Sunday, 6 March 2016

MTLTL by JeLo - Part 06 - [Part Story]



Mate That Leads To Love (Part 6)
By : JeLo

Dia menundukkan kepalanya, membuka pintu mobil yang ada di sampingku. Wajahnya terlihat pucat dan muram. Lucu sekali! Seperti kepiting rebus yang overcooked.

"Aku mau minta maaf soal semalem. Aku cuma kebawa emosi." Ucapnya lesu. Hey, memang seharusnya dia meminta maaf, kan? "I promise i will protect you, love you for what you are, accept the selfish that you have, and spend my whole life time with a jerk like you," sambungnya lagi.

Menyebalkan! Bahkan di saat meminta maaf saja, dia tetap menyebutku egois. Dan satu lagi, dia menyebutku brengsek. Awas saja, aku akan mengerjaimu!

***

Kami sampai di kampus dengan mobilku. Fareed sedang tidak mood untuk menyetir saat ini. Baiklah, tapi aku akan tetap mengerjainya. Kami berjalan berdampingan. Bahkan dia lupa untuk menggandeng tanganku. Hey, apa-apaan sih aku ini? Harusnya aku senang tak harus dipandang jijik lagi oleh banyak orang. Mereka terlalu menganggap kami berdua sebagai lelucon.

"Aku tunggu kamu malem ini di tempat favorit kita. Jam 9 dan jangan sampai telat!" Ucapnya masih tertunduk lalu pergi menuju kelasnya. Ya, kami berbeda fakultas. Dia kuliah di jurusan psikologi, sedangkan aku di jurusan sastra inggris, tepatnya fakultas ilmu budaya.

Aku berjalan menuju kelasku. Kebetulan fakultas aku dan Fareed bersebelahan. Jadi Fareed tak perlu berjalan jauh untuk sampai di kelasnya. Kasihan juga dia. Eh, tidak! Maksudku agar dia tidak terlalu capek. Eh, bukan! Baiklah, lupakan.

***

Mata kuliah hari ini sangat membosankan. Aku langsung menuju mobilku. Ternyata Fareed sudah berada di sana menungguku. Bagus! Berarti aku tak perlu menunggunya. Dia melihat ke arahku, lalu menatap jam tangannya dan kembali menatapku dengan alis yang diangkat sebelah. Rambut coklat terangnya yang ikal terlihat mempesona ketika pantulan cahaya matahari menerangi rambutnya. Eh, tidak! Rambut lurusku masih lebih bagus. Lagipula rambutku blonde, bukan brunette -orang dengan rambut berwarna coklat- sepertimya.

"Oke, setengah jam bikin aku mati kehausan," ucapnya dengan cuek. Sejak kapan ada kata 'mati kehausan'? "Kamu harus bawa aku ke McD sekarang juga!" Sambungnya lagi. Dasar manja!

"Whatev~" belum selesai aku berbicara, tiba-tiba Fareed mencium bibirku. Oh no! He stole my first kiss!

.

..

...

To Be Continue . .

[Next]

From : Cerita Kaum Pelangi

No comments:

Post a Comment