Monday, 18 January 2016

MGT Chapter 19: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu


-----------------------------
Part : 19
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***
Apa ini maksudnya. Aku bingung... Ditambah... Hatiku selalu berdebar saat bersama Hoya... Kenapa ini??' Gumamku dalam hati.

"Woy.... Kok diem... Ngelamun ya...??" Tanya Hoya padaku dengan menatapku penuh tanya.

Aku pun terbangunkan dari lamunanku. "Eh.... Enggak kok..." Jawabku dengan agak murung.

"Ya udah kekelas yu.... Udah bel... Tuh..." Seru Hoya dengan menarik tanganku. Yang membuat aku heran dan menaikan alisku. 

Jam pelajaran pun dimulai Elsa pun sudah duduk dibangkunya. 

Tak lama bunyi lonceng istirahat pun berbunyi. Aku Elsa dan Jung pun istirahat kekantin. 

"Makan apa bim?" Tanya Jung padaku.

"Ball steak aja kayanya..." Jawabku dengan sedikit senyum.

"Dari dulu itu mulu kayanya... Bim.. Ganti kale... Makanan kan banyak..." Seru Elsa. Dan ketika Elsa bicara aku melihat Hoya yang juga datang kekantin.

"Yang enak itu... Doang..." Jawabku dengan terus melihat Hoya.

"Yakin loh... Kan yang lain ada kaya macaroni cheese, Sushi, Mie Ramen, dan kawan kawannya." Seru Elsa sambil kami duduk dimeja.

Tak lama Hoya pun menghampiri kami. 

"Hai boleh... Gabung..." Serunya.

Elsa dan Jung melihat kearahku seolah bertanya boleh tidak.

"Boleh... Duduk aja..." Jawabku.

Hoya pun duduk disebelahku. 

"Emhhh apaan nie bim...??" Tanya Hoya padaku.

"Ball Steak Hoya..." Jawabku dengan memakan makananku.

"Boleh nyoba..." Tanya nya dengan langsung mengambil ball steak ku. 

"Kalau nanya ball steak nya jangan diambil dulu Kali hoya." Seruku dengan melirik Hoya tajam.

"Hehehehe" Hoya hanya tersenyum dan memakan makananku.

Sementara kedua temanku Jung dan Elsa hanya tertawa melihat tingkah kami berdua.

Tak lama ada siswa dan siswi yang me ngobrol belakang meja kami.

"Emhhh Firza so sewat ya... Pas tadi Denger Doni sakit dia langsung pergi dan bolos sekolah..."

"Iya iya mereka cocok tuh sama sama ganteng..."

"Hemmm andai mereka mengkonfirmasi hubungan mereka kepublik aku mau jadi fansnya... Dan liat video ikeh ikehnya..."

"Ohhh aku juga mau... Videonya Pasti Seru liat video tempur mereka... Heheehehe"

"Ahhh aku membayangkannya gak kuat... Pengen punya tuh video..."

"Tapi semoga mereka gak dibuli ya...?"

"Gak lah mereka kan osis mungkin"

"Iya juga sih..."

Seru siswi dibelangkang kami. Yang membuat aku terdiam dan membayangkan itu semua. Bagaimana kalau terjadi yang sebenarnya apa aku mampu menerima semua itu.

Tak hanya aku saja yang marah orang didepanku Elsa. Wajahnya udah memerah dan kepalanya hampir berasap. Lalu ia berdiri dan naik ke meja. Dengan memarahi siswi dibelakang kami.

"Woyyy Firza itu milik gua... Jadi jangan ngomong yang enggak enggak... Dasar wanita Jalang kalau ngomong seenak jidat lo..." Seru Elsa pada wanita wanita dibelakang kami.

"Apaan sihhh nie cewek... Gak jelas banget dehhh..."

"Udah.. Pergi yu..."

"Capcus...M..."

Seru siswi siswi itu. Dengan tak menghiraukan Elsa.

"Woyyy gua lagi ngomong woy..." Seru Elsa semakin panas. Sementara aku hanya menepuk jidatku. Melihat tingkah laku Elsa yang memalukan. Baju feminim rambut digaling Tapi kelakuan seperti pria. Jung dan Hoya hanya melihat Elsa. Anak anak pria kudengar berbisik bisik.

"Sihhh cantik... Tapi... "

"Wahhh gua suka nie... Cewek kuat"

"Cewek jadi jadian..."

Melihat itu Elsa pun marah pada mereka.

"Apa... Hah... Liat liat..." Seru Elsa Dengan langsung duduk dibangkunya kembali. 

"Sabar Sa..." Seru Jung dengan mengelus pundak Elsa.

"Gimana Sabar mereka ngomong in calon pacar gua aneh aneh... Pake ikeh ikeh segala lagi..." Seru Elsa dengan manyun.

"Sabar aja kali sa... Santai.... And stay cool..." Seru ku dengan senyum.

Suasana pun kembali tenang. Kami pun kembali memakan makanan kami. Setelah makan kami kembali menuju kelas. Tapi dalam perjalanan aku ingin ke toilet. Jadi aku putuskan ketoilet dulu.

Setelah dari toilet aku kembali kekelas dengan terburu karena jam pelajaran akan dimulai. Saathampir sampai kelas HPku berbunyi.

BBM 

----------
Firza : Bim acara nontonnya dicansel ya aku ada perlu.

------------
Seru nya dengan membatalkan acara nonton. Aku pun menarik nafas dan mengeluarkanya sakit si. Aku lalu membalasnya dengan cepat. "Gak apa apa kok Za."

Aku pun masuk kedalam kelas dan duduk dibangkuku. Saat pelajaran pikiranku berpikir bahwa aku kecewa sama Kak Firza. 

Jam pulang sekolah pun tiba. Elsa dan Jung sudah pulang duluan dengan alasan yang satu sakit hati. Satu lagi disuruh belanja. Sementara Hoya menghampiri ku.

"Selamat nonton ya..." Seru nya yang langsung pergi meninggalkanku. 'Nonton dimana hoya. Orang gak jadi...' Gumamku dalam hati dengan tangis.

Setelah membereskan buku ku. Aku pun pergi keluar. Kulihat Hoya masih diparkiran dan kuhampiri Hoya.

"Hoya...." Panggilku.

"Bim...? Kok masih disini katanya mau nonton...?" Tanya Hoya padaku dengan bingung.

"Gak jadi..." Jawabku ketus pada Hoya.

"Kok gitu??" Tanya Hoya kembali padaku.

"Kak Firza sibuk Kali... Tau ahhh jangan tanya itu lagi." Jawabku agak risih.

"Ohhh gitu..." Gumamku Hoya.

"Kau sendiri sedang apa? Kenapa gak pulang...??" Tanyaku pada Hoya yang sedang mengoprek oprek mesin motornya.

"Nie... Si Cinta ngadat... Pengen diremas remas... Hehee" jawabnya dengan menunjukan kearah motor.

"Aiiihhh... Diremas... Bahasanya... Hahaha" Seru ku dengan tersenyum.
Tak lama Hoya mendekat padaku.

"Mau diremas...." Bisiknya pelan ditelingaku.

"Remas aja tuh... Motor..." Jawabku riang.

"Aku juga pengen Kali ngeremas manusia..." Seru Hoya dengan manyun.

"Cari BF lah... Biar bisa diremas hahahaha..." Seru ku dengan tersenyum senang melihat wajah Hoya yang lucu.

"Hemmm...." Seru Hoya dengan berfikir.

Tak lama Motor Hoya pun selesai diperbaiki. 

"Bim... Balik yu..." Seru Hoya padaku.

"Gak mau pengen main dulu ya.." Seru ku pada Hoya.

"Ya udah ke gedung kosong biasa aja yu..." Seru Hoya dengan senyum.

"Bosen... Kesitu mulu pengen kemall Hoya..." Seru ku.

"Tumben... Kau... Pengen ke mall bim...?" Tanya Hoya padaku.

"Lagi pengen aja..." Gumamku dengan menunduk.

"Ya udah naik... Kita nonton aja dibioskop..." Seru Hoya padaku.

"Serius??" Tanyaku senang.

"Iya... Naik buruan sebelum berubah pikiran." Seru Hoya dengan tajam padaku.

Aku pun menaiki motor Hoya. Lalu pergi menuju mall.

Sesampainya dimall. Kami pun menuju bioskop. 

"Mau nonton apa bim?" Tanya Hoya padaku.

"3 Dara aja kan lagi booming.." Jawabku.

"Buset 1 jam lagi bim..." Seru Hoya dengan kaget.

"Gak apa apa sabar aja. Jalan jalan dulu aja di mall." Seru ku.

"Ya sudah lah..." Seru Hoya yang langsung pergi membeli ticket. 

Tak lama Hoya kembali lagi.

"Cari makanan yu...??" Seru Hoya padaku.

"Ayo..." Jawabku.

Kami pun berjalan jalan dimall. Sambil menunggu jam nonton kami. 

Aku dan Hoya membeli Ice cream. Dan memakan nya dimeja dengan melihat Mall yang sangat indah. Aku memakan Ice cream dengan berantakan. Tiba tiba Hoya mengeluarkan sarung tangan. Dan mengusap kearah bibirku. Dan membuat kami saling bertatapan.

"Makasih Hoya..." Seru Ku dengan menunduk malu.

"Sama sama Bim..." Seru Hoya dengan dewasa padaku.

"Ya udah filmnya mau mulai yu..."

"Yu..."

...

...

Bima/Hoya

To Be Continue

[Next] Chapter 20

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment