CE.Si
------------
Vitamin
------------
By : Ramdani Fathullah Alienskie
Gender : Romantis Action Drama
Rating : 12 +
-------------
Happy Reading...
-------------
Siang itu Reno tengah sibuk melayani orang orang yang membeli obat. Keringat dan rasa lelah kadang menghampiri nya. Namun apa daya. Reno bukan lah orang kaya yang bisa duduk dan bersantai santai. Reno anak yatim piatu sejak umur 12 tahun. Ayah dan ibunya meninggal dengan tragis.
Jam istirahat tiba, namun ada satu pembeli yang tiba tiba datang seorang pembeli.
"Ma's.. Vitamin satu..." Seru pelanggan dengan Nada marah dan tanpa melihat wajah Reno.
Sementara Reno hanya menatap pelanggan itu.
"Vitamin apa mas?" Seru Reno dengan senyum.
"Ya... Vitamin lah... Masa gak tau... Kerja ditoko obat gak tau vitamin memalukan....!!" Seru pelanggan dengan masih marah.
"Bukan begitu tuan... Vitamin... Banyak... Vitamin mata, vitamin naikin badan dan lain lain." Seru Reno dengan menjelasan macam macam vitamin.
"Vitamin Cinta... Cepetan...!" Seru sang pelanggan yang membuat Reno bingung.
"Maaf tuan... Vitamin macam apa itu? Daya baru tau..." Jawab Reno dengan polosnya.
"Masa lo gak tau... ??" Seru pelanggan dengan tetap tak menatap Reno.
Tak lama senior Reno Astri datang.
"Reno... Udah istirahat dulu sana biar mbak yang gantikan..." Seru mbak asri dengan senyuman.
Tapi belum Reno menjawab pelanggan itu berbalik.
"Gua gak mau dilayanin lo gendut gua mau sama so Reno..." Seru pelanggan dengan emosi.
Sementara Reno hanya tersenyum bingung memikirkan pelanggan aneh itu.
"Sama saja mas saya yang layanin juga.." Seru asri dengan sedikit jutek.
"Beda lah gendut... Reno Good Looking elo gak...!!" Seru pelanggan.
"Udah Reno istirahat sana... Biarin pelanggan gila ini mbak yang urusin..." Seru Astri.
Reno pun pergi keluar. Sementara pelanggan dan mbak Astri malah cekcok didalam.
Reno pergi ke restoran kecil untuk istirahat. Reno memesan beberapa makanan seperti bakso dan risol. Saat menunggu Reno teringat pelanggan nya yang aneh tadi. Pelanggan yang marah tanpa sebab tapi gak mau dilayanin orang lain.
"Vitamin Cinta???" Gumamku Reno dengan senyum. Tak lama makanan pun datang. Reno pun mulai menyantap makanan nya. Saat tengah makan tak lama ada yang langsung duduk disampingnya. Saat dilihat itu adalah pelanggan yang tadi.
"Eh... Tuan...!" Seru Reno dengan bingung.
"Jangan panggil tuan panggil aku wili.." Seru pelanggan yang bernama wili itu.
"Ohhh wili..." Seru Reno dengan memakan baksonya. "Terus kenapa kesini...?" Tanya Reno.
"Aku lapar lah... Mau makan...!!" Jawab Wili.
"Ohhh kenapa duduk disini... Bangku sana kan masih kosong...!!" Seru Reno.
"Gak tau mungkin karena benci sama lo... Kali...!!" Seru Wili dengan agak marah.
"Hah...." Kaget Reno. "Benci... Apa salahku... Wili..?" Tanya Reno dengan tersenyum.
"Karena sejak melihatmu sebulan lalu. Tiap Hari aku memikirkanmu tidur ku tak nyenyak... Makan berasa hambar... Kemana mana ada kau.. Dan mata temanku. Obatnya adalah vitamin Cinta darimu." Seru Wili dengan kebingungan.
Sementara Reno hanya tersenyum Mani's mendengar apa yang dikatakan wili.
"Aku tak punya vitamin Cinta... Teman mu gila Kali..." Seru Reno yang lalu menghampiri kasir until membayar makanannyan.
Sementara Wili masih terduduk diam meratapi vitamin Cinta. Namun tak lama wili kembali mengejar Reno yang keluar. Namun sudah tak terlihat.
Esok harinya Wili kembali menghampiri toko obat. Saat ditoko wili melihat Reno tengah menggangkat barang besar sendirian. Sementara tubuhnya sangat tak sepadan. Tubuh Reno kecil sekolah rapuh.
"Aku Bantu...!!" Seru Wili yang menghampiri Reno lalu menggangkat barangnya.
"Eh... Tak usah." Seru Reno, namun barangnya tetap saja dianggkat.
Barang pun selesai diangkat diangkat. Jam istirahat tiba. Reno kembali ketoko makanan yang kemaren. Namun alangkah kagetnya Reno saat melihat Wili sudah ada ditoko dan melambaikan tangan agar Reno duduk disebelahnya. Reno pun menghampiri nya dengan senyum.
"Duduk..." Seru Wili dengan senyum.
"Hem..." Jawab Reno dengan mengganggukan wajahnya.
"Makanannya sudah aku pesan.. Tadi.. Jadi gak usah pesan lagi..." Seru Wili yang baik pada Reno. Tapi Reno malah bingung dengan wili kenapa jadi seperti ini?.
Suasana pun hening tak ada pembicaraan. Reno sesekali menatap wajah Wili. Begitu pun wili yang sering menatap wajah Reno.
"Gimana vitamin cintanya udah ketemu??" Tanya Reno.
Wili terdiam tanpa menjawab pertanyaan.
"Belum... Tapi dengan ada didekatmu pun aku sudah bisa sehat sekarang....." Seru Wili.
Reno menaikan alisnya menandakan bingung. "Aneh..." Seru Reno.
Tak lama makanan pun datang. Reno dan wili pun memakan makanannya.
"Makanan nya udah dibayar..." Seru Wili.
"Loh kok gitu..." Seru Reno.
"Gpp sekali Kali aku traktir..." Seru Wili.
Mereka pun berpisah dipintu restoran. Setelah kejadian itu Reno senyum senyum senyum sendiri. Dan selalu kepikiran akan wili.
Satu minggu berlalu mereka sering menghambiskan waktu berdua.
Malam ini malam minggu Reno pulang pukul 9 malam. Reno berjalan saat diperjalanan ada beberapa orang yang menghadang dan meminta yang padanya dengan menyodorkan pisau belati yang tajam.
"Serahkan duit lo sekarang..." Seru orang yang menghadang.
"Gak... " Seru Reno
Reno pun panik bingung apa yang harus dilakukan. Tak lama sebuah motor datang itu wili. Dia langsung menghajar sang pehadang itu. Wili pun mencoba melawan dan menyelamatkan Wili. Namun Wili kalau jumlah mereka berjumlah 2 wili hanya sendiri. Sementara Reno hanya menonton karena dia disekap seorang penghadang. Lalu wili kalah perut wili ditusuk pisau...
Mereka bertiga pergi setelah menusuk perut wili. Wili terjatuh. Reno berteriak.
"Wili... Bangun wili..." Seru REno. "Tolong... To long..." Seru Reno dengan teriak meminta tolong.
Tak lama ada beberapa orang menghampiri Reno. Dan membawa wili kerumah sakit.
Wili pun dibawa ke UGD. Reno menunggu dengan cemas dan selalu berdoa pada tuhan.
Tak lama dokter keluar dari ruangan.
"Gimana dok...?" Seru Reno yang panik.
"Pasien... Berhasil diselamatkan... Cuman belum sadar. Kemungkinan besok pagi baru sadar..." Seru dokter. Setelah itu Wili pun dipindahkan keruangan lain. Reno menunggu sadar Wili. Hingga pagi datang. Reno belum tidur. Masih terus menunggu wili.
Wili pun ahirnya sadar. Reno yang senang melihat wili sadar pun tersenyum.
"Reno kami gak apa apa...?" Seru wili yang menanyakan kabar Reno.
"Aku gpp justru kami yang... Sekarang sakit kan..." Seru Reno dengan menatap wili. Sementara Wili tersenyum.
"Reno.. Aku sudah menemukan vitamin Cinta itu..." Seru Wili.
"Mana mana wili...? Aku penasaran bentuknya kaya apa ?" Seru Reno yang penasaran akan vitamin Cinta.
"Kau..." Seru Wili.
"Aku....??? " Jawab Reno.
"Mau lah kau jadi pacarku...?" Seru Wili.
Reno terdiam dia bingung dengan apa yang terjadi sekarang.
"Reno kami tau... Setiap Kali melihatmu aku selalu semangat dan tersenyum sekolah aku telah memakan vitamin yang sangat mahal..." Seru wili.
"Tapi aku laki laki dan kou laki laki apa boleh??" Seru Reno yang bingung.
"Siapa yang mengatakan tak boleh yang penting kita saling mencintai... Benarkan...?" Seru Wili yang mencoba meyakinkan Reno.
"Jadi mau kan jadi pacarku...?" Lanjut Wili.
Reno pun mengganggukan kepalanya dengan malu malu.
Lalu Wili mencium bibir Reno dengan mesra tanpa peduli ada sister disampinnya.
"I love you my vitamin..." Seru Wili.
"Love you to..." Jawab Reno.
The End
© Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment