"Kata Maaf Terahir"
By.Ramdani F Alienskie
-------------------------------
Happy Reading
-------------------------------
"Hallo dimas... kamu dimana???"
"Bentar cewekku lagi ngambek sayang..."
"Ya udah gak usah jadi ketemuaannya..."
"Yakin... kamu ngambek gak... ?"
"Yakin... udah urus pacar mu yang sana..."
Sambungan telp aku putus. Karena aku kecewa dan hatiku menangis. Dimas selalu seperti ini dia lebih peduli pacar ceweknya dibanding aku pacar cowok. Aku tau masa depan dia dengan wanita itu bukan denganku. Tapi bisakan disisihkan dan luangkan waktunya untukku sedetik saja. Dan untuk kesekian kalinya aku juga yang harus mengalah demi wanita yang dimas cintai.
Aku juga yang bego udah tau dia punya pacr cewek malah mau diduain dengan ceweknya. Dia menembakku dulu sebelum jadian dengan wanita itu. Dan dari dulu memang cuek padaku. Sms aja kadang dibales kadang enggak. BBm aja jarang diread. Kadang pengen minta putus. Tapi hati selalu tak tega. Ketika kita ketemu dia selalu perhatian padaku tapi semenjak ada wanita itu ketika ketemu dia fokus ke ponselnya sekarang aku kesel??? Ya pasti. Dia gak ngerti sekarang. Aku punya masalah aja dia gak peduli. Hemmm mungkin ini waktunya mencari kekasih yang lain. Dan aku harus putus dengan dimas. Karena semenjak wanita itu hadir diantara kami. Aku lah yang paling sering nangis malam minggu tak pernah kami lakukan. Ketemu aja udah susah. Dimas berubah 100% dan aku yakin untuk mutusin dimas sekarang. Agar hidupnya senang dengan wanita itu.
Malam minggu datang aku menunggu dimas disebuah taman kota. Tadi sudah ku telp untuk datang tepat waktu karena ada yang ingin kubicarakan penting. Dimas pun setuju dan mau datang. Lama menunggu dia tak kunjung datang mungkin dia gak bisa datang lagi. Padahal aku hanya ingin mengatakan selamat tinggal. Hujan turun dengan deras aku masih berdiri dibawah lampu taman menunggu kedatangan Dimas. Aku nyerah Dimas mungkin sedang bahagia dengan pacarnya.
Aku langkahkan kakiku kebelakang dan perlahan pergi tapi terdengar suara memanggilku dari jauh. "Usman... usman..." Aku pun menengok kebelakang ternyata itu dimas. Aku senyum padanya. Dia berlari padaku dengan senyuman yang riang.
"Maaf aku telat yang..." Seru Dimas dengan nada kecapean.
"Gak apa apa... kok..." Jawabku singkat.
"Kou kehujanan sayang ? Bajumu basah?"Tanya Dimas padaku.
"Gak apa apa kok dimas aku sehat kok walaupun kehujanan." Jawabku. Tumben Dimas perhatian biasanya gak gini.
"Emmhhh nie pake jaketku." Dimas memasangkan jaketnya. Kenapa dia baik hari ini aneh sekali. Setelah aku dipakaikan jaket. Dimas menatapku lalu memelukku dengan erat. Aku mendengar dia menangis entah kenapa?kenapa dia menangis. Lalu aku bertanya. Dia menjawab wanita itu memutuskannya. Deg... dada ku terasa sakit mendengarnya. Dan itu gara gara aku karena dimas minta izin untuk bertemu denganku dan wanita itu tidak memberikan izin malah meminta putus.
Aku bingung apa harus aku putuskan Dimas yang tiba tiba baik sekarang.
"Yang aku minta maaf yah." Maaf Dimas minta maaf padaku tumben.
"Aku selalu mengacuhkanmu dulu ketika bersama laras. Sementara hubungan kita lebih lama dibanding dengan laras." Lanjut dimas. Tuhan ada apa ini kok dimas jadi baik gini.
"Gak apa apa dimas..." jawabku dengan santai.
"Ini aku punya kado buat hubungan aniverseri ke 3 kita" apa dia ingat anniverseri kita hari ini. Kapan dimas berubah aku bingung dia seolah bukan dimas. Aku lalu membukanya sebuah cincin yang sangat membuatku bahagia. Dimas memasangkannya padaku hehehe. Lalu dia memberikan ciuman dikeningku.
"Kamu jangan sedih lagi jangan minta putus dan kamu selalu nomor 1 dihatiku." Seru Dimas yang membuatku menunduk malu.
Lalu Dimas menyuruhku diam disini menunggunya. Dia pergi beli makanan katannya. 15 menit berlalu dia tak datang kembali aku putuskan menyusulnya. Aku lihat kerumunan orang katanya ada kecelakaan 1 jam lalu. Dan ketika kulihat orang yang meninggal itu bajunya sama persis dengan dimas. Tapi aku gak yakin walaupun hati ku merasa sakit sekarang. Dan ku hampiri ternya benar... itu Dimas... aku menangis tak dapat kutahan lagi. Dia ninggalin aku dengan kata maaf terahir. Lalu yang menghampiriku tadi dan memberiku cincin dan jaket ini. Aku tak mengerti ini kenapa begini.
Satu minggu kemudian aku hanya diam membisu. Ada yang mengetuk pintu Didepan Rumah kubuka. "Dimas..." Lalu dia senyum aku menangis melihatnya. "Jangan nangis. Jangan minta putus dan kou tetap nomor satu." Serunya lalu menghilang kembali dengan hilangnya bayangan hilang. Selamat tinggal Dimas... Maaf aku sempat akan meminta putus maaf sayang.
---Selesai---
"Cinta tak perlu diungkapkan walaupun tak perhatian tapi kita nomor 1 dihatinya."
================
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment