Thursday, 10 March 2016

MSM by Robynokio - Part 01 - [Part Story]



My Sweetness Mistake Part 1
By. Robynokio

“Bim, hari minggu ini temen aku ngundang aku buat dateng ke pembukaan restoran barunya dia. Kamu temenin aku yuk..”

Dengan sedikit grogi, gue beranikan diri buat ngirim sebuah sms singkat hari itu. Sms singkat yang bermaksud mengajak seorang cowo yang dulu sempat jadi pengisi hidup gue selama beberapa tahun kebelakang, untuk ikut menghadiri pembukaan restoran baru temen gue dipinggiran daerah Dago. 

Kita samarkan saja namanya menjadi Bimbim..
Sebenernya itu nama aslinya sih. Namanya aja gak bisa gue samarkan, apalagi cinta gue sama dia selama ini.



Bimbim ini tipe cowo yang periang, dia benar-benar paling mengerti gue, dari luar sampe dalem, dari makanan favorite gue sampai makanan yang paling gue benci. Dari parfum gue, sampai shampo khusus yang sering gue pake. Bahkan ironisnya, dia bisa lebih tau ukuran boxer gue ketimbang gue sendiri. 
Bimbim memang istimewa..

Tapi ada sesuatu yang membuat kita tidak bisa bersama lagi setelah menjalin hubungan beberapa tahun kebelakang. Dia memang nyaris sempurna, tapi.. ada kejanggalan yang sampe sekarang gue sendiri masih sulit menjelaskan itu apa, sesuatu yang ganjel yang nggak bisa gue omongin. Sama ngeganjelnya kaya gue yang tiap ketemu saudara selalu dihardik nanar dengan pertanyaan:

Kapan lulus, Dit?

Sialan, harusnya pertanyaan di atas dimasukan dalam Undang-Undang Perlingdungan Mahasiswa Tingkat Akhir. 

===

Selang 5 menit, ada bunyi sms masuk ke hape sony erikson gue.

“Hmm, boleh deh. atur-atur aja”

WUANJRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT!!! Dia ngebales sms gue cuy! DIA MAU GUE AJAK JALAN CUY!! Pagi itu gue bahagia banget rasanya, dari jauh gue serasa mendengar burung gereja menyanyikan lagu “We Are The Champion”-nya Queen.



“Tapi Bim, kamu udah izin sama pacar kamu kan?” bales sms gue

Selang beberapa menit, Bimbim mengirim sms balasan.

“Gapapa kok" 



Jawaban sms Bimbim yang terakhir serasa membuat lagu We Are The Champion berubah menjadi lagu Boys Don’t Cry-nya The Cure. 

Gimana enggak? Gue tau Bimbim udah punya pacar beberapa bulan ini, masa gue yang notabene-nya mantan dan jelas-jelas lebih ganteng dari pacarnya dia sekarang berani ngajak jalan coba? 

Gue bukan takut sama pacarnya, Cuma yaaa agak nggak enak aja. 
Masa sudah berstatus pacar orang tapi masih jalan sama mantannya? walaupun gue tau muka pacar barunya lebih mirip GAREM RUJAK ketimbang muka orang biasanya, tapi gue gak boleh gitu juga dong sama species yang dilindungi itu.. 

Tapi, hati gue yang tiap harinya mendung dan diguyur hujan ini sudah terlanjur terlalu kangen sama Bimbim.. Hati gue sudah berubah jadi Hutan Hujan Tropis, dengan di dalamnya berbagai macam fauna yang sering gue sebut sebagai, galau, kangen, rindu, perih, nanar, cinta, jarak, dan waktu.



”Oke, aku jemput besok dirumah kamu jam 10 siang aja ya.. soalnya hari minggu pasti kamu bangunya siang..“ bales sms gue. 



Tuuut.. Tuutt.. tanda sms masuk ke hape jadul gue.



”emm masih inget ya? -Bimbim “ 



HAHAHAHAHAHAHAHA tampaknya taktik pura-pura-inget-guna-menyanjung-hati-sang-pujaan ini berhasil dengan baik.
Aduh Tuhan, jarak tak pernah menyiksa seperti ini sebelumnya. 

Nggak terasa hari sudah malam. Malam ini gue mau bobo ganteng dulu, tidak lupa colek pipi kiri dan kanan dengan garnier cream malam biar wajah kencang di pagi hari nanti. Biar pas ketemu gue nanti, dia langsung tertegun dan berperang dengan hatinya sendiri, 

”Masa sih cowo ganteng kaya gini lu rela lepasin hanya demi Garem Rujak kaya pacar lu sekarang itu bim?!“

Itulah perang batin yang gue harapkan yang akan terjadi dalam benak Bimbim besok pagi. 

-Bersambung-

[Next]

From : Cerita Kaum Pelangi

No comments:

Post a Comment