Tuesday, 16 February 2016

"Rain" by Ramdani [Short Story] Special Valentine


"Ce.Si Lovevia" (Spesial Valentine)
CERITA SINGKAT
-------------------------------
"Rain"
By.Ramdani F Alienskie
Gendre : Sad story
Ost/Sondrack : Rain - Taeyeon Girls Generation
-------------------------------
Happy Reading
-------------------------------

Tristan seorang anak remaja berumur 18. Bersekolah disekolah yang sederhana. Anak ke dua dari 2 bersaudara. Tristas mempunyai seorang kaka bernama Ken, yang telah menikah dengan seorang wanita cantik blesteran indo amrik. Setelah Ken menikah hidup Tristan berubah drastis, yang biasanya dilakukan berdua. Kini hanya ia lakukan sendiri. Tristan selalu merasa kesepian sekarang, ditambah 1 minggu yang lalu kakanya pindah ke New Zeland karena dipindah tuguskan. 2 hari kemuadian kakanya dikabarkan meninggal dunia. Karena pesawat yang ditumpangi kakanya jatuh ke laut. Kini Tristas hanya tinggal bersama kedua orang tuanya dijakarta. 

Hari ini senin, Tristan sekolah seperti biasanya. Duduk seorang diri dibangku paling belakang. Tristan bukan orang yang pandai bergaul. Dia selalu menyendiri dikelasnya. Ketika kelas akan dimulai, seorang siswa datang kekelasnya. Dia adalah anak baru di kelas Tristan. "Perkenalkan nama saya Rizki Nazar pindahan dari SMA Negri 1 Lembang kabupaten Bandung." Ucap anak baru bernama Rizki Nazar itu didepan kelas dengan senyum. Tristas hanya menatapnya tanpa senyum. Walaupun Rizki tersenyum padanya. Setelah memperkenalkan diri Rizki pun memelih tempat duduk. Ada 4 kursi kosong, disetiap meja ada 2 siswa atau siswa. Kursi Tristan adalah salah satu yang kosong. Namun ada pula yang lain, ada wanita cantik yang sedang melambaikan tangannya ke Rizki. Namun kursi yang di pilih Rizki adalah kursi kosong yang dekat Tristan. "Hai.." Sapa Rizki pada Tristan saat duduk dikursi dekat Tristas. Tristas hanya tersenyum dengan tatapan tidak nyaman. Namun Rizki bukannya menjauh dia malah mendekat. "Eh... nama ku Rizki namamu siapa?" Tanya Rizki dengan berbisik. "Tristan..." Ucap ketus Tristas pada Rizki. "Ohhhh... Tlistan.." Gumam Rizki yang menyebur R dengan L. "Tristan bukan Tlistan... budeg.... lo ya???" Tanya Tristas dengan wajah penuh emosi. "Becanda tan... serius amat... cepet keriput lo... serius gitu..." Ucap Rizko yang ternyata hanya bercanda. 

Jam istirahat yang ditunggu semua anak anak datang. Bunyi lonceng membuat senang semua anak. Termasuk murid baru bernama Rizki. Ia tersenyum lebar. "Ahirnya selesai juga.." Ucap Rizki sambil menarik nafasnya dan menyandarkan tubuh ke kursinya. Namun saat melihat teman disampingnya terlihat murung, Rizki menaikan alisnya seolah bingung melihat temannya. "Kenapa lo tan?" Tanya Rizki dengan menatap dan mendekati Tristan. Tristan tak menjawab pertanyaan Rizki. Hanya terdiam menatap layar ponsel yang didalamnya ada sosok kaka yang ia sayangi. Jam pelajaran kembali datang. Rizki yang baru datang dari luar beristirahat kembali duduk disamping Tristan. "Gak istirahat tan??" Tanya Rizki pada Tristan. Tristan hanya menggelengkan kepalanya. Seorang guru pun langsung memulai pelajarannya.

Waktu menunjukan pukul 13.00 jam pulang sekolah tiba. Anak anak sekolah berhamburan. Tristan hanya duduk dikursinya duduk terdiam. Sementara Rizki pergi ketoilet. Lama suasana diluar sudah sepi. Tristan memakai jaketnya dan mulai beranjak pulang. Saat didepan gerbang. Tetesan air muncul dari langit. Perlahan tapi pasti tetesan air itu mengali semakin banyak dan semakin kencang. "Hujan....." Gumam Tristas. Yang menatap dengan tajam air hujan didepannya. 'Kak ken... kau pergi saat hujan. Kabar kematian mu datang saat hujan. Aku bencin hujan kak ken.' Ucap Tristan dalam hatinya yang tanpa terasa mengeluarkan butiran air mata dalam matanya. Tak lama seseorang menepuk pundak Tristan. Tristan yang yang kaget langsung melirik kearah orang yang menepuknya tadi. Ternyata itu adalah Rizki. "Belum pulang tan....?" Tanya Rizki pada Tristan. "Keliahatannya....!!" Jawab Tristan tanpa senyum tanpa ekspresi. Tapi Rizki tetap mengajaknya berbicara. "nangis tan... ya..?" Tanya Rizki yang membuat Tristan terkejut. "Gak..." Jawab Tristan. "Kenapa lo nangis...? Takut petir kah? Atau takut air hujan?" Tanya Rizki dengan senyum meremerkan. "Aku bilang aku gak nangis" Jawab Tristan dengan kencang kesal dan marah, yang membuat Rizki langsung terdiam. Hujan deras yang menguyur kota jakarta, bukannya mereda tapi jutru makin kencang. "Kau tau. Tadi kulihat kau menangis. Kupir kau sama dengan ku. Benci akan hujan." Gumam Rizki membuka percakapan di saat hujan deras. "Memang kau benci hujan?" Tanya tristan yang penasaran tapi berpura pura tak menunjukannya. "Hem... dulu kekasih ku meninggal saat hujan. Dia tertabrak sebuah truck. Karena pertengkaran kami. Aku menuduhnya selingkuh. Padahal dia Pria yang sangat kucintai" Ucap Rizki menceritakan kenangan buruknya. "Pria??? Kau gay???" Tanya Tristan dengan kaget. "Ya aku gay...!!" Ucap Rizki dengan santai. "Apa kau membenci hujan?" Tanya Rizky pada Tristan. Tristan mengganggukan kepalanya. "Kenapa???" Tanya Rizki. "Dia mengambil kaka ku dan mengabari ku saat hujan. Aku sangat membenci hujan sekarang." Gumam Tristas dengan rasa menci yang kuat pada Hujan. "Ternyata buka aku saja yang membenci hujan." Ucap Rizki dengan tersenyum. Tristan kini mulai tersenyum pada Rizki. "Reda tuh... naik... aku anterin pulang." Ucap Rizki dengan menyeruh Tristan menaiki motor ninja nya. Semenjak hari itu keduanya selalu bersama tak pernah terpisah. Seperti 2 orang kekasih. Namun Tristan hanya mengganggap teman biasa saja. Sementara Rizki, ia menyimpan sebuah perasaan cinta yang tulus pada Tristan. 

Hari ini malam minggu, malam dimana Tristan dan Rizki selalu menghabiskan waktu bersama. Tristan dan Rizki sedang menonton acara TV favorit mereka berdua. Ponsel Tristan tiba tiba berdering. Tristan pun melihat kearah ponselnya. Sebuah nama Mawar tercantum dilayar ponsel. Tristas pun mengangkatnya.
"Hallo... mawar.."

...

"Oke kalau gitu aku segera kesitu" 

Tristan menutup telpnya, dan langsung mengambil jaketnya. "Aku pamit dulu ya..." Ucap Tristan pada Rizki. Rizki hanya tersenyum dengan manis melihat seseorang yang dia suka kini tersenyum. Tristan pun segera pergi dari rumah Rizki, menuju Rumah mawar. 

Dalam perjalanan hati Tristan terasa ada yang sakit, entah kenapa. Tapi ia tak coba hiraukan. Sesampainya dirumah Mawar, Tristan duduk disofa. Mawar menghampiri Tristan dengan pakaian sexy. "Mawar... apa kamu gila???" Ucap Tristan yang kaget saat melihat Mawar datang. "Santai aja, dirumah sepi kok jadi kita bebas. Lagi pula kita kan kemaren udah jadian. Jadi apa salahnya.." Ucap Mawar dengan senyum menggoda menarik tangan Tristan kedalam kamar. Tristan yang memang tergoda pun mengikutinya. Didalam kamar 2 sejoli ini melakukan hal yang terlarang. Saat akan mencapai klimak, ponsel Tristan kembali berdering. Dengan suara yang sedang mendesah. Tristan menggangkat Telpnya.

"Ha... lo..." 

"Tan.....??? Lo lg ngapain...?" Tanya Rizki dengan binggung mendengar ucapan Tristan yang mendesah.

"Gue lagi bercinta sama Mawar nie..." 

"Apa...?" Seru Rizki.

Ponsel Rizki langsung terjatuh, saat mendengar jawaban Tristan. Diujung lain Tristan hanya memanggil manggil Rizki. Namun tak ada jawaban Tristan pun melempar ponselnya dan melanjutkan bercinta.

Waktu Menujukan pukul 1 malam. Tristan pun kembali ke rumah Rizki. Namun bukanya senyuman manis atau selamat telah bercinta. Rizki justru memukul pipi Tristan dengan kencang hingga terjatuh ketanah.

"Lo kenapa si ki...? Tiba tiba mukul gue hah..." Tanya Tristan yang terjatuh ketanah. 

"Udah berapa lama?" Tanya Rizki tanpa menjawab pertanyaan Tristan.

"Apanya???" Tanya Tristan dengan berdiri.

"Hubungan lu ama Mawar..." Tanya Rizki. 

"Baru kemaren..." Jawab Tristan dengan menatap wajah Rizki.

"Baru kemaren???" Tanya Rizki dengan keras.

"Iya, kenapa si lu?" Tanya Tristan sewon. 

"Lo bilang ada apa?" Ucap Rizki. Tristan hanya diam menatap Rizki. "Baru kemaren jadian dan sekarang lo bercinta? Itu lo bilang ada apa?" Ucap Rizki dengan menatap Tristan yang berjalan duduk dikursi. 

"Udah lah gak usah diributin... toh dia juga pacar gue jadi wajar lah..." Ucap Tristan dengan santai. 

"Wajar..!!! mawar itu bukan wanita baik baik tan. Lo gak dengerin omongan gue. Gue kan udah bilang dari dulu. Mawar itu wanita gak bener." Ucap Rizki dengan kesal karena mengetahui orang yang dia cintai. Mencintai orang yang salah. 

"Lo gak usah usah marah gitu. Biasa aja. Lagian gue ini yang pacaran yang ml gue. Lo gak usah ngatur ngatur lo bukan siapa siapa gue. Lo cuman temen." Ucap Tristan dengan kembali berteriak kencang pada Rizki.

"Gue bukan ngatur..." Ucap Rizki.

"Terus apa? Perhatian. Lo suka sama gue gitu..." Ucap Tristan dengan menarik kemeja Rizki. 

"Iya gue suka sama lo... kenapa hah...? Gue cuman gak mau orang yang gue cinta jatuh cinta sama wanita yang salah." Ucap Rizki dengan mengeluarkan air mata. "Apa gue salah hah..." Lanjut Rizki. 

Tristan yang mendengar pengakuan Rizki langsung meludahi wajahnya Rizki. 

"Gue anggap lo tuh temen. Tapi nyatanya lo sama aja kaya homo lainnya . Anjing lo." Ucap Tristan yang langsung melemparkan Rizki kelantai. Kemuadia melangkah kan kakinya ke luar dengan menendang pintu. Tristan pergi dengan hujan lebat yang membuatnya basah kuyup. Sementara Rizki hanya menatap jatuhnya butiran air yang jatuh ketanah dengan sebuah kenangan yang hancur. "Aku minta maaf Tristan aku emosi karena cemburu" Ucap Rizki dengan menatap Hujan yang lebat. Tak jauh beda Tristan yang berada di halte bus kini. Menatap menatap butiran hujan yang turun dari langit. "Kenapa ada rasa sakit.... saat meninggalkannya.? Aku bukan gay?" Gumam Tristan dihalte bus.

Semenjak kejadian itu keduanya tak saling bicara satu sama lain. Seolah menjadi musuh. Tristan yang berpacaran dengan Mawar seolah senang. Padahal hati Tristan tak merasakan hal itu. Sementara Rizki walau menjadi musuh, Rizki tetap menyimpan rasa. Pernah suatu hari Rizki akan meminta maaf namun niatnya itu ia urungkan. Karena mendengar Tristan yang tak akan pernah memaafkanya.

Semenjak saat itu Rizki pun tak pernah bertatapan dengan Tristan. Ibu Rizki dimutasi pindah ke new york. Rizki pun pindah diam diam tanpa memberi tahu temannya Tristan. 

Satu minggu berlalu Tristan baru sadar. Apa yang diucapkan Rizki itu benar. Bahwa Mawar itu bukan wanita baik. Ia pernah ML dengan ketua osis dan paskibra. Tak hanya itu mawar juga pernah jual diri. Tristan pun baru menyadari bahwa Rizki ahir ahir ini gak ada. Tristas pun bertanya pada teman temannya. Alangkah terkejutnya Tristan saat tahu kalau Rizki sudah pindah sekolah. Tristan pun dengan cepat menuju rumah Rizki. Tanpa memperdulikan jam pelajaran yang masih ada. Tristan berlari dengan cepat. Saat sampai Rumah Rizki. Tristan langsung mengetuk pintu rumahnya. Beberapa kali ia mengetuk, ahirnya ada yang keluar. Namun yang keluar bukan lah Rizki. Melainkan pembantu rumah tangganya. 

"Bi ada Rizki??" Tanya Tristan pada sang pembantu.

"Den Rizki udah gak ada den Tristan." Ucap si pembantu.

"Loh...kemana?" Tanya Tristan dengan bingung.

"Den Rizki udah pindah ke New York. Gak akan balik lagi." Ucap si pembantu yang seketika membuatnya terdiam, bingung, kecewa, dan marah pada dirinya sindiri. 

"Tapi ada surat buat den Tristan dari den Rizki, tunggu bentar ya." Ucap si pembantu.

Tristan pun hanya mengganggukan wajahnya. Tak lama sang pembantu kembali dengan membawa Surat.

"Ini den Tristan..." Ucap Si pembantu.

"Makasih bi... ya udah saya pamit dulu.." Ucap Tristan yang langsung pergi dengan kekecewaan. 

Hujan mengguyur kembali Tristan. Seolah tertawa melihat Tristan menangis. Tristan berusaha melindungi suratnya. Sesampainya dirumah Tristan membuka suratnya.

-------------
Surat
-------------
Dear Tristan...


Aku minta maaf, karena aku membuatmu benci aku. Aku hanya terbawa emosi akan cinta. Tristan apa kau marah? (Tristan menggelengkan kepalanya). Sukurlah kalau tidak. Aku sudah punya feeling. Kau akan datang kerumah. Jadi aku menulis surat ini. Karena aku sudah pindah saat kau membaca surat ini. 

Tristan jujur aku suka kau pada saat kita pertama kali bertemu. Saat hujan dulu, rasanya aku sangat senang. Bertemu dengan pria seperti mu. Orang yang membenci hujan sama sepertiku. mulai saat itu kita menjadi teman. Kita selalu bersama dengan aku yang selalu memendam cinta. 

Aku iri pada wanita itu (mawar) yang bisa ml dengan mu. Sementara aku, aku hanya jadi sahabatmu dunia gak adil padaku. Aku yang dari dulu cinta kamu tapi kenapa wanita itu yang mendapatkanya. Henmm

Tapi sekarang aku sudah iklas demi persahabatan kita. Aku minta maaf atas semuanya Tristan. Aku menyesal. Semoga kau bisa memaafkan ku.


Aku cinta kamu...


Rizky.
----------------

Tristan yang membaca surat kini hanya diam. Menyesal dan kecewa pada dirinya. Karena sesungguhnya, Tristan pun mencintainya. Hanya Tristan selalu menolak kebenaran. Kini hanya ada rasa menyesal dan kecewa yang diiringi hujan. Hujan yang kembali mengambil kebahagian Tristan. Hujan yang akan membuat kenangan Tristan dan Rizki selalu dikenang.

"Aku akan selalu menunggu mu Rizki"

...

..

.

The End
--------------------------
Just Info
--------------------------
Maaf untuk terlambat saat mengupdate cerita untuk valentine
--------------------------
SosMed
Wattpad : @Adminarmy
Email : armyramdani4@gmail.com
-----------------------------
Thanks For Reader...
Like Share Bagikan
Supaya FansPage nya tetep ada gak Hilang.
Thanks.....
-------------------------------

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment