Tuesday, 26 January 2016

MGT Final Chapter : Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu
-----------------------------
Part : 33 Ending
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
---------------------------------------
Note : Baca Just Info setelah selesai Reader.
---------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***
"Aku harus bagaimana Hoya??" Tanyaku sambil menangis.

"Putuskan Firza..." Seru Hoya padaku dengan menunduk.

Aku terdiam lalu menarik nafasku. 

"Harus seperti itu Hoya...?" Tanyaku.

"Harus... lah My prince... Dia cowo brengsek..." Seru Hoya.

"Emmmhhh..." Gumamku. "Akan ku pikirkan besok..." Lanjutku.

Aku dan Hoya kini menonton TV. Hingga aku terlelap tidur dirumah Hoya.

Waktu menunjukan pukul 5. Aku terbangun dari tidurku. saat membuka mata aku ada diatas paha Hoya. Dan dari sini aku bisa melihat wajah Hoya.

"sudah... bangun!!!" Seru Hoya padaku.

"Hemm...." Jawabku pelan dengan kepalaku masih dipaha Hoya.

"Nyenyak tidurnya?" Tanya Hoya.

"Lumayan..." Jawabku dengan senyum. "Hoya...!!" Panggilku.

"Apa my prince...??" Tanya Hoya padaku.

"Aku mau pulang..." Seruku dengan menatap Hoya.

"Ya udah sana cuci muka. Aku nyalakan Motor dulu...." Seru Hoya. 

Aku pun menggangukan kepalaku. Lalu berdiri dan berjalan kearah kamar mandi. 

Setelah selesai aku pun pergi keluar. Motor sudah ada didepan. tak lama Hoya datang. 
Lalu menyalakan Motor.

"Naik..." Pinta Hoya padaku.

Aku mengganggukan kepalaku lalu naik ke motor.

Dalam perjalanan kerumah tak ada pembicaraan. Aku hanya memeluk pinggang Hoya. Tak peduli dilihat orang juga toh Hoya juga gak komplen. Aku juga berfikir tentang arti kata Me Gustas Tu. Apa itu artinya. Kenapa setiap aku bersama Hoya selalu kudengar kata itu.

Tak lama aku baru menyadari bahwa aku sudah sampai didepan rumah.

"Bim...." Panggil Hoya yang baru susadari.

"Iya iya...!!!" Jawabku baru sadar.

"Mau sampai kapan dimotor hah... ini udah sampai..." Seru Hoya padaku.

"Hehehehe..." Aku hanya tersenyum. Tak lama aku turun dari motor Hoya. 

"Makasih Hoya..." Gumamku berterima kasih karena sudah mengantarku. Dengan keadaannya yang sakit.

"Sama sama my prince..." Seru Hoya. "Aku balik ya..." Lanjut Hoya.

"Iya..." Jawabku dengan diahiri senyuman.

Aku pun berjalan kearah rumah.

'Aku akan mencari arti kata Me Gustas Tu.' Gumamku dalam hati. Aku pun bergegas masuk kedalam. Didalam rumah tak ada orang. Kulihat ada surat.

Surat.

Bim kak Doni main dirumah kak firza entar malam pulang. 

"hemm bagus lah lagian aku juga lagi gak mau ketemu." Gumamku seorang diri.

Aku pun langsung kedalam kamar. Ku ambil laptop ku. Kutancapkan modem ku.

Lalu aku membuka google. Lalu aku mencari kata Me Gustas Tu.

Tak lama hasilnya muncul. Arti kata Me Gustas Tu adalah Aku suka kamu. Kata itu berasal dari bahasa spanyol.

"Berarti yang diucapkan... Hoya...."

FlashBack

"Me Gustas Tu my price"

"Me Mustas Tu..."

FlashBack End.

Dan deg... dadaku tiba tiba berdebar dengan cepat. Pipiku memerah. Melihat arti kata Me Gustas Tu itu.

"Artinya Hoya suka aku...." Gumamku dengan tak percaya. Lalu aku berdiri di kasur dan meloncat loncat dengan mengatakan.

"Yes..." Berulang kali.

Aku lalu berbaring di Kasur kuambil HP. Kulihat Foto Hoya yang tengah tidur malam kemaren. Wajah yang manis dan tampan. Mungkin orang akan melihatnya biasa aja tapi kalau udah suka jadinya lain. 

Tak lama ada telp masuk. Dari kak Firza.

Tuttt....

Tut......

"Hallo kak"

"Hallo bim" Bimm sekarang Firza panggil aku bim. Huakkks... bodo amat lah...

"Ada apa?"

"Besok datang pagian ya... kesekolah kaka mau ngomong."

"Ngomong apa kenapa gak sekarang?"

"Gak bisa besok kaka tunggu.."

Tuttt...

Telp pun ditutup. Setelah itu aku jadi kepikiran apa yang akan dikatakan kak Firza padaku. 
Namun kulihat wajah Hoya yang membuatku tak memikirkan hal yang lain lagi. 

Waktu menunjukan pukul 11 malam aku pun tidur.

Zzzzzzzz

Zzzzzz

Zzzz

Pagi hari aku telah siap dengan seragam sekolah. Aku langsung keluar kamar kulihat ada kak doni sedang makan.

"Makan dulu bim..." Seru kak Doni.

"Gak... aku duluan kak!!" Jawabku langsung pergi keluar rumah. Aku berjalan kesekolah. 

Tak lama aku sampai disekolah. Aku berdiri didepan kelas ku menunggu kak Firza. 

Anak anak belum ada yang datang satu pun. Tak lama kak Firza datang.

"Hai bim..." Seru Kak Firza.

"Hai za..." Jawabku. "Ada apa?" Lanjutku.

"Kaka mau kita putus...."Seru Kak Firza dan deg. Dadaku sedikit merasa sakit tapi tak aku hiraukan.

"Emmhhh putus... ya...??" tanyaku.

"Iya bim.. gpp kan??" Tanya kak irza padaku.

"Emang kapan kita pacaran....? Kapan kita ngedate?" Tanyaku kembali pada Kak Firza.

"Bima.... maaf..." Seru kak Firza.

"Aku cuma alat buat kak Firza kan? Alat buat deket sama Elsa dan kak Doni." Gumamku dengan menahan air mata.

"Dari mana kau tau aku pacaran dengan Doni...?" Tanya kak Firza padaku.

"Hem... aku melihat kalian bersetubuh kemaren... Aku kira Elsa akan diajak 3some..." Jawabku dengan senyum.

"Brengsek...." Seru kak Firza marah. Lalu dia menggemgamkan tangannya lalu mau memukulku.

Tapi itu tak terjadi Hoya menahan pukulan.

"Jangan pernah memukul Bima..." Seru Hoya. Dengan memukul Firza dengan keras hingga kelantai.

"Jangan ikuti urasan kami..." Seru Kak Firza menarik tanganku.

"Kata siapa? ini urasan kita... lo udah nyia nyiain Bima..." Seru Hoya menarikku kebelakang tubuhnya.

"Ohhh Ok ok..." Seru Kak Firza dengan sinis.

"Mulai sekarang kita putus Bim..." Seru Firza dengan pergi meninggalkan ku dan Hoya. 

Aku terdiam sementara Hoya melihat kepergian Firza. Tak lama Hoya menghampiriku.

"Kau baik baik saja...?" Tanya Hoya padaku.

"Baik Hoya jawabku...!!" Jawabku.

"Maaf tadi aku memukul pacarmu..." Seru Hoya padaku.

"Gak apa apa...!!!" Jawabku dengan mencoba senyum.

Aku dan Hoya lalu masuk kedalam kelas. 

Aku duduk dibangku ku. Hoya duduk disebelahku.

"Sudah makan my prince...?" Tanya Hoya padaku. Yang membuat pipiku memerah apalagi membayangkan dia mengucapkan kata Me Gustas Tu.

"Belum..." Jawabku.

"Ni makan... Sandwich buatan aku..." Seru Hoya memberikan Sandwich.

"Gimana enak...?" Tanya Hoya saat aku memakan Sandwich.

"Emmm lumayan... hehehe" Jawabku dengan senyum.

Anak anak mulai berdatangan hingga jam pelajaran pun dimulai kini.

Jam istirahat aku dan Hoya menyaksikan Jung menembak Betie.

"jung kukira kau tak suka Betie??" Seruku.

"memang.." Jawab Jung.

"Terus kenapa jadian...?" Tanya Elsa.

"Dari pada gak ada..." Jawab Jung dengan langsung pergi kekantin.

aku Hoya dan Elsa berbarengan menepuk jidat. Melihat Jung dan Betie beduaan.

Jam pulang sekolah. Aku dan Hoya berdua dikelas.

Aku tersenyum melihat wajah Hoya. Lalu kuhampiri Hoya.

"Kenapa senyum senyum...? Ada yang lucu..." Seru Hoya dengan mengambil tas.

"Gak ada hanya... Me Gustas Tu... Hoya... Hehehe" Jawabku dengan senyum lalu pergi berjalan.

"Bim... kau tau artinya hah...!!" Seru Hoya namun tak ku gubris aku terus berjalan. Namun Hoya pun terus mengejar ku.

"Bim..." seru Hoya yang lalu mengabil tanganku dan menarik tubuhku kedinding dekat pintu. Lalu ia menatapku. Aku hanya tersenyum. Wajahku memanas entah kenapa. Mungkin karena dipeluk Hoya.

"Jadi..." Seru Hoya.

"Jadi... apa?" Tanyaku pura pura tak tahu.

"Kau tau arti kata Me Gustas Tu?" Tanya Hoya padaku.

"Aku pun mengganggukan kepalaku dengan malu."

Lalu hoya memegang daguku. Tak lama ia menciumku dengan lembut dan manis. Rasanya begitu indah berasa disurga ke 7.

Lalu Hoya melepas ciumannya dan tersenyum padaku. 

"Jadi..." Seru ku membuka percakapan.

"Jadi apa...?" Tanya Hoya padaku. 

"Kapan kau menembakku sebagai pacarmu...!!" Seru ku dengan senyum. 

Hoya tersenyum. Lalu mundur mundur dan pergi meninggalkanku.

"Why...kenapa dia pergi..?" Gumamku seorang diri.

Lalu aku pun pergi keluar sekolah kulihat ada kak Doni.

"Kaka..." Gumamku.

"Bima..." Seru Kak doni ang langsung memelukku.

"Kenapa kak?" Tanyaku.

"Kaka minta maaf kaka gak tau kamu pacaran denga firza juga..." Seru kak doni.

"Gpp kak toh semuanya udah terjadi... lagian udah putus juga... kok kak.." Jawabku.

"Ohhh kamu udah putus. Kaka juga tadi setelah mendengar kalian bicara. Walaupun dia gak mau. Tapi kaka mau putus." Seru Kak Doni.

"Hehehehe Jadi kakak Homo...?" Tanyaku.

"Aiiihhh bukan cuman doyan... laki... hahahah balik yu..." Seru Kak Doni dengan senyum.

Malam hari aku mendapat pesan dari Hoya.

Pesan.

Pergi kepasar malam sekarang.

aku langsung memakai jaket ku. Dan pergi keluar kak Doni sedang main game sendiri. 

Saat dipasar malam aku melihat Hoya memakai pakaian yang rapih.

"Naik kincir yu..." seru Hoya.

"Gak takut Hoya gimana kalau berhenti diatas" Jawabku.

"Enggak Yu..."

Ahirnya aku pun menaiki kincir sangkar burung yang berputar kaya roda. Saat ditengah tengah mesin berhenti.

"Tuh kan bener kan Hoya aku bilang apa..." Seru ku mengomel.

"emmm lihat aku my prince.. biar gak takut..." Seru Hoya padaku.

Aku pun menatap kearah Hoya yang memegang 2 buah cincin.

"Hoya cincin?" Tanyaku.

"Mau kah kau jadi kekasihku. Menemani setiap detik menit jam hari minggu bulan tahun bersamaku." Seru Hoya.

Aku tersenyum dengan mengganggukan kepala. Lalu Hoya memasangkan cincinya padaku. Dan aku memasangkan cincin juga pada Hoya.

Tak lama Hoya mencium ku dengan mesra kembali. Lalu melepaskannya dengan mengucapkan kata.

"Me Gustas Tu My prince."

"Me Gustas Tu Hoya..." Jawabku.

....

....

Pagi hari disekolah aku melihat Elsa berpacaran dengan Firza walaupun Elsa gak tau Firza Homo kalau tau mungkin putus mungkin engga. Sementara kak Doni kini fokus menjadi ketua Osis yang baik seorang diri. Jung dan Beti makin romantis hahaha sama sama pake kacamata. Sementara aku dan Hoya makin lengket. Walaupun orang orang gak tau kami pacaran. Kami menjadi privasi kami dulu. Sampai kami siap nikah punya rumah dan adopsi anak.

Me Gustas Tu Hoya...
...
...
...
....
...
...
....

Bima/Hoya

The End

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment