CE.Si
------------
Pure Heart
------------
By : Ramdani Fathullah Alienskie
Gender : Romantis Drama
Rating : 12 +
-------------
Happy Reading...
-------------
Pagi yang indah untuk seorang pria berparas tampan tinggi putih dan berambut putih. Namanya Bagas seorang mahasiswa di Universitas XXX Jakarta. Banyak wanita yang mendekat padanya namun tak ada satu pun yang menjadi kekasihnya. Kenapa? Karena dia GAY. Itulah alasan dia tak punya kekasih wanita. Banyak wanita yang meminta Bagas untuk jadi kekasihnya dengan berbagai cara aneh. Bahkan pernah ada yang membawa Bagas kekamar lalu sang wanita melepas pakaiannya. Bagas hanya diam lalu berkata. "Aku tak sedikit pun tertarik..." Seru Bagas dengan meninggalkan wanita itu sendiri.
Kini Bagas mempunyai kekasih. Bukan... Tapi tepatnya BoyFriend. Pacar pria dalam GAY. 1 No... Dia punya 2 BF(Boysfrend).
1 Pria bernama Yasa. Anak orang kaya, sholeh, baik, dan sedikit tampan. Dan yang ke 2 namanya Dirhan. Anak orang miskin. Namun punya ketampanan yang bisa dibilang sempurna.
Dirhan selalu meminta apapun pada Bagas. Dan Bagas selalu memberikan apa yang Dirhan mau. Seperti minggu lalu Dirhan meminta Gadjet terbaru. Dan Esoknya Bagas membelikannya. Bagas memang sayang dan Cinta pada Dirhan. Berbeda dengan Yasa Cinta pertamanya. Bagas mulai jarang memperhatinkannya. Namun Yasa tetap memberikan perhatiannya. Seperti setiap pagi.
"Bangun Sholat yang..."
"Jangan Lupa makan..."
Setiap siang
"Istirahat dulu kerjanya... Jaga kesehatan jangan lupa sholat yang paling penting..."
Setiap Sore
"Yang hati hati ya pulangnya smile emotikon"
Setiap malam
"Jangan tidur kemalaman"
Namun semua itu tetap dibalas oleh bagas. Dengan Balasan "IYA". Tak lebih dan tak kurang.
Tak hanya itu Yasa agak susah bertemu dengan Bagas. Namun Yasa tetap sabar. Yasa tau ia nomor 2 sekarang. Yasa pun tau soal Dirhan.
Bagas selalu memetingkan Dirhan sekarang. Dibangding Yasa yang selalu ada untuk nya.
***
Suatu malam Bagas mengobrol dengan Yasa di Telp.
" Beb..." Seru Bagas.
"Apa...?" Jawab Yasa dengan tenang.
"Lagi apa?? Kangen tau??" Seru Bagas.
"Tumben kangen??? Biasanya dibbm aja bales nya Iya doang." Jawab Yasa yang tersenyum riang.
"Hehehe... Ketemu yuk... Besok...??" Seru Bagas yang mengajak ketemuan.
"Emhhh... Gimana ya...?? Aku kerja Besok.... Yang...???" Jawab Yasa.
"Ayolah bolos sekali sakali... Buat aku... Yang... Katanya kamu Cinta...??" Seru Bagas.
"Ya... Cinta sih tapi kalau bolos nanti aku...." Seru Yasa.
"Oke fix kami gak Cinta kalau gitu... Mau putus ya... Oke.... Fix..." Jawab Bagas dengan tegas.
"Aku Cinta ya udah OK OK.. OK.." Seru Yasa yang mengiyakan ajakan Bagas.
"Gitu dong yang.... Ya udah sekarang tidur... Besok kita ketemu bye bye muacchhh" Telpon pun ditutup oleh Bagas.
Sementara Yasa hanya tersenyum Manis. Membayangkan pertemuan besok. Karena bagi Yasa, Bagas adalah segalanya. Dan ini adalah pertemuan setelah 2 bulan tak bertemu.
Besok harinya, Yasa sudah duduk disebuah taman. Tempat bertemu Bagas. Seperti biasa Bagas datang terlambat, Namun Yasa tetap tersenyum menunggu Bagas. 30 menit berlalu dengan cepat namun Bagas belum juga datang. Raut wajah Yasa gelisah. Harinya tak tenang. Pikirannya kesana kemarin. "Apa Bagas tak datang?" Gumamku Yasa.
Tak lama Bagas datang dengan menutup mata Yasa.
"Tebak siapa aku...??" Seru Bagas dengan tersenyum.
"Bagas jangan becanda udah telat iseng pula cepat duduk." Jawab Yasa dengan serius.
"Ahhh... Payah kau yang... Tau mulu...!" Seru Bagas sambil duduk dimeja.
"Hehehe..." Yasa hanya tersenyum.
"Kok senyum... Marah dong yang kan aku telat...!!!! Ahhh kau ini buat penasaran gak bisa..!!! Sekarang buat marah juga gak bisa...!!!" Seru Bagas yang mengomel.
"Bagaimana aku bisa marah sama pangeran yang turun dari langit hehehe" Jawab Yasa dengan tersenyum.
"Hehehe" Bagas pun tersenyum. Tak lama Bagas pun mendekati Yasa. Dan tiba tiba Bagas mencium Yasa dengan lembut dan romantis.
Ciuman berhenti Bagas tersenyum pada Yasa. Sementara Yasa hanya menatap Bagas.
"Kenapa kau lakukan ini gas??" Tanya Yasa yang tengok kiri dan kanan.
"Aku kangen yang..." Jawab Bagas dengan mencium tangan Yasa sekarang. "Gak boleh ya...??" Tanya Bagas.
"Bukan gak boleh ini kan tempat public. Gimana nanti kalau kamu ketauan gay???" Seru Yasa dengan kuatir.
"Lah kamu emang gak apa apa ketauan gay?"Tanya balik Bagas.
"Gak apa apa asal demi kamu... Hehehe.." Jawab Yasa dengan senyum.
Lalu dengan cepat Bagas mencium pipi Yasa. "Thanks Sayang..."
"Your welcome..." Jawab Yasa.
"Tutup mata deh..!!" Pinta Bagas pada Yasa.
"Ngapain???" Tanya Yasa bingung.
"Udah tutup mata... Aja yang...!!" Seru Bagas. Lalu Yasa pun menutup mata. Bagas mengambil sebuah kotak.
"Buka matanya..." Pinta Bagas kembali.
Dan ketika Yasa membuka mata. Yasa tersenyum kearah Bagas.
"Apa ini??" Tanya Yasa heran.
"Hadiah... Buka deh..." Seru Bagas dengan senyum.
Lalu Yasa pun membuka hadiahnya.
"Jam... Tangan..." Seru Yasa.
"Gimana bagus kan...??" Tanya Bagas.
"Bagus... Ada nama kita dijamnya...?" Tanya Yasa pada Bagas.
"Iya nama kita dan aku yang mendesainnya..." Jawab Bagas dengan menatap wajah Yasa yang terkena air.
"Kenapa??? Aku kan tidak memintamu memberikan jam seperti ini...???" Tanya Yasa bingung.
"Justru karena kau tak pernah minta apapun padaku. Aku jadi bingung harus ngasih apa.? Kau tak seperti Dirhan yang sering minta ini minta itu...!!" Seru Bagas yang mengomel.
"Aku hanya minta hatimu... " Seru Yasa yang membuat wajah Bagas tersenyum. Dan dengan cepat Bagas mencium tapi "sit...." Yasa menghentikan dengan jarinya. "Nanti kalau ketauan gimana?" Tanya Yasa. "Bodo amat lah...!!" Jawab Bagas yang langsung mencium Yasa kembali.
Setelah ciuman Bagas mengeluarkan hadiahnya kembali sebuah boneka teddy bear besar.
"Hahaha kok beneka emang aku cewek.. Gas?" Seru Yasa dengan tersenyum.
"Kamu Bot ku. Itu artinya kau cewekku." Jawab Bagas dengan senyum dan mencoleh hiding Yasa.
"Oh... Hahahaha" Tawa Yasa kembali terdengar.
"Kasih nama....??!" Pinta Bagas.
Yasa pun berpikir. "Bagas Bear..." Jawab Yasa.
"Hahaha terbaik..." Bagas tersenyum.
Namun senyuman itu terhenti. Ketika Yasa melihat sosok Dirhan dari jauh.
"Gas itu kaya Dirhan..." Seru Yasa.
"Mana mana???" Tanya Bagas gugup.
"Itu disana dia sembunyi melihat kita..." Seru Yasa. Mata bagas pun membulat. Karena itu benar benar Dirhan.
Lalu Dirhan pun pergi berlari. Bagas kebingungan apa yang harus dia lakukan.
"Gas kejar..." Pinta Yasa dengan memegang tangan Bagas. Lalu Bagas memeluk Yasa. "Tunggu aku disini..." Pinta Bagas. Yang lalu pergi mengejar Dirhan. Sementara Yasa ditinggalkan seorang diri.
Waktu menunjukan pukul 8 malam. Yasa masih tetap menunggu. Namun kenyataannya Bagas tak kembali. Air mata jatuh dari matanya yang indah. Yasa pun pulang dengan hati tak tenang.
Sesampainya dirumah Yasa menelpon Bagas. Tapi tak diangkat. Beberapa Kali pun tetap tak diangkat. Sms pun tak juga dibalas.
Tengah malam Bagas menelpon Yasa. Yasa yang tengah kuatir dan cemas pun tersenyum ketika mendapat panggilan dari Bagas.
"Bagas..."
"Yasa..." Sahut Bagas dengan tangisan.
"Apa semua baik baik saja?" Tanya Yasa yang kuatir.
"Aku mau kita putus..." Seru Bagas ditelp.
"Apa??" Tanya Yasa. "Kamu bohongkan gas?" Tanya Yasa kembali.
"Aku mau putus jangan hubungi aku lagi. Aku benci kamu..." Seru bagas ditelp yang langsung menutup telpnya.
Kaki Yasa lemas. Ia terjatuh, dunianya mini hancur. Ia hanya mampu menangis.
***
"Aku sudah memutuskan Yasa" Seru Bagas pada Dirhan.
"Bagus lah... Makasih kau masih Cinta padaku..." Seru Dirhan.
Bagas dan Dirhan pun menjalani hubungan mereka tanpa memikirkan apapun.
2 tahun berlalu.
Bagas ahir ahir ini sering sakit dan tubuhnya cepat lemas. Bagas pun pergi kedokter. Alangkah kagetnya Bagas ketika dokter menyebutkan Bahwa ia terkena HIV.
Bagas pulang kerumah dengan lemas. Dan saat itu ada Dirhan.
"Gas... Aku mau HP baru dong...?" Pinta Dirhan pada Yasa.
"Ohhh.. Iya iya nanti kita beli... Tapi...." Seru Bagas.
"Tapi apa...?" Tanya Dirhan.
"Aku mau jujur...!!" Seru Bagas.
"Jujur apa...?" Tanya Dirhan Bingung.
"Aku terkena HIV.." Seru Bagas. Dan tiba tiba Dirhan menjauh dari Bagas.
"Kenapa dir??" Tanya Bagas.
"Kamu Kotor.. Kamu sampah..!!' Seru Dirhan.
"Lebih baik kita putus..." Seru Dirhan dengan berlari keluar.
"Tapi dir aku sayang kamu.." Ucapan Bagas tak didengar Dirhan pergi meninggalnya seorang diri.
Bagas hanya terdiam dirumah. Satu bulan berlalu. Bagas pun mencoba bangkit dan move on dari segalannya.
Bagas pun pergi main kerumah temanya Rizki. Namun bukanya bisa move on. Bagas justru melihat Dirhan dan Rizki tengah berciuman dengan telanjang .
Hati Bagas hancur. Ia pun berlari keluar. Hati yang telah hancur ditambah dengan penghianatan.
Bagas pun kembali kerumah. Lalu terdiam memikirkan semuanya. Saat ini terlintas dipikirannya.
"Yasa..." Gumam Bagas.
"Aku butuh kamu..." Lanjut Bagas.
Bagas menangis ketika membayangkan Yasa yang diputuskannya 2 tahun lalu.
Tak lama HP Bagas berbunyi. Ada pesan dari seseorang. Dan ketika dilihat dari Yasa.
"Bagas..." Pesan pertama.
"Bagas mereka mau bawa aku kerumah sakit jiwa Bagas... Karena sering memanggilmu" pesan 2.
Deg hati Bagas bergetar ketika mambaca pesan Yasa. Yang berartir selama 2 tahun ini Yasa masih memikirkan nya.
Dengan cepat Bagas ngambil kunci mobil. Dan berjalan kearah rumah Yasa. Saat sampai, Bagas pun meminta izin pada orang tuanya menemuai Yasa.
Tak lama Bagas pun mendapatkan izin. Bagas pun masuk saat melihat Yasa. Yasa seperti orang stress.
"Ini salahku... Memilih orang yang salah..." Gumam Bagas.
"Yasa...!!" Seru Bagas pada Yasa. Yang menundukkan kepalanya dilutut.
Yasa menganggakat kepalanya saat mendengar suara Bagas.
"Bagas....!!!"
"Apa kau Bagas...?" Tanya Yasa.
Bagas pun mengganggukan wajahnya. "Maaf aku memutuskanmu tanpa sebab... Aku khilaf sayang..." Seru Bagas yang tanpa malu menyebut Yasa sayang.
"Bagas... Jangan bilang sayang nanti ketauan..." Seru Yasa dengan senyum.
Kedua orang tua Yasa terkejut melihat Yasa mau bicara dengan Bagas. Karena selama 2 tahun Yasa tak pernah bicara dengan siapapun.
"Aku gak peduli lagi aku Cinta kamu...!!sayang...!!" Bagas dengan langsung mencium bibir Yasa.
"Aku juga..."
Bagas dan Yasa kembali bersatu. Walaupun tanpa persetujuan orang tua Yasa awalnya. Tapi ahirnya mereka mau menerima. Dan penyakit HIV yang dikatakan dokter itu hanya kesalahan. Namun dari kesalahaan itu Bagas bisa membuka matanya.
The End
----------
Catatan : "Jangan tinggalkan seseorang tanpa sebab, karena kau tak tau berapa besar cinta nya padamu. Bisa saja dia gila atau mati karenamu"
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment