Tuesday, 26 January 2016

MGT Chapter 28: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu

-----------------------------
Part : 28
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***

Deg mata ku membulat. Elsa benar benar melakukannya. Lalu apa jawaban Kak Firza.

"Aku bingung..." Jawab Kak Firza.

"Bingung kenapa Kak...?" Tanya Elsa pada Kak Firza.

"Kenapa kau bisa suka padaku.? Padahal banyak sekali rumor yang menyebutku gay..." Seru Kak Firza.

"Ohhh itu aku Gak percaya... Rumor itu... Dan yang aku tahu aku suka Kak Firza." Seru Elsa dengan tegas.

Kak Firza terdiam. Suasana pun jadi hening. Suara angin terdengar dengan jelas. Sementara aku masih ada dibawah hoya. Dan hoya ada diatas tubuhku. Dengan tanganku menutup mulut Hoya. Hoya terus menatapku.

Tapi aku kembali fokus mendengar kan mereka.

"Gimana Kak...?" Tanya Elsa.

Kak Firza tersenyum. "Aku mau jadi pacarmu." Seru Kak Firza. Dan deg... Aku tak percaya dengan apa yang kudengar. Kak Firza menerima Elsa. 

"Jadi sekarang kita pacaran?" Tanya Elsa ke kak firza.

"Hem... Tentu honey...." Jawab Kak Firza. Lalu mencium Elsa dengan lembut.

Tak lama mereka pergi sambil bergandengan. Aku terdiam melihat kenyataan yang terjadi. Hoya bangkit dari tubuhku. Lalu hoya membangunkan ku dan menyandarkanku didekat pohon. 

"Bim..." Seru Hoya padaku. Tapi aku hanya diam tak menggubris ucapan Hoya.

"Bim..." Seru Hoya kembali. Namun aku tetap diam.

"Bima jawab... Aku.. My prince..." Seru Hoya kembali. Namun aku masih diam. Hoya menatapku aku pun menatap nya. Tak lama aku menundukan kepalaku. Kemudian Hoya menggenggam tanganku, lalu membawa ku ke sebuah tempat yang tak aku tahu. Namun terdapat pemandangan hutan dan air terjun yang sangat indah.

Hoya lalu menyuruhku duduk disebuah batu dan Hoya disampingku.

"Bim... Kau sakit hati...?" Tanya Hoya padaku dengan menatap wajahku.

Aku diam, namun tak lama aku menggelengkan kepalaku.

"Bim... Jawab yang serius...!!" Seru Hoya padaku dengan serius.

"Aku Gak sakit hati...!!" Jawabku pada hoya dengan bingung.

"Masa...?? Kalau begitu kau cemburu...??" Tanya Hoya kembali padaku. 

"Tidak. Tidak." Jawabku.

"Lalu kenapa kau diam dari tadi..." Tanya Hoya dengan serius padaku.

"Aku hanya bingung..." Jawabku dengan sedikit rasa aneh.

"Bingung kenapa?" Tanya Hoya kembali.

"Emmmhhh... Aku tak merasa sakit hati saat Elsa jadian dengan Kak Firza. Tak seperti saat kau bilang akan duduk dengan Jung. Rasa sakit yang timbul sangat dalam." Jawabku dengan menatap air.

Hoya lalu tersenyum dan menarik nafas. 

"Kenapa kau tersenyum? Hoya?" Tanyaku dengan bingung.

"Tak apa... Hanya wajahmu sangat imut saat kebingungan." Jawabnya dengan mengusap pipiku.

"Hoya... Serius lah... Aku sedang bingung sekarang..." Seru ku dengan manyun pada Hoya.

"Sudah jangan dibahas suatu hari nanti kau akan tau jawaban nya sendiri..." Jawab Hoya padaku.

Til tik tik 

Tik tik tik

Tak lama gerimis turun perlahan.

"Ke gubuk itu yu... Hujan.. " Seru Hoya padaku.

"Hem... Duluan saja Hoya." Seru ku.

"Ya udah aku tunggu.. My prince." Seru Hoya dengan senyum padaku.

Tak lama hujan semakin besar jadi kuputuskan untuk segera menghampiri Hoya. Namun naas HP ku masuk ke sungai.

"HP ku..." Gumamku. Sementara Hujan sudah deras. 

Aku pun masuk ke sungai. Kucari HPku. Karena didalam HP itu ada yang penting.

Tak lama Hoya menghampiri ku menggunakan payung.

"Bim... Cepat naik nanti kau sakit... Hujan pulakan..?" Seru Hoya padaku.

"Gak aku harus cari HPku." Seru ku dengan gigih.

"Bim... Cepat naik..." Seru Hoya. "HP itu Gak penting lebih penting kesehatan kau bim..." Lanjut Hoya.

"HP ku memang tak penting Tapi memorinya...." Seru ku. 

Beberapa menit kemudian HP ku ketemu. 

"Yeh... Ketemu..." Seru ku dengan girang.

"Cepat naik..." Seru Hoya. Aku pun naik atas menghampiri Hoya yang menggunakan payung. Pakaian ku basah semua. Hujan masih tetap saja deras. 

Aku dan Hoya sampai digubuk atau mirip rumah dengan ada pembakarannya. Aku masuk kedalam Hoya pun sama. Aku kedinginan sampai sampai menggigil.

"Buka baju...?" Seru Hoya padaku.

"Apa??!" Jawabku kaget.

"Buka baju..." Seru Hoya kembali.

"Gak aku Gak mau..." Seru ku dengan teriak.

Hoya mendekat padaku. Dengan mata yang tajam.

"Kau... Ingin ku paksa... Hah...??" Seru Hoya padaku dengan serius. Aku takut saat Hoya begini. Brengsek Hoya kenapa begini. Aku pun melepas pakaianku. Lalu menutup putting susuku dengan tangan.

"Celananya juga..." Seru Hoya.

"Hah..." Seru ku makin kaget.

Hoya menatap ku dengan marah aku pun mengikuti apa yang dia perintahkan. Kini hanya tinggal Celana Dalam ku saja. 

"Pake ini..." Seru Hoya memberikan Celana Dalam padaku.

"Celana dalam siapa itu?" Tanya ku bingung.

"Punya ku pakai cepat lepas punyamu... Sebelum makin dingin." Seru Hoya.

"Hem...." Jawabku. 'Berarti Hoya Gak pake celana dalam dong sekarang.' Gumamku dalam hati sambil tersenyum.

Aku pun memakai Celana dalam Hoya. Kulihat Hoya melepas jaket dan bajunya lalu menghampiriku.

"Kau mau apa?" Seru ku dengan takut.

Hoya tersenyum padaku.

"Pakai baju dan jaket ini agak tidak dingin... Karena malam ini kita menginap disini..." Seru Hoya.

"Kau bagaimana?" Tanyaku.

"Aku Gak apa apa begini... Yang penting kau tak kedinginan." Seru Hoya. Aku pun memakai baju dan jaket yang panjang hingga menutup pahaku. Sementara Hoya hanya memakai celana panjang nya tanpa baju dan Celana dalam. Setelah selesai memakai baju. Hoya menarik ku ke perapian yang sudah dinyalakan Hoya. 

"Tunggu disini..." Seru Hoya yang menyuruhku diam diperapian. Sementara Hoya kulihat ia mencoba menjemur pakaian ku didalam gubuk agar besok kering. Setelah selesai Hoya kembali menghampiriku. 

Tubuhnya yang sexy wajahnya yang Manis membuat ku malu setengah mati. 'Gila... Kenapa seperti ini...?' Tanyaku dalam hati.

Hoya duduk disampingku dan menatapku dan menatap tubuhku. 

"Kau masih gemetaran... Bim...?" Tanya Hoya padaku.

"Ah... Enggak kok enggak.. Hehehe" Jawabku dengan gugup mencoba tidak gemetar.

"Harusnya kita makan buah sekarang... Dan coklat yang ada ditasku. Tapi tak aku bawa..." Seru Hoya dengan menatap Api.

"Emmmhhh memang kau beli buah... Dan coklat?" Tanyaku.

"Beli... Karena kau ingin kan...?" Seru Hoya.

"Hehehe..." Aku hanya tersenyum. Sementara tangan dan bibirku tetap bergetar karena dingin.

"Kau masih bergetar bim?" Tanya Hoya kembali padaku.

"Hemmm..." Jawabku dengan menundukan kepalaku.

"Apa yang harus ku lakukan sekarang aku bingung..." Gumamku Hoya. 

Aku hanya terdiam melihat tingkah hoya yang mengacak acak rambutku.

"Aku... Tau..." Seru Hoya. 

"Apa??" Tanyaku. 

Hoya lalu menatapku dengan tajam didepan perapian. Lalu ia menarik daguku dan mencium bibir ku dengan lembut dan romantis. Rasanya ini lebih romantis dibantingkan dengan ciuman Kak Firza. 

Beberapa menit kemudian Hoya melepas ciuman nya. 

"Maaf my prince aku bingung harus bagaimana lagi. Ini jalan satu satunya..." Seru Hoya dengan meminta maaf padaku.

"Tak apa aku tahu..." Jawabku dengan senyum. 

Hoya pun tersenyum padaku. 

"Sudah sekarang kita tidur..." Seru Hoya.

Aku pun berbaring dengan dingin yang sangat dingin hingga membuat tubuhku gemetar. 
Tak lama kurasakan hangat. Ternyata Hoya memeluk ku. Tangan Hoya melingkar dipinggangku.

"Hoya..." Panggilku.

"Suittt... Aku hanya ingin menghangatkan mu sekarang..." Seru Hoya. 

"Hem....." Jawabku.

"Bim...." Seru Hoya padaku.

"Apa...?" Tanyaku.

"Kau tau terkadang aku ingin melakukan ML. Apa lagi saat berdua dengan mu ingin rasanya aku perkosa kamu. Namun hatiku bicara suatu hari kau akan menjadi milikku..." Seru Hoya padaku.

"Benarkah...??" Tanyaku.

"Heem...." Jawab Hoya.

"Ah.... Sekarang aku takut diperkosa oleh mu Hoya hehehe" seruku dengan tersenyum.

"Benarkah....? Ah... Aku menyesal bicara..." Seru Hoya.

"Hehehehehe..." Jawabku tersenyum. 

Tak lama Hoya tertidur dengan tangan memeluk pinggangku.

'Kau tau Hoya... Mungkin aku mulai suka padamu. Kau selalu membuat ku nyaman. Dan kau selalu memberikan kejutan yang tak pernah kubayangkan. Hoya kau tau kenapa HP ku sangat penting? Bukan HPnya Tapi memorinya karena ada Fotomu didalamnya. Foto saat aku menginap dirumah mu. Foto yang Manis dan tampan. Hehehehe... Ohhh ya Hoya aku mulai suka di panggil my prince..' Gumamku dalam hati. Yang lalu terlelap tidur. Namun saat akan tidur aku mendengar sebuah kalimat.

"Me Gustas Tu"

Kata itu kembali datang. Namun aku tak merasa takut karena Hoya memeluk ku. Jadi aku mulai menutup mataku. 

***

Pagi hari pintu didobrak.

Brak...kkkkk

"Hah....."

"Siapa mereka......"

...
...
...
...
...
...
...

Hoya/Bima

To Be Continue...

[Next] Chapter 29

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment