Saturday, 5 March 2016

MTLTL by JeLo - Part 03 - [Part Story]



Mate That Leads To Love (Part 3)
By : JeLo

Kaget? Tentu saja! Shock? Apalagi! Mana mungkin ibuku setega itu menjodohkan anak laki-lakinya yang tampan nan imut ini dengan sesama pria. "Gue diceritain hal itu ya beberapa hari sebelum gue bilang ke lo kalo gue itu gay. Sebenernya gue bukan gay, ya itu cuma permintaan nyokap gue aja, dan mau gak mau ya gue jalanin." Ucapnya panjang lebar.

Aku bukan hanya kaget, tapi hatiku terasa teriris pisau tajam mendengar ucapannya. Kata 'gue-elo' yang kembali keluar dari mulutnya, juga ucapan bahwa dia terpaksa melakukannya. Tidak! Ini bukan sakit hati! Seharusnya aku senang jika dia memang bukan gay, dan dia tidak menyukaiku. Karena itu yang kuharapkan dari dulu. Tapi mood-ku langsung down dan aku malas berbicara lagi. Aku langsung menelentangkan tubuhku ke kasur dan memakai selimutku tanpa menggubris ucapannya.

"Kok kamu malah tidur sih? Ngambek ya?" Ucapnya kembali dengan kata 'aku-kamu'. Dia menggoyang-goyangkan tubuhku dengan lembut -ini bukan perang di atas ranjang- agar aku segera bangun dan mendengarkan ceritanya lagi. "Yaudah, aku pulang aja deh. Percuma ngomong sama orang manja yang cengeng, keras kepala dan egois kayak kamu. Mimpi indah ya..."

Aku refleks menahan tangannya agar tidak pergi. Dia hanya menatapku sebentar, lalu memalingkan wajahnya dengan sok cuek-nya. Terlihat dibuat-buat sekali.

"Oke, gue dengerin lanjutan cerita lo," ucapku sambil kembali duduk. Akhirnya dia duduk juga.

Dia masih dengan wajah sok cuek-nya sambil sekali-sekali mencuri pandang. Lucu sekali. Eh, tidak! Maksudku biasa saja. "Aku mau lanjutin ceritanya kalo kamu manggil aku dengan sebutan 'my handsome top' dan berhenti bilang 'gue-elo' sama calon suami kamu," ucapnya lagi sambil memanyunkan bibirnya. 

Sebenarnya yang manja itu aku atau dia? Bahkan sebutan 'bottom' yang dia sematkan padaku lebih cocok untuknya meskipun badannya lebih kekar dan wajahnya lebih sangar dariku. Ya, aku akui jika wajahku ini memang lucu, karena teman-temanku selalu menyebutku 'pretty boy'. Aku tidak ngondek, sama sekali tidak. Hanya wajahku saja yang terlihat cantik karena bulu mataku lentik.

"Ogah ah, ngapain juga gue repot-repot ngikutin permintaan ridiculous kayak gitu..." balasku cuek.

"Oke, gue bakalan pulang kalo gitu!" Ucapnya sambil berdiri melangkahkan kakinya. "Dasar egois! Sikap lo tuh harus dirubah, biar sombong sama gengsi lo ilang!" Sambungnya lagi. "Dan satu lagi. Gue bakal minta nyokap gue buat batalin semuanya, gimanapun caranya. Lama-lama gue muak sama sikap lo itu. Pantesan aja gak ada yang suka sama lo. Lo itu bule sombong!" Sambungnya tanpa jeda.

.

..

...

To Be Continue ...

[Next]

From : Cerita Kaum Pelangi

No comments:

Post a Comment