Sunday, 6 March 2016

MTLTL by Jelo - Part 04 - [Part Story]



Mate That Leads To Love (Part 4)
By : JeLo

Aku benar-benar membuatnya marah. Bukankah itu hal sepele? Baiklah, dia memang kekanak-kanakan. Ucapan yang dia lontarkan tadi bukan yang pertama kalinya, tapi kesekian puluh kalinya selama kami bersahabat. Tapi yang tadi benar-benar membuat hatiku sakit. Hey... tidak, tidak! 


Aku langsung memejamkan mataku, berharap ini semua hanyalah mimpi buruk dan besok semuanya akan kembali seperti biasa. Aku malas harus membujuk Fareed yang sifat kekanak-kanakannya itu terlalu berlebihan. Dia itu sudah 19 tahun. Bahkan sudah kuliah semester 2.

***

Aku melihat Mama dan Papa sudah duduk di sofa pagi ini. Mereka memang harmonis. Mama selalu terlihat cantik dengan rambut berwarna light blonde yang bergelombangnya, dan Papa terlihat tampan dengan wajah kusut khas orang yang baru bangun tidur. Aku menghampiri mereka yang tengah sibuk menonton TV dengan serius.

"Anak Mama udah bangun ternyata," ucapnya sambil mengacak-acak rambutku. Lagipula, mana mungkin aku belum bangun. Aku tak pernah tertinggal sholat barang sekalipun.

Papa menatapku yang terlihat gugup. Tentu saja, aku ingin bertanya soal perjodohan konyol itu pada mereka, dan aku gugup. Takut mereka akan menertawaiku. "Kayaknya anak Mama gugup gitu deh. Kalo mau ngomong sama Papa dan Mama, ya ngomong aja. Biasanya aja manja gitu," ucap Papa sambil tersenyum meledek.

Aku mulai menyiapkan nyaliku untuk bertanya. Aku takut mereka tertawa keras dan menganggapku gila. Tentu saja aku gila karena Fareed. Eh, maksudku pernyataannya.

"Aku pengen tanya tentang Fareed, Ma..." ucapku akhirnya membuka suara. Padahal tadi aku sudah menyiapkan pertanyaan yang sangat banyak, tapi itu semua hilang begitu saja dari memoriku karena kegugupanku.

Mama tersenyum. "Kenapa? Ada apa dengan Fareed? Kalian baik-baik aja, kan? Kalian gak berantem kayak suami istri lagi, kan?" Ucapnya panjang lebar.

"Papa harap kamu tetep stay cute di hadapan Fareed. Dia sangat suka kamu pas lagi lucu. Ngegemesin katanya," Papa menimpali.

Dan sekarang, kedua orang tuaku malah membuatku semakin heran dengan tingkah mereka. Mereka bersikap layaknya aku ini benar-benar pacaran dengan Fareed. Aku hanya mengangguk pura-pura mengerti.

"Udah Pa, jangan digodain gitu. Kalo baru pacaran setaun itu wajar kok sering marahan. Kalo udah nikah nanti pasti pada dewasa kok," ucap ibuku lagi.

.

..

...

To Be Continue . .

[Next]

From : Cerita Kaum Pelangi

No comments:

Post a Comment