Mate That Leads To Love (Part 11)
By : JeLo
Kami duduk di bangku ini berdua. Tangan Fareed menggenggam tanganku erat. Dia memakaikan jaketnya untukku, agar aku tidak kedinginan. Aku menyandarkan kepalaku ke pundaknya. Dia tersenyum manis ke arahku. Manis sekali bahkan.
"Sebenernya tadi aku baru aja dateng kok. Bahkan cuma 5 menit sebelum kamu dateng," ucapnya membuka obrolan.
"Terus kenapa kamu ngerjain aku kayak tadi? Bahkan omongan kamu tuh tajem kayak bambu runcing, tau gak?" Ucapku sambil menatapnya.
"Itu emang skenarionya. Aku pengen sekali-kali bikin gengsi kamu ilang, sweety..." ucapnya sambil memencet hidungku. "Bahkan gampang banget bikin kamu khawatir kayak gitu." Sambungnya lagi.
"Kamu tuh ya...." ucapku sambil mencubit pinggangnya. Dia mulai berpura-pura pingsan lagi. "Gak lucu tau gak?" Balasku lagi.
Dia hanya tertawa ringan. "Pulang yuk? Udah tengah malem nih," ucapnya sambil berdiri. Dia membantuku berdiri dan kami berjalan ke arah mobilku.
"Hey, kamu gak bawa mobil?" Ucapku padanya saat aku tersadar tak ada mobil yang terparkir di samping mobilku.
Dia memelototkan matanya. Dia terlihat gusar dengan mengacak-acak isi sakunya. "Goddamn! Tadi aku nyimpen kunci di mana ya?" Tanyanya yang hanya kujawab dengan mengangkat bahu tanda tak tahu.
"Tadi aku bawa mobil kok. Bahkan ada deket mobil kamu. Kamu liat kan tadi?" Ucapnya terlihat semakin panik.
"Yaudah, kamu ikut aku aja sekarang. Siapa tau kamu gak bawa mobil atau bahkan udah ada yang mindahin," ucapku sambil dijawab dengan anggukan.
***
Kami melihat rumah kami dengan keadaan sangat gelap. Oh aku lupa bercerita jika Fareed juga merupakan tetangga sebelahku yang baru ketahuan gantengnya sesaat sebelum kami resmi pacaran. Aku mengikuti Fareed untuk masuk ke rumahnya. Kami berjalan pelan agar tidak ketahuan. Namun dugaan kami salah. Lampu tiba-tiba menyala dan pintu tiba-tiba terbuka. Sialan!
"Dari mana aja kalian? Sampai lupa waktu gini," ucap ayah Fareed dengan nada menyeramkan. Tubuh tingginya hampir sejajar dengan pintu. Kami kaget bukan kepalang melihatnya berdiri sambil memelototi kami.

No comments:
Post a Comment