Mate That Leads To Love (Part 5)
By : JeLo
What? I mean WHAT?!! Mereka berdua bahkan mengira kami berpacaran. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak ingin image-ku yang lucu, tampan, dan sombong ini hilang karena aku dicap sebagai 'maho'. Bahkan meskipun Fareed memperlakukanku seperti kekasihnya di depan umum, orang-orang hanya menganggap sebagai lelucon saja.
"Maksud Mama sama Papa apaan sih? Siapa yang pacaran dan siapa yang bakal nikah?" Ucapku pada kedua orang tuaku.
Mereka hanya tersenyum ke arahku. Senyum mereka bahkan membuatku semakin penasaran dan konyol di saat yang bersamaan. "Ya kamu sama Fareed lah," ucap mereka secara bersamaan. "Papa yang nyuruh Fareed buat godain kamu. Soalnya sifat gengsi kamu mustahil luluh gitu aja. Dan Papa udah ngeliat progress-nya dengan jelas. Kamu udah mulai cinta sama Fareed," sambung Papa panjang lebar.
Aku menganga lebar. Ternyata ini semua ulah Papa. Menyebalkan sekali!
"Dan Papa ngebiarin gitu aja anaknya jadi homoseksual? What a cruel father you are!" Ucapku sambil memanyunkan bibirku.
"Sweety, you'll be Fareed's husband a couple years later, so just enjoy your new life as a gay. Mama udah ngeliat kamu yang semakin cinta sama Fareed, dan Fareed sering cerita sama Mama kalau kamu udah mulai suka sama dia. Lagipula, he truly loves you." Ucapnya dengan aksen British yang fasih.
What? I mean WHAT?!!! This is not funny anymore! I just wanna die now!
"Sebaiknya kamu minta maaf sama Fareed. He told me that you argued with him last night," ucap Papa. Dasar Fareed mulut ember! "Papa sama Mama tau kok yang terbaik buat kamu..."
***
Hari ini Fareed tak menjemputku. Dasar anak labil! Bukan cuma labil, bahkan manja, kekanak-kanakkan, dan egois semuanya ada di dalam dirinya. But hey, i can drive my own car that wasn't used for a year!
Saat aku mulai menyalakan mobilnya, tiba-tiba Fareed muncul di depan mobilku.
.
..
...
To Be Continue . .
[Next]
From : Cerita Kaum Pelangi

No comments:
Post a Comment