Tuesday, 26 January 2016

MGT Chapter 31: Let's Not Fall in Love

Me Gustas Tu


-----------------------------
Part : 31
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Drama Romantic
Rating : 12+
---------------------------------------
Happy Reading
-----------------------------------------

"Let's Not Fall In Love"



***

"Perkosa aku..." Seru ku dengan membuka kemeja Hoya.

"kou kenapa bim...?" Tanya Hoya dengan membulatkan matanya. Namun tak aku hirukan rasa sakit hatiku. Sudah parah aku kehilangan kontrol. 

"perkosa aku Hoya..." Seru ku kembali. Tak lama kedua tangan Hoya memengang pundakku yang berhasil menghentikan ciuman ku dileher Hoya. 



Hoya menatapku dengan tajam. 

"Kau ingin aku perkosa hah...?" Tanya Hoya padaku dengan nada tinggi.

Aku terdiam menatap kembali wajahnya. 

"Jawab...." Seru Hoya dengan makin keras. Tapi aku hanya mampu terdiam menatap wajahnya yang marah padaku.

"Kou ingin aku perkosa...?" Tanya nya kembali. "Sini aku tunjukan cara memperkosa..." Lanjut Hoya dengan melepas ikat pinggang dengan cepat.

Namun ketika itu aku memegang tangan Hoya. Dengan sebuah air mata yang berlinang dikedua mataku. 

Hoya lalu menatap wajahku. Yang tadinya melihat celanaku. 

"Kou pikir aku tak punya harga diri hah..." Seru Hoya yang tiba tiba melepaskan tangannya dari ikat pinggangku.

Aku terdiam sejenak. Lalu kubalikkan tubuhku dan kupasangkan kembali ikat pinggangku yang dilepas tadi.

Aku berjalan kedekat jendela. Aku menangis, tak kusangka semuannya jadi begini. 

"Kau lebih murahan dari yang aku kira...!!!" Seru suara Hoya dari arah belakangku.

"Lebih baik sekarang kau pergi dari rumahku...!" Seru Hoya dengan teriak padaku. Aku membalikkan wajah ku. Lalu mengusap air mataku yang keluar. Hoya hanya menatapku yang berjalan kearah luar.

Ketika sampai dipintu. Aku membuka pintu kaki kiriku kulangkahkan. Tapi tiba tiba Hoya menarikku dan menutup pintu lalu memelukku dengan erat. 

"Ada apa my prince...?" Tanya Hoya padaku dengan memelukku. "Kenapa kau menangis dan minta diperkosa...?" Seru Hoya. "Apa yang terjadi?" Lanjut Hoya.

aku hanya menangis di pundak Hoya tak menjawab pertanyaan Hoya satu pun. Namun Hoya tetap memelukku. 

"My Prince..??" Gumam Hoya memanggilku kembali.

Aku hanya terdiam dipelukan Hoya. Tak lama aku lepaskan pelukan Hoya. Lalu aku pergi keluar dengan berlari. suana diluar hujan lebat. Ake berdiri didepan rumah Hoya.

"My prince tunggu aku disini akan kubawakan payung kalau kau mau pulang...!!" Seru Hoya yang langsung masuk kerumah mengambil payung. 

"Kenapa jadi begini...?" Gumamku dalam hati. Lalu berlari dengan cepat ditengah lebatnya hujan. Aku menangis hatiku hancur.

"Aku ingin bunuh diri.." Gumamku. Dengan tetap berlari. Tak lama aku sampai dirumah pukul 7 malam dengan pakaian basah. Kubuka pintu rumah. Ada kak Doni, orang yang bersetubuh dengan kak Firza.

"Bim... baru pulang...?" Tanya kak Doni.

Tak ku dengar ucapannya dengan cepat aku segera kekamarku. Aku takut terbawa emosi kalau bicara sekarang.

Sampai dikamar aku mengganti pakaian ku dengan pakaian tidur. Aku langsung rebahkan tubuhku kasur. Lalu aku menutup mataku dengan semua masalah hari ini. Dan berharap ini hanya mimpi.

Pagi hari aku bangun semuanya bukan mimpi. Ini adalah takdir yang harus kujalani sekarang. Apa harus kuputuskan Kak Firza atau aku harus berpura pura tak terjadi apa apa dan melanjutkan hubunganku.

waktu menunjukan pukul 6 pagi. Aku bersiap siap untuk pergi kesekolah walaupun dengan perasaan yang camput aduk. Aku keluar dari kamarku. Kulihat ada kak Doni. Dia melihatku dengan aneh.

"Bim abis nangis ya??? Matamu merah sekali..." Seru kak Doni.

Aku kembali diam tak menjawab pertanyaan kak Doni.

"Ohhh ya semalam Hoya datang nyari kamu... bajunya basah ujan ujanan kali tuh anak... pas mau bangunin kata dia gak boleh. Malah bilang sukur kalau udah pulang.." Jelas Kak Doni. Dengan cepat mataku membulat. 

Aku kembali kekamar ku mengambil HPku. Aku nyalakan walaupun sudah jatuh disungai ternyata masih hidup. 

Tak lama ada pesan.

Pesan

------------
Bim kalau udah sampai Hubungin aku ya my Prince.

Pesan dari Hoya ternyata. Aku pun menelponnya.

Tut.... tut....

"Hallo Uhuk.... My Prince... Uhuk..." Seru Hoya dengan suara Batuk hati tak tenang sekarang.

"Hoya...." Panggilku.

"my prince uhuk... kau sudah ada dirumah uhuk.. kenapa tak memberi kabar... uhuk... untung kau selamat... uhuk... ya sudah ya... uhuk... bye.." Seru Hoya yang langsung menutup telp seolah tak ingin aku tanya keadaannya. 

Hatiku yakin Hoya sedang sakit. "Ini gara gara aku Hoya sampai sakit... Aku harus kerumahnya..." Gumamku.

Aku langsung mengambil Jaket Korea style ku. Dengan cepat aku belari. Tak ku pedulikan kak Doni yang teriak teriak memanggil namaku.

Aku langsung keluar rumah. Aku stop taxi. Aku sangat kuatir dengan keadaan Hoya sekarang.

"Pak ke Jln.xxxxxx" Seru ku sang supir taxi pun menggangukan kepala menandakan siap.

Mobil taxi mulai berjalan. Entah kenapa taxi yang biasanya berjalan cepat kini terasa lambat.

"Mas lebih cepat jalannya..." Gumamku pada Supir taxi.

"Siap de.." Jawab sang supir taxi. 

Tak lama mobil sampai didepan kos kosannya Hoya. Dengan cepat kubayar ongkos taxi dengan cepat. Aku berlari kelantai 2 kekosan Hoya. Sesampainya didepan pintu kosan Hoya. Kubuka pintu kosan dan kulihat Hoya tak ada diruang tengah. Aku pun bergegas kekamarnya. Kulihat pria yang selalu membuatku nyaman kini terkulai sakit. Aku hampiri Hoya yang sedang tidur. Aku duduk disebelahnya. Kupegang kening nya sangat panas. 

Aku pun dengan cepat bergegas kedapur mengambil Es batu. Karena ditv tv kan gitu. Pake es batu. Aku bawa Es batu kekamar Hoya. Lalu langsung kutempelkan pada kening Hoya.

"Dingin..." Gumam Hoya yang tiba tiba bangun.

"Hai... Hoya enak dicompres kan.." Seru ku dengan senyuman.

Hoya memegang keningnya lalu tersenyum.

"kenapa ketawa?" Tanyaku.

"my prince aku senang kau merawatku tapi bukan es batunya yang disimpan dikeningku tapi memakai lap..." Seru Hoya dengan senyum.

"Apa...? Jadi aku salah maaf Hoya maaf..." Seru ku menyesal. Dengan cepat kutarik Es Batu dari kening Hoya. Lalu kuambil handuk kecil lalu aku compresskan kembali. Tak lama Hoya tersenyum dan kembali tidur. 

Tak lama Hoya bersuara.

"Me Gustas Tu My Prince" Seru Hoya mataku membulat sempurna.

"Hoya... kau yang mengucapkan Me Gustas Tu." Gumamku pelan. 

"Me Gustas Tu My Prince..." Suara Hoya kembali.

"Me Gustas Tu..."

...
...
...
...
...
...

Hoya/Bima

To be continue...

[Next] Chapter 32

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment