santai.

"Anak TK ya... Maennya tinju.. Hahaha" Seru Jung dengan senyum sinis.

Tak lama mereka keluar. Kulihat wajah kak Firza berdarah dibagian bawah bibir. Sementara kak Doni baik baik saja tak ada yang terluka.

Elsa yang kuatir dengan kak Firza dengan cepat menghampiri kak Firza.

"Ya ampun kak Firza... Kaka gak apa apa..?" Tanya Elsa dengan rasa kuatir yang tinggi.

"Kaka gak apa apa kok..!" Jawab kak Firza dengan santai.

"Ayo kak Elsa obatin.." Seru Elsa yang menarik tangan kak Firza. Tapi kulihat kak Firza malah menatapku sambil berjalan.

Lalu aku alihkan pandanganku pada kak Doni.

"Kak...!!!" Panggil Ku ke kak Doni.

"Iya BIM..." Jawab kak Doni dengan datar padaku tanpa senyuman.

"Kaka gak apa APA?" Tanya Ku pada kak Doni.

Kak Doni Tak menjawab pertanyaan Ku. Ia malah pergi meninggalkanku bersama Jung.

"Sabar... Mungkin kaka mu lagi banyak pikiran..." Seru Jung padaku yang mencoba menyemangatiku.

Aku hanya tersenyum pada Jung.

Tak lama ada siswa yang mengobrol.

"Eh.... Lu tau gosip baru gak...??" Seru siswa pertama.

"Gosip apa..?" Seru anak kedua.

"Itu si doni ama firza pacaran gila ya... Untung mereka ketua dan wakil osis jadi gak dibuli."

"Wah... Beneran tuh...???"

"Ya beneran lah... Tuh buktinya mereka berantem. Gara gara firza jalan ama Elsa adik kelas nya."

"Wah...."

Deh.... Mendengar itu aku hanya terdiam mereka berlalu. Pergi menjauhi kaki. Lalu kami pun kembali kekelas. Aku duduk dibangku Ku seperti biasa. Kulihat Elsa belum datang mungkin dia masih mengobati kak Firza.

Tak berapa lama Elsa datang. Dengan senyum senyum sendiri.

"Kenapa lo??" Tanya Jung dengan sewot.

"Kepo...." Jawab Elsa dengan balik Sewot.

"Aiihhhh aihhh... Sa gimana kak Firza...?" Tanya Ku dengan agak cepat.

"Gak apa apa kan ada aku... Elsa yang cantik...!" Serunya dengan imut.

"Hahahahaha...." Jung tertawa keras. "Cantik katanya..??hahahahaha " Seru Jung kembali.

Elsa yang melihat kelakuan Jung marah besar. Elsa langsung memukul pipi chabi Jung.

"Sekali lagi lu gitu... Sepatu gua melayang... You Know...?" Seru Elsa dengan sadis. Tak lama guru pun datang. Kami pun memulai pelajaran.

'Sebenarnya ada apa ? Kenapa semalam kak Doni marah, sekarang berkelahi juga sinis padaku. Apa yang terjadi sebenarnya. Apa Bener mereka pacaran?' Keluhku dalam hati.

***

Jam pulang sekolah tiba. Aku dengan cepat pulang kegedung karena akan bertemu Hoya. Entah kenapa rasanya aku senang saat bertemu wajahnya. Walaupun orang yang aku suka kak Firza.

Aku menolak tawaran bermain dengan Jung Dan Elsa hari ini.

Saat aku didepan gedung ada darah berceceran. Aku langsung terpikirkan "Hoya..." Seru Ku. Tumbuhku bergetar ketika melihat darah yang berceceran disepanjang jalan.

Saat sampai di gedung lantai 7. Kulihat Hoya tengah berdiri kuhampiri dia.

"Hoya kau tak apa apa?" Tanyaku dengan rasa kuatir yang besar. Entah kenapa rasa kuatir ini lebih besar dibanding kan rasa kuatir saat kak Doni berkelahi.

"Kau kenapa BIM...? Nafasmu tak teratur? Kau lari... Dari lantai 1 hah...?" Tanya hoya yang memberikan beberapa pertanyaan padaku.

Tak Ku jawab pertanyaannya aku justru sibuk melihat keadaan tubuh Hoya. Dan ternyata benar. Tangan kanan Hoya berdarah. Darahnya masih mengalir entah sudah berapa lama.

Dengan cepat aku merobek seragam Ku dibagian bawah.

"BIM apa yang kou lakukan...?" Tanya Hoya padaku dengan senyum. 'Pria didepanku sangat aneh tangannya berdarah malah tersenyum...' Seru Ku dalam hati.

Lalu kuikatkan pada tanganya. Agar darahnya Tak bercucuran kembali.

"Kenapa kou biarkan darahmu mengalir...? Kau ingin mati...?" Tanya Ku dengan keras.

Hoya terdiam menatapku. Entah apa yang dia pikirkan sekarang aku Tak tahu.

"Aku.... Memang ingin mati...!!" Serunya dengan datar.

"Kenapa?? Hah?? Kenapa??" Tanya Ku dengan keras.

"Hidupku sudah Tak berguna... Orang tua Ku baru saja meninggal...!!"Serunya dengan meneteskan air mata.

Dan... Deg... Dadaku terasa ikut sakit entah kenapa...

To Be Continue

[Next] Chapter 11

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment