Mate That Leads To Love (Part 7)
By : JeLo
"Jangan banyak komentar. Sini kuncinya, gak baik bottom nyetirin seorang top." Ucapnya.
Dia mulai menggodaku lagi. Tapi kali ini berbeda. Ekspresi nadanya sangat dingin dan cuek.
***
McDonald's sangat penuh hari ini. Banyak orang berlalu lalang mencari tempat duduk. Untung saja aku sudah mendapat tempat duduk. Fareed duduk di sebelahku. Biasanya dia duduk di depanku. Bahkan dari tadi aku didiamkannya. Dia pikir aku patung apa? Entahlah, dia sedang kerasukan setan pendiam mungkin. Oh bukan, dia kerasukan iblis pendiam. Lebih cocok untuknya.
Selama makan, tak ada satupun dari kami yang memulai pembicaraan. Bahkan sekarang aku merasa sedang bersama orang asing yang baru kukenal. Aku yang sudah selesai makan langsung menuju handwash dan duduk kembali di kursiku. Aku mulai memasang headset di kedua telingaku. Aku memutar lagu Love Takes Time dari Mariah Carey. Aku penggemar beratnya. Semua lagu Mariah Carey ada dalam playlist-ku.
Alunan lagu yang merdu membuatku terpejam menikmati nada demi nada yang kudengarkan. Tiba-tiba saja benda lembab yang basah menempel di pipiku. Bukan hanya itu, bahkan cahaya flash membuat mataku terbuka. Aku melihat Fareed yang mencium pipiku dengan kamera depan di handphone-nya memiliki flash.
"What are you doing? You embarrass me in front of many people!" Ucapku dengan nada kesal. Dia hanya tersenyum licik. Awas saja!
"Liat deh ke sana! Ada apaan tuh?" Ucapnya sambil menunjuk dengan telunjuknya yang buntet itu. Refleks, aku mengikuti arah yang ditunjukkan telunjuk buntetnya yang besar itu. Dengan sigap, dia langsung menarik daguku dan mencium bibirku untuk kedua kalinya. CUP! Bibirnya terasa lembab dan wangi. Hey, sadar posisimu, Andrew! Dia langsung membidiknya dengan smartphone android mahalnya itu. "Ini foto buat di upload ke instagram. Biar gak ada yang godain kamu," ucapnya tersenyum menang.
***
Aku sangat lelah seharian ini. Mata kuliah yang membosankan tadi cukup membuat mataku terasa berat, ditambah lagi si Fareed menyebalkan yang dari tadi mendiamkanku di McDonald's. Belum lagi dengan memalukannya, dia malah mencium pipi dan bibirku di depan umum. Bukan hanya ciuman pertamaku yang dia renggut, tapi yang kedua dan ketiga juga dia renggut. Dengan entengnya dia akan meng-upload foto ridicolous and diagusting itu ke instagram.
Setelah selesai mengganti pakaianku, aku langsung menikmati waktu soreku untuk tidur pulas karena kelelahan. Aku langsung memejamkan mataku dan memeluk bantal guling. Hey, tidak biasanya aku memeluk bantal guling. Biasanya bantal gulingku dipeluk dan dibanjiri air liur Fareed yang menjijikan dan bau itu. Aku mencium ujung bantal guling itu. Wangi badan Fareed menempel di bantal guling itu. Ternyata bau air liurnya tidak tercium sama sekali. Aku langsung tertidur pulas saat itu juga.
***
Aku terbangun dari tidurku. Kepalaku terasa berat. Pusing. Benar kata Mama, tidak boleh tidur di sore hari. Dan kini aku merasakan bagaimana pusingnya kepalaku saat aku terbangun. Aku melihat jam di dinding. 21.43. Aku sudah hampir telat satu jam. Bagaimana bisa aku lupa memasang alarm untuk bangun?
.
...
....
To Be Continue . .
[Next]
From : Cerita Kaum Pelangi

No comments:
Post a Comment