[Ce.Si] Lovevia
-----------------------------
"ZOMBI DI INDONESIA"
Gendre : Horror, Action, Fantasi, and Love
Rating : [SU] Semua Umur
By : Ramdani F Alienskie
-----------------------------
Happy Reading
-----------------------------
---
--
-
Siang ini aku tengah duduk dikursi tempat ku beristirahat. Aku menghela nafas, "Ha,ah". Hari ini terasa begitu aneh, konsumen tak banyak yang datang. Angin berhembus diluar terasa dingin dan membuat bulu kudukku berdiri. Namaku Dika, seorang pekerja di The Coffe Break kecil jakarta. Sudah lama aku bekerja disini, namun perasaan aneh baru terasa hari ini. Aku mencoba berjalan ke arah pintu masuk, lalu ku tengok keluar pintu. Sepi... "Aneh..." Gumamku dalam hati. Tanpa pikir panjang aku kembali ke tempat duduk ku tadi yang dekat dapur. Aku termenung seorang diri. "Kok melamun Dik?" Tanya seseorang dari arah dapur. Aku dan dia yang berjaga hari ini. Dia juga sekaligus atasanku. "Gak tau nie mas... rasanya hari ini aneh banget..." Ucapku yang biasa memanggilnya dengan sebutan Mas. "Ya udah kalau merasa aneh... nyalain TV supaya ada hiburan. Jadi gak aneh..." Ucapnya dengan senyum padaku. Aku balas senyum padanya, aku punya kelainan. Aku seorang GAY atau penyuka sesama pria. Bos ku tadi sudah tau, dia juga sama seperti ku. Bahkan dia pernah menembakku. Tapi tak ku berikan jawaban, karena sama sama BOT. Jadi aku tunda dulu.
Kulihat sebuah remot TV. Aku segera menyalakannya, agar memecahkan keheningan yang ada dan siapa tau benar apa yang dikatakan bos ku bisa menghibur. Saat kunyalakan, ada berita darurat atau biasa disebut Breaking News.
BREAKING NEWS
"Bagi anda yang sedang berpergian, diharapkan segera berlindung. Jakarta kini tengah diserang ribuan mahluk mengerikan seperti mayat hidup, atau dikenal zombi. Segera lah cari tempat aman. Bagi anda yang dirumah lebih baik segera kunci pintu jendela dan yang lainnya, agar tidak dimasuki mayat itu. Dan bagi anda yang berada diluar segera cari tempat evakuasi atau penyelamatan. Yang tersebar dititik jakarta yang akan mengirim kalian ke pulau lain. Sekian dari saya, saya Putra Nababan melaporkan dari gedung RCTI"
Aku dan Bos ku saling bertatapan, Lalu aku menelan ludahku. Karena karena aku tahu kami sedang dalam bahaya. Tanganku bergetar merasakan takut. Tak lama Bos memegang tanganku. "Jangan takut, ada aku. Aku tak akan biarkan mereka memakan mu" Ucap Bos dengan senyum yang manis padaku, membuat hatiku merasa tenang.
"Ahrrr.... arhhhhhh...."
Satu Mayat Hidup masuk kerestoran, ketika aku menatap BOS ku. Mayat Hidup itu seorang wanita dengan leher bekas gigitan, mulut berdarah dan mengeluarkanair liurnya, tanganya yang patah bahkan yang kanan seperti tak ada tapi masih hidup, serta kaki nya yang berjalan terseok seok (Pincang). Aku merasa takut kembali, Bos ku menghapiriku dengan membawa pisau, no bukan pisau tapi kapak. Mayat hidup itu berjalan kepadaku dan Bos wajahnya makin dekat makin seram. Ketika Mayat hidup itu lebih dekat, Bos ku langsung membunuhnya bahkan kepalanya ditusuk hingga darahnya berhamburan. Aku yang melihat merasa takut, Mayat hidup itu pun mati jatuh ketanah. Bos melihat kearahku. "Kau jangan takut... kau harus berani." Ucap Pak Bos padaku. Aku hanya menggangukan kepalaku. "Ayo kita pergi, dari tempat ini" Ucap Bosku dengan menatap wajahku. "Tapi orang TV bilang kita harus tetap-" Ucapku yang kembali diam. "Kalau kita tetap disini bahaya bisa bisa mereka datang lebih banyak Dika, Kita harus mencari pengungsian evakuasi atau apalah agar selamat." Gumam Bos ku dengan ketegangan. Aku kembali menelan air ludahku dan berfikir, apa yang dikatakan Bos ku itu benar. Kalau kami tetap disini mayat hidup yang lain akan semakin ramai bermunculan. Aku pun mengganggukan kepala. Bos ku tersenyum, "Tunggu sebentar aku akan menggambil senjata yang ada" Ucap Bos ku yang lalu pergi. Lama menunggu Bos kembali dengan sebuah senapan besar dan pistol kecil yang diberikan padaku. Bos ku memberikan kode untuk segera pergi dengan kepalanya. Kami pun mulai berjalan dengan perlaha, tak lama aku membuka Ponselku untuk mengecek tempat pengunsian. Lama mengecek ternyata ada jaraknya cukup dekat dari tempat kami sekarang. "Bos... Bos.... ada pengungsian disekitar sini kita harus segera kesana" Ucapku dengan rasa takut. Bos hanya mengganggukan kepalanya. Menandakan iya. Kami mulai membali berjalan, suasan jalan jakarta yang biasa padat merayap kini sepi luluh lalang. Hanya ada mayat mayat hidup. Bangunan bangunan ada yang hancur. Dalam beberapa Jam Jakarta tercinta kini menjadi kota mati.
Aku dan Bosku masih berjalan dengan langkat pelan agar tak terdengar para mayat hidup itu. Karena aku dan Bos ku tau mayat hidup peka pada suara. Aku dan Bos ku sampai di gerbang perumahan orang orang elit. Tak jauh dari sini ada pengungsian, Kami berdua pun merasa senang. Namun saking senangnya Bos mengginjak sebuah ranting.
"Krek..."
Tiba tiba 10 mayat hidup itu menatap kami dengan tajam. Mereka berjalan dengan cepat kearah kami. Bos Ku menembak dengan pistol besarmya, "Door Door..... Dor...." Suara Senapan terdengar. Namun Mayat yang datang justru makin banyak, bukan jadi sedikit. Aku baru ingat kembali, suara pistol kami mungkin yang menarik perhatian mereka datang. Aku dan Bos ku segera berlari dengan terenggah enggah. Namun naas saat kami berlari Bos ku terjatuh hingga kakinya terluka. "Brukkkkk..." Suara Bos ku terjatuh. Aku pun menghampirinya, Kakinya berdarah terkena Sebuah benda tajam. "Dika Lo masuk Rumah Itu selamat kan dirimu" Ucap Bos ku yang mungkin sudah pasrah jadi makanan mayat itu. "Gak, Aku gak akan ninggalin Bos." Ucapku dengan mencoba menarik dan membangunkannya. Tapi Bos ku mendorongku kearah depan. "Bos..." Ucapku dengan menangis dengan takut dan menangsi. Bos ku mencoba mendekat padaku, Lalu sebuah kecupan dibibirku mendarat. Walau ciuman itu tak lama, Bos ku melepasnya. "Cepat pergi, aku tak akan selamat. Tapi kau bisa. Aku akan mengalihkan mereka kearahku. Ini kulakukan karena aku cinta padaku. I Love You. Jangan kecewakan aku. kau harus selamat" Seru Bosku. Dengan menyuruhku segera pergi tanpa memberinya jawaban. Aku berjalan menjauh sementara kulihat Bos ku mencoba bertahan. Dengan menembaki Mayat mayat hidup itu. Aku berfikir untuk kembali dan membantunya, tapi wajah Bosku menandakan jangan kembali dia marah padaku. Makin lama Maat maat hidup itu mendekat kearah Bosku dengan suara yang mengerikan "Argggg arhhhhghhhhh" Terahir bos ku berteriak. "AKU CINTA KAMU DIKA" Serunya. Yang tak lama tubuhnya dikoyak koyak para mayat. Aku hanya menangis dan menatapnya, tak lama aku tersadar. Aku harus selamat, Aku bergegas masuk kesebuah rumah salah satu orang kaya untuk istirahat, rencana besok pagi aku akan kembali berjalan kearah lapangan yang sudah dekat. Aku berjalan mengendap ngendap, karena takut ada mayat lain. Ternyata tak ada mayat rumah ini masih amat. Aku lalu pergi kedapur mengambil makanan, kubuka kulkas ada banyak makanan mungkin karena rumah ini rumah orang kaya. Aku pun makam dengan cepat, setelah selesai aku pergi kelantai 2. Karena aku berfikir disini kurang nyaman, apalagi para mayat berkeliaran bebas. Aku berjalan kearah tangga, saat dilantai 2 kulihat ada 2 ruangan aku mencoba mencoba membukanya. Tapi yang satu terkunci. Feeling ku masih ada orang didalam. Aku mengetuk pintunya, tok tok tok. "Aada orang kah... aku manusia..." Ucapku dengan pelan. "Klok..." Kudengar pintu terbuka, aku bersiap siap menghadang atau menembak takut takut Mayat Hidup. Tapi ternyata seorang pria dengan hanya menggunakan CD dari Calvin Clien. Dengan wajah yang bisa kubilang tampan dan tubuh atletis. Pria itu lalu menyuruhku masuk, lalu mengunci kembali pintunya.
"Ha,ah" Aku menarik nafas lega karena aku bertemu dengan manusia kembali. "Aku Dika..." Ucapku dengan sopan memperkenalkan diri. "Gue Rio..." Balasnya. Aku sedikit bingung kenapa dia telanjang. "Sejak kapan disini?" Tanyaku pada Rio. "Sejak terjadinya wabah, ini rumah temanku. Aku tadina mau jadi foto model celana dalam. Tapi ketika ada berita ini temanku meninggalkan ku sendiri. Jadi aku lebih baik tinggal disini dengan sesekali melihat streaming lewat ponsel keadaan diluar." Jelas Rio padaku sambil berdiri sementara aku duduk di sofa. "Kau sendiri?" Tanya Rio padaku. "Saat kejadian aku sedang bekerja lalu aku pergi setelah mendengar berita itu bersama bos ku. Tapi tadi bos ku mati dimakan mereka." Jawabku dengan menunduk sedih. Rio mendekat padaku, "Jangan sedih sekarang ada aku, kita aman disini" Ucap Rio dengan senyum. "Tapi gak lama Rio. Mungkin kita akan mati juga. Kucuali-" Ucapku uang berhenti. "Kecuali apa?" Tanya Rio penasaran. "Kecuali kita pergi kepengungsian besok pagi..." Ucapku dengan menatap wajah Rio. "Apa kita bisa selamat? Disana?" Tanya Rio kembali padaku. "Aku yakin bisa..." Jawabku gugup karena melihat tubuh sexy Rio. "Oke besok kita pergi bersama." Ucap Rio yang lalu mendekatiku dan menciumku dengan lembut. Tak lama ciumannya terhenti dan menatapku dengan senyum mesum. "Rio..." Gumamku. "Hem...." Jawabnya. Kami berdua saling senyum. Lalu Rio melepas pakaianku, dan kami pindah keranjang. Diatas ketegangan kami melakukan sebuah relaxsasi dengan cinta. Kami tak peduli dosa yang kini ada. Kami saling memberi apa yang kami butuh Rio Top dan aku Bot. Hingga kami mencapau puncak kenikmatan kami. Rio berbaring disebelahku. "Terima kasih, Aku cinta Kamu" Ucap Rio dengan mencium ku pelan. Aku tersenyum, "Aku juga Cinta Kamu" Balasku. Karena memang aku suka pada Rio. Lagi pula aku takut menyesal seperti pada Bos ku jika tak membalasnya. Setelah kecupan terahir Aku dan Rio tertidur.
----
Pagi hari aku dan Rio mulai bersiap siap, kami sarapan apa adanya yang ada dikamar teman Rio. Setelah selesai, Aku dan Rio mencari senjata. Tak lama mencari ahirnya ahirnya kami menemukan senapan yang lumayan bagus.
Aku dan Rio mulai berjalan pelan, kulihat banyak mayat mayat hidup. Aku hanya bisa menelan ludahku. Kami sampai diperempatan jalan, Kulihat ada seorang pria selamat ia sedang berlari dikejar mayat mayat itu. Namun naas para mayat makin banyak kearahnya karena dia berteriak. Sementara aku dan Ria hanya menatapnya, karena kalau membatu itu tak mungkin mereka banyak sekali. Ketika mereka sibuk kami kembali berjalan. Kami sampai dilapangan. Ku lihat ada penggungsian ditengahnya, namun mulai sepi sepertinya penduduk sudah mulai diungsikan. "Rio itu tempatnya" Ucapku dengan menunjuk pengungsian. "Oke... kalau gitu sekarang kita lari kearah sana." Ucap Rio. Tanpa menunggu lama kami pun berlari dengan cepat kearah pengungsian. Aku melambaikan tangan pada petugas TNI itu sementara Rio mencoba menembaki. Mayat mayat yang mulai mendekat. Tak lama TNI melihat kami mereka membantu menembaki mayat mayat. Sampai dipengungsian, para TNI menyuruhku masuk kehelicopter. Ini adalah helicopter terahir. Para TNI pun yang tinggal sedikit ikut masuk. Para mayat diluar kulihat semakin banyak mungkin lapangan hampir penuh. Rio ada disampingku. Helicopter pun mulai terbang ada mayat yang mencoba ikut. Namun dengan cepat TNI menebaknya. Kini kami sudah terbang. "Kita mau kemana pak?" Tanyaku pada seorang perwira TNI. "Kita akan ke AUSTRALIA. Disana kita aman. Karena seluruh pelosok INDONESIA kini telah terserang wabah ini." Ucap sang perwira dengan senyum. Semntara aku hanya bergetar dan takut karena tadi hampir mati oleh mayat mayat. Tak lama Rio memelukku, "Jangan takut, aku akan melindungimu selalu." Ucap Rio dengan senyum. "Makasih Rio..." Ucapku dengan senyum. "Love you..." Ucapnya berbisik ditelingaku. "Love You to" Jawabku pelan. Setelah itu aku melihat kota jakarta dari atas, kota jakarta dulu yang ramai kini sepi hancur berkeping keping, tak ada manusia hanya ada segerombolan mayat yang berjalan dengan menakutkan. Helicopter kami melewati lautan, meninggalkan pulau Indonesia tercinta yang hancur. Aku hanya mampu menangis. 'BOS aku juga cinta kamu' Gumamku dalam hati.
Sampai di Australia, sempat bingung mau kemana. Namun Rio ternyata punya perusahaan di Australia. Rio pun segera keperusahaan itu dengan membawaku. Rio meminta keuntungan dari perusahaan itu, lalu membeli sebuah apartemen di Australia. Kini kami hidup berdua, namun ketika indonesia nanti sudah bisa dihuni kami akan kembali. Kudengar indonesia sedang dibom oleh tentara seluruh dunia. Agar mayat mayat itu mati.
The End
----
---
--
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment