Me Gustas Tu
-----------------------------
Part : 30
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
---------------------------------------
Note : Baca Just Info setelah selesai Reader.
---------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------
"Let's Not Fall In Love"
***
"Kau... aku belum siap... hah... wanita jalang...." Seru ku langsung tertidur ketanah mati.
The End Door
Beti Winner.
Setelah permainan berahir aku dan yang lainnya pergi mandi dan beristirahat.
kini aku ditenda bersama Hoya dan Jung.
"Lu kampret... padahal gua mau cium elsa... tadi ehhh malah ditembak...!!!" Seru Jung kesal.
"Jangan aneh aneh deh gendut lo tau kan elsa pacarnya Firza." Seru Hoya.
"Bener tuh kata Hoya..." Seru ku.
"Iya sih tapi gua gak terima Hoya Bima..." Seru Jung dengan memakan snack ringan.
"Sabar Jung nanti juga dapet yang lebih baik..." Seru ku mencoba memberi suport.
"hemmm..." Seru Jung. "Ehhh bim... lo tadi mati gara gara Beti kan?" Tanya Jung padaku.
"Iya... gara gara sibeti padahal. Aku pengen menang ahhh dasar gigi pagar 4 mata + jelita..." Dengus ku kesal.
"Bukanya lo ditolongin Hoya bim?" Tanya Jung padaku.
"Nah Itu dia pas udah ditolongin.. Hoya... aku lupa kabur malah menatap Hoya. Terus si beti nembak aku lagi... bikin emosi tuh si mata 4." seru ku kembali.
"Lo nya aja drama... udah gitu jatuh didadanya Hoya pula..." Seru Jung padaku.
Sementara Hoya hanya mendengarkan pembicaraan kami dengan tersenyum.
"Tanah kotor jung... jadi ya ke Hoya aja hehehehe..." Jawabku dengan tersenyum.
"Romeo Oh Romeo lu berdua.. " Seru Jung menatap kami berdua.
"Cie... sirik... " Seru ku menggoda Jung.
"Gua gak sirik..." seru Jung.
"Sirik karena kamu gak bisa sama Elsa kan...?" Tanyaku dengan senyum.
"Bodo lah...." Seru Jung dengan makan snack kembali.
Tak lama bunyi suara toak terdenger.
"Anak anak sekarang jam 8 malam kumpul di lapangan ada acara cepat cepat."
Aku Hoya dan Jung pun mulai keluar dari tenda. Aku keluar menggukan kaos lengan panjang tanpa jaket. Kami berjalan menuju lapangan. Anak anak lain pun sama berjalan menuju arah lapangan.
Tak lama kami bertemu Elsa Beti dan ajeng.
"Hai..." Seru Elsa pada kami sambil berjalan.
"Hai juga..." Jawab Jung.
"Ehh tau gak tadi ada drama king..." Seru Beti tiba tiba.
"Maksud...?" Tanya ajeng.
"Tuhhh si Bima waktu Hoya ditembak. Aktingnya bagus." Seru beti.
"Aiiihhhh udah bet... gak usah dibahas hehehehe..." Jawabku malu.
"Hahahaha.." Kami pun tertawa sambil berjalan. Bercerita tentang game door tadi.
Tak lama kami sampai dilapangan. berjuta bintang dilangit dapat kulihat dari lapangan yang luas ini. Beberapa kayu ditumpuk menjadi sebuah segitiga. Tak lama api mulai melahap satu persatu kayu. Sehingga membentuk sebuah api unggun.
suasana malam dingin kini tak terasa lagi berkat adanya api. pemandangan langit yang bertaburan bintang membuat semua terlihat sempurna. Ditambah ada Hoya disampingku.
Tak lama seorang siswa menyumbangkan sebuah lagu. Anak anak pun mulai bertepuk tangan. Anak itu pun mulai bernyanyi.
ketika mimpimu yang begitu indah
tak pernah terwujud ya sudahlah
saat kau berlari mengejar anganmu
dan tak pernah sampai ya sudahlah
apapun yang terjadi
Ku kan slalu ada untukmu
janganlah kau bersedih
cause everythings gonna be ok
satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa cita-cita dan harapan
kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu jalan selalu ada
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi bersamaku hingga akhir datang
saat kau berharap keramahan cinta
tak pernah kau dapat ya sudahlah yeah
dengar ku bernyanyi lalalalala heyeyeyeyeyayaya
dedum dedudedadedudidam semua ini belum beakhir
apapun yang terjadi
Ku kan slalu ada untukmu
janganlah kau bersedih
cause everythings gonna be ok
satu kan langkah langkah yang beriring
genggam hati rangkul emosi
genggamlah hatiku satukan langkah kita
sama rasa tanpa pamrih
ini cinta across the sea
peluklah diriku terbang bersamaku
melayang jauhh.. woo..woo.. yeeahhh.. (come fly with me, baby)
ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yg menerima kelemahan hati
yea..aku cinta kau.. ini cinta kita
cukup satu waktu yes untuk satu cinta
satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
rebahkan rasamu untuk yg ditunggu
bahagia hingga ujung waktu
apapun yang terjadi
Ku kan slalu ada untukmu
janganlah kau bersedih
cause everythings gonna be ok
apapun yang terjadi
Ku kan slalu ada untukmu
janganlah kau bersedih
cause everythings gonna be ok
apapun yang terjadi
Ku kan slalu ada untukmu
janganlah kau bersedih
cause everythings gonna be o
ketika musik berahir. Tepukan tangan kembali terdengar. Bagiku lagu tadi sangat bangus apalagi dengan tragedi cintaku. Sungguh membuatku capek. Lagunya Bondan ya sudahlah emang pas.
Malam hari pun acara selesai pembagian pemenang game door pun sudah diumumkan.
Kami pun kembali ke tenda masing - masing. Saat sampai ditenda aku tak bisa tidur. Jadi kuputuskan untuk keluar karena Hoya pun masih duduk.
"Bim.. kok keluar?" Tanya Hoya padaku.
"Iya gak bisa tidur... Hoya.. hehehe...!!" Jawabku dengan mengucek ngucek mata.
"Nih... minum..." Seru Hoya memberikan sebuah susu hangat padaku.
"Gak haus kok..." Seru ku menolak.
"Ambil... dingin gini. Biar gak sakit..." Seru Hoya padaku. Aku pun mengambil minumannya.
Suasana hening hanya terdengar bunyi jangkrik.
Krik.. Krik...
"Hoya..." Panggilku pada Hoya.
"Apa...?" Tanya Hoya padaku.
"Besok kan pulang aku main kerumah mu ya...??" Seru ku dengan senyum.
"Ngapain...? Gak balik kerumah bim?" Tanya Hoya balik padaku.
"Emmmm pengen main aja... Hoya, BT dirumah kak doni pasti pulang sore dia beres beres dulu disini." jelasku pada Hoya.
"Ohhh ya udah main aja... sekalian pijitin badan nieh..." Seru Hoya dengan senyum.
"Emmhhh Ok ok siap bos..." Jawabku.
Setelah mengobrol kami pun masuk ketenda. lalu tidur dengan pulas.
Pagi hari aku dan yang lainnya siap siap pulang. Aku membereskan pakaianku. Lalu mandi ke sungai.
Setelah beres mandi. Kulihat Hoya datang.
"Udah beres bim...?" Tanya Hoya padaku.
"Udah..." Jawabku dengan santai.
"Kirain... belum tadinya mau bareng kali aja nafsu...!!"Seru Hoya dengan senyum Devil.
"Hah... Tidak.. tidak..." Kagetku dengan langsung pergi meninggalkan Hoya.
Aku sampai ditenda pakaian ku juga sudah rapih. Tak lama Hoya datang dengan wajah senyum.
"Udah beres mandinya?" Tanyaku pada Hoya.
"Udah... lah my prince niehhh udah ganteng...!!" Seru Hoya dengan mendekatkat wajahnya padaku.
"Aiiihhh sana sana beresin baju." Seruku dengan mendorong Hoya.
Tak lama Jung datang memberitahu Bisnya sudah datang. Aku dan Hoya pun dengan segera melangkah ke arah Bis.
Sesampainya didekat Bis. Kami diabsen terlebih dahulu. Setelah selesai kulihat kak Doni. Lalu aku hampiri kak doni.
"Kak Doni...!!" Panggilku.
"Apa..." Tanya kak Doni.
"Emmmh... Bima mau main dulu kerumah Hoya ya...!!! Paling ntar malam aku pulang." Seru ku memohon izin.
"Gak pulang dulu bim?" Tanya kembali kak doni padaku.
"Enggak lah kak..." Jawabku.
"Ya udah hati hati ya..." Seru kak doni.
Setelah mendapat izin aku pun langsung masuk ke Bis duduk seperti waktu berangkat bersama Hoya.
"Udah izin...?" Tanya Hoya padaku.
"Udah..." Jawabku. "Eh Elsa mana?" Tanyaku yang tidak melihat Elsa.
"Tuh didepan ama yayangnya..." Jawab Jung dengan kesal marah dan emosinya.
Aku dan Hoya hanya tersenyum. Aku tak merasa cemburu kini. Karena itu wajar pasti nanti kak firza ngasih penjelasan kok aku yakin.
Bis pun mulai berjalan. Aku menutup mataku di bis. Tak lama kami sampai disekolah lalu kami pulang kerumah masing masing. Sementara aku ikut pergi dengan Hoya kerumahnya.
Aku dan Hoya menaiki Busway menuju Rumah Hoya.
"Bim..." Seru Hoya mengajak ku ngobrol dengan posisi berdiri di pintu karena Busway penuh.
"Hemmm..." Jawabku.
"Kau tak cemburu pada pacarmu itu...?" Tanya Hoya padaku.
"Enggak aku biasa aja... Toh dia sama Elsa kok..." Jawabku dengan santai.
"ohhh..." Jawab Hoya dengan langsung menatapku.
"Kenapa? Hah???" Tanya ku melihat Hoya senyum dengan mata tajam.
"Kau sexy... membuatku nafsu... apalagi kita berdekatan..." Jawab Hoya.
Aku tersenyum mendengar ucapan Hoya. Tak lama ada seseorang bicara samping kami.
"Woi... ini tempat umum... jangan mesum... udah Homo mesum di bus..." Seru seorang ibu ibu kepada kami berdua.
Kami berdua hanya tersenyum. Tak lama pintu Busway terbuka. Kami pun buru buru keluar dengan senyum senyum.
Lalu kami berjalan kerumah Hoya. Dengan mengobrolkan ibu ibu tadi.
"Ibu ibu tadi sangat lucu..." Seru Hoya.
"Itu karena mu Hoya ibu ibu itu jadi berfikir mesum.." Jawabku.
"Lagian kau menggoda sekali my prince..." Jawab Hoya dengan mengaruk kepalanya.
"Aiiihhhh.." Gumamku.
Tak lama kami pun sampai dirumah Hoya.
Hoya membuka pintu. Lau melemparkan tasnya.
"Hoya kau tak boleh seperti itu." Seru ku.
"Boleh ini rumahku... kau tak boleh melarang kecuali kau istriku baru boleh melarang dan aku pasti menurutimu..." Jawab Hoya dengan menaikan alisnya.
"Kau dasar.. aneh..." Seru ku.
Hoya hanya tersenyum lalu mengedipkan matanya. Aku berjalan kearah dapur untuk mengambil minum. kubuka kulkas ada teh dalam gelas. Ku ambil lalu balik lagi keruangan TV.
Kulihat Hoya terlelap tidur. Kudekati Hoya. Aku tersenyum melihat wajahnya. 'Andai kau pacarku... Hoya' Gumamku dalam hati.
Tak lama aku duduk didekat jendela. Aku memasangkan hedset dan ku mainkan musik. Dan aku pun benyanyi.
Don't stop, make it pop
DJ, blow my speakers up
Tonight, Im'ma fight
Til we see the sunlight
TiK ToK, on the clock
But the party don't stop no
Woah-oh oh oh
Woah-oh oh oh
Lagu Tic tok dari kesha membuatku tersenyum. Tak lama aku pun kembali tertidur.
waktu pukul 4 Sore.
"Bim... bangun..." Seru Hoya yang membangunkanku.
"Hemm..." gumamku.
"katanya mau mijit... malah tidur... kau bim..." Seru Hoya yang kesal.
"Hehehehe..." Aku hanya tersenyum.
Hoya pergi kedapur. Tak lama kembali lagi dengan membawa Roti.
"Makan nieh..." Seru Hoya.
Aku pun memakannya dengan lahap.
"Nginep lagi aja bim..." Seru Hoya.
"Gak ah..." Jawabku.
"Why...??" Tanya Hoya padaku.
"Takut hantu.. hehehe..." jawabku. Hoya hanya memunculkan bibir manyunnya.
"Hoya aku balik ya...??"Seruku pada Hoya.
"Mau aku antar gak..?" Seru hoya.
"Gak usah" Jawabku.
Aku pun keluar dari rumah Hoya.
Dalam perjalanan aku merasakan hal yang buruk. Entah apa yang akan terjadi. 'Aku janji pulang malam tapi sekarang masih sore... gpp kali ya..?' Tanyaku sendiri pada diriku sendiri.
"Kenapa perasaanku gak enak ya...?" Gumamku kembali.
Tak lama aku sampai dirumah aku membuka pintu dengan pelan karena ingin memberikan surprise sama kak Doni.
Saat masuk ada 2 baju berhamburan dilantai. Tak lama aku menemukan 2 celana dilantai. Terahir aku menemukan 2 celana dalam dilantai.
Pintu kamar kak Doni terbuka. Dari jauh terdengar suara desahan 2 orang pria.
"Ahhhh... ahhhh..."
"I love you.."
'Hatiku berdebar siapa yang ada didalam?' Gumamku dalam hati.
Tak lama kulihat dari luar. Mataku membulat sempurna saat orang yang ku cintai kutemukan sedang bercinta dengan kaka ku sendiri. duniaku serasa runtuh. Lututku terasa lemah. Namun aku tak mampu berteriak. Mereka tak menyadari keberadaanku. Mereka menikmati apa yang mereka lakukan.
Aku dengan perlahan pergi keluar rumah. Aku berlari dengan air mata tak berhenti mengalir dimataku.
Aku pergi menuju rumah Hoya. Saat sampai rumah Hoya. Kulihat Hoya dikamar tengah memasang kasur. Dengan segera kuhampiri Hoya.
Kududukan dikasur.
"bim... kau kenapa?" Tanya Hoya kuatir padaku.
Tapi aku tak menjawabnya. Lalu aku mencium leher Hoya dengan cepat tapi Hoya mendorongku menggunakan kedua tanganya. Lalu memengang tubuhku.
"Kenapa bim? Ada apa?" Tanya Hoya padaku.
"Perkosa aku..." Seru ku dengan membuka kemeja Hoya.
...
...
...
...
...
...
...
...
Hoya/Bima
TO BE CONTINUE
[Next] Chapter 31
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment