Me Gustas Tu
-----------------------------
Part : 27
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
-----------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------
"Let's Not Fall In Love"
***
"Aniya... Aniya..." Ucapku Reflex mengeluarkan Bahasa korea sambil memeluk Hoya.
"Tenang... Tenang bim..." Seru Hoya yang mencoba menenakanku. "Tak lama aku pun terdiam tenang. Ajeng maju kedepan untuk melihat apa yang terjadi.
"Gue cuman mau liat doang..." Seru Ajeng. Ajeng pun mendekat dan saat dilihat ajeng itu hanya kelapa jatuh. Ajeng mencolek ku beberapa kali.
"Mau sampai kapan meluk Hoya hah??" Tanya ajeng padaku. Aku pun dengan cepat melepas pelukanku pada Hoya dan tersenyum. "Hehehe"
"Lihat ini cuman kelapa...!! Expresi mu terlalu LEBAY bim" Seru ajeng lalu tertawa.
Kami Bertujuh pun tersenyum, tak lama ada seseuatu putih menghampiri kami dari jauh.
"Pocong..." Seru Jung dengan takut.
"Lari lari.." Seru Elsa dengan keras. Namun ketika kami mau berlari pocong itu bicara.
"Jangan lari gue senior lu pada..." Seru pocong sambil melepas ikatan kepala.
Kami pun tidak jadi berlari dan lucunya ajeng pinsan. Mungkin ajeng shock melihat pocong.
"Hah... Bukannya dia bilang lebay... Tadi... Kenapa dia lebih lebay...!!" Seru Betie.
"Aiiihhh dia takut bet..." Seru Elsa.
"Gimana ini Kak..." Tanyaku pada senior yang memakai pakaian pocong.
"Ya udah kalian lanjutkan saja ajeng biar kaka bawa pulang ya...!!" Seru Senior.
"OK Kak OK Makasih..." Seru Hoya.
Kami pun berjalan sebentar tak lama kami sampai dipos 2. Kamu pun berbaris.
"Mana ketuanya...?" Tanya senior.
"Aku..." Seru ku dengan menggangkat tanganku.
"Group Berapa?" Tanya senior padaku.
"Group 3." Jawabku.
"Sebutkan Sandi..." Seru Senior.
Aku dan teman teman pun kompak berkata. "Tidak boleh..." Seru kami berenam kompak.
"Kau ketua nya sebutkan...?" Seru senior mini padaku.
"Tidak bisa rahasia..." Jawabku.
"Oh.. OK OK push up... Ketua 10 anggota 5." Seru senior.
"Apa??? Kok aku lebih banyak...?" Tanyaku bingung.
"Komplen... Ketua 15 anggota 10." Serunya kembali.
"Aiiiihhhh"
"Lakukan... Mau ditambah..."
Aku dan teman teman pun melakukan push up Di tengah malam udah dingin banyak kuburan lengkap sudah penderitaanku.
Selesai push up kami berdiri kembali.
"Sebutkan Sandi nya..." Seru kembali senior.
"Tidak bisa kan udah dibilang Gak bisa...!!" Seru Elsa yang sudah emosi.
"Ohhh tetep ya... Push up lagi ketua 10 anggota 5."
"Hah...." Seruku serentak dengan teman temanku. 'Aku Gak suka jadi ketua... Hukumannya lebih gede...' Omelku dalam hati.
Kami pun kembali push up.
8, 9, 10.
Setelah selesai kami berdiri.
"Masih... Mau dirahasiakan....!!" Seru senior.
Kami hanya diam karena takut di kasih hukuman push up lagi.
"Oke pegangan tangan kembali lanjutkan ke pos 3." Seru senior. Kami pun kembali berjalan menyusuri hutan kembali mengikuti lilin sepanjang jalan.
Disepanjang jalan aku tak berani melirik kiri dan kanan hanya menunduk pada tanah. Tak lama sebuah kuburan terlihat kembali. Kuburan yang baru saja dimakamkan. Karena semuanya masih fresh. Dan ada Senior disana berarti itu post 3.
"Kalian tau pos berapa ini?" Tanya senior gendut.
"Post 3" Seru Jung.
"Salah gendut..." Seru Senior.
"Anda Juga gendut..." Seru balik Jung.
"Sudah sesama gendut jangan sailing hina..." Seru senior yang bertuliskan rangga.
"OK... Sandi kalian apa?" Tanya senior rangga pada kami.
"Rahasia kami tak akan beri tahu..." Seruku dengan lantang.
"Ohhh yakin mau dirahasiakan...?" Tanya senior rangga kembali.
"Yakin..." Seru kami semua.
"OK... Bagus... Sekarang tutup mata kaka akan beri hadiah karena kegigihan kalian semua..." Seru senior rangga.
Kami pun dengan tersenyum menutup mata kami.
"Sekarang buka mulutnya. Makan permen yang kaka masukan ya..."
Tak lam permen pun masuk kedalam mulut. Tapi itu bukan permen melainkan itu jengkol ah... Kangpret rasanya kecut.
"Jangan dibuang... Kalau dibuang kaka beri sekilo " Seru senior yang membuat kami tersenyum.
"Sekarang buka mata.. Lalu lanjutkan perjalanan.." Seru senior.
"Untung lah Gak ada push up pegel gua..." Seru Jung.
"Gimana Gak pegel badan lo aja gede... Jelas pegel..." Seru Elsa.
"Hehehe.."
Kami pun berjalan kini kami keluar dari hutan. 'Agak legal kalau diperumahan gumamku. Kami pun berjalan lagi tak lama ada senior muncul lalu berkata "lari woi lari".
Sontak kami pun lari dengan hybred. Mengikuti senior gila itu. Tak lama kami pun sampai di sebuah lapangan besar, seperti lapangan penembakan. Kami pun berjalan menuju senior.
"Emhhh sandinya apa??" Seru Jung.
"Ah... Gua lupa..." Seruku yang benar benar lupa.
"Betie lo in get Gak?" Tanya Jung.
"Aku juga Gak inget.. Karena takut..." Seru Betie.
"Elsa...?? Ah apalagi lo Gak mungkin lo inget.." Seru Jung kembali.
"Udah tau nanya... Huuuhh" Ketus Elsa kesel.
"Hoya...?" Tanyaku.
"Emmmhhh... Sama lupa..." Jawab Hoya.
"Jadi satu group Gak ada yang hapal...??Fajar kau...?" Seruku.
"Hehehe" Fajar malah tersenyum.
Kami pun melanjutkan berjalan menghampiri post terahir. Disana ada Kak doni sebagai senior.
"Selamat datang dipost 4." Seru Kak Doni dengan senyum.
"Hehehe" kami semua senyum. Bukan senyum Manis Tapi senyum tegang karena lupa sandi
"Sebutkan Sandi mulai dari ketua." Seru Kak Doni. "Ketuanya mana?" Lanjutnya bertanya.
"Aku Kak..." Jawabku menunduk.
"OK... Sandi..nya sebutin..!" Pinta Kak Doni.
"Emhhh.. Emhhh..." Jawabku dengan gugup.
"Gak hapal?" Tanya Kak Doni.
"Gak..." Jawabku.
"Yang lain ada yang hapal...?" Tanya Kak Doni ke group ku.
Semuanya menggelengkan kepala. Kak Doni menepuk jidatnya.
"Adehhh Ade gue jadi ketua... Tapi ketua ama group sama sama bodohnya adehhh" Seru Kak Doni dengan senyum.
"Sana hampirin senior ulfi..." Seru Kak Doni .
Kami pun berjalan berbalik menghampiri senior ulfi. Kami pun sampai.
"Seniornya mana?" Tanya senior Ulfi.
"Bima..." Seru Betie.
"Mana Bima?" Tanyanya kembali.
"Aku aku..." Jawabku.
"Sini maju...' Seru senior ulfi.
Aku pun berjalan menghampiri nya dan jongkok.
"aduk" senior ulfi menyuruhku mengaduk tanah yang diberi air.
"Udah Kak... " Seru ku yang selesai mengaduk.
"Oles ke wajah..." Seru senior Ulfi.
"Apa???" Seruku kaget.
'Buruan...." Seru Kak Ulfi.
"Iya iya..." Jawabku yang langsung mengoleskan Lumpur kewajahku.
"Sekarang duduk didekat cowok cowok itu." Seru Kak Ulfi.
Aku pun berjalan lalu duduk bersama cowo cowo. Tak lama Jung Hoya dan Fajar menghampiriku. Sementara Elsa dan Betie duduk bersama cewek.
"Ngapain disini hoya?" Tanyaku bingung.
"Kita nunggu anak anak yang lain." Jawab Hoya.
"Oh..." Jawabku tak banyak bicara lagi. Aku terdiam dan menunjukan wajahku karena ngantuk.
Waktu menunjukan pukul 2 anak anak kulihat sudah lengkap. Tak lama bunyi toak kembali terdengar.
"Anak anak sekarang kalian balik ketenda. Cuci muka langsung tidur. Agar besok fit." Seru Seorang guru.
Aku Jung dan hoya langsung pergi cuci muka dan balik ketenda langsung tidur. Karena mata kami sudah ngantuk banget.
Zzzz
Zzzzz
Pagi hari jam 8 aku sudah mandi dan makan. Hoya pun sama dengan ku sementara Jung sedang makan. Tak lama seorang senior menyuruh kami kelapang. Kami pun dengan segera pergi kelapangan.
Kami pun sampai dilapangan tak lama suara toak kembali berbunyi.
"Anak anak hari ini kita outbound. Kalian bisa pilih mau panjat tebing atau Flying fox. Setelah itu kalian istirahat." Seru senior melalui toak.
"Emmmhhh Hoya mau main apa??" Tanyaku pada Hoya.
"Flying fox aja lah.." Jawab Hoya.
"Jung kau..." Tanyaku pada Jung.
"Kayanya panjat tebing coz flying fox takut talinya Gak kuat hehehe..." Seru Jung dengan pergi ke area panjat tebing.
"Kau sendiri bim...?" Tanya Hoya padaku.
"Aku... Flying fox kayanya heheh" jawabku dengan tersenyum.
Aku dan Hoya pun menghampiri menara lalu menaiki tangga menuju puncak. Saat diatas menara angin berhembus sangat sejuk begitu nikmat. Tapi saat aku melihat kebawah deg..... Jangtungku sekolah berhenti berdetak. Dan aku ingin balik lagi kebawah.
"Emhhh mau kemana?" Tanya penjaga.
"Mau balik lagi takut... Jadi Gak ikut.." Seru ku.
"Emhhh Gak bisa ayo sekarang giliranmu... Teman mu saja sudah mencoba ayo..." Seru petugas dengan langsung memasang flying fox padaku. Aku berdoa sebelum meluncur takutnya talinya putus atau terjadi sesuatu.
Aku pun meluncur dengan menutup mata rasanya ingin teriak Tapi kutahan malu banyak wanita hehe.
Setelah turun dan flying fox dilepas ada seseorang yang bicara.
"Gede badan Tapi penakut... Hehee" dengan tersenyum.
Tapi ' Boda amat lah..' Aku tinggalkan saja.
Lalu aku mencari Hoya. Tapi bukan Hoya yang kudapat. Aku malah melihat Elsa yang berjalan dengan Kak Firza entah mau kemana.
"Apa Elsa mau nyatain Cinta ya??" Gumamku. 'Aku harus ikuti..' Gumamku dalam hati.
Aku pun mulai mengikuti Elsa dan Firza. Mereka menuju taman yang sepi. Tak lama mereka berhenti disebuah kursi taman. Sementara aku bersembunyi disemak semak walaupun gatal.
"Hah... Disini tempat aku bisa mendengar apa yang diucapkan Elsa dan Firza. Aku pun bisa tau apa jawaban Firza. Kira kira apa jawabannya ya? Aku penasaran...??" Gumamku pelan.
"Sama aku juga... Penasaran."
"Hemmm jadi denganrkan.. Aja.." Seru ku. "Eh....???" Aku baru sadar siapa yang disampingku. Saat kulihat ternyata Hoya.
"Aniya..." Gumamku kaget akan sosok hoya yang tiba tiba disampingku.
"Kenapa sekaget... Itu.." Tanyanya padaku.
Aku menepok jidat ku. "Hoya kenapa kou disini?" Tanyaku pada Hoya.
"Aku tadi melihatmu menguntit jadi aku pun ikut.. Hehehe" jawabnya dengan senyum.
"Hoya kau tak boleh disini pergi sana...." Seruku.
"OK..." Tiba tiba Hoya akan berdiri Tapi kutahan kutarik tangan hoya hingga jatuh menimpaku. Kami pun sailing bertatapan.
"Aku..." Seru Hoya Tapi langsung kututup mulutnya dengan tangan ku karena Elsa sudah mulai bicara.
"Kak Firza aku sebenarnya sudah lama...."
"Lama apa sa... Coba jelasin..."
"Sudah lama suka pada Kak Firza..."
Deg mata ku membuat. Elsa benar benar melakukannya. Lalu apa jawaban Kak Firza.
"Aku........"
...
...
..
...
....
...
....
...
Elsa/Firza/Bima/Hoya.
To be continue

No comments:
Post a Comment