Tuesday, 2 February 2016

"Mr. Taxi" [Short Story]

CeSi Lovevia

------------------------------------
Mr.Taxi
-------------------------------------

Gendre : Romantis
By : Ramdani F Alienskie
Rating : 12+

-------------------------------------
Happy Reading
-------------------------------------



Senin sore Reyhan pulang dari kampusnya dengan wajah penuh emosi. Lelaki berusia 21 tahun itu kuliah diuniversitas pancasila. Kuliahnya menginjak semester 2 tahun ini.

Hari ini dia sedang marah karena temannya menjailinya hingga celananya basah. Reyhan biasa pulang menggunakan kereta ke Cawang. Namun saat pulang hari ini Reyhan melihat distasiun sangat padat penumpang.

"Busettt... Penuh amat... Ahhhh... Sialll mana celana basah lagi...!!!" Keluh Reyhan yang kesal karena melihat penumpang kereta yang banyak. Hingga Reyhan balik lagi tak jadi menaiki kereta. Karena Reyhan malu dengan celanya. 

Kini Reyhan berdiri didepan stasiun. Reyhan pun mengambil dompet disaku celanya. Lalu Reyhan melihat sejumlah uang.

"Emmmhhh.... Alhamdulilah cukup niehhh...." Seru Reyhan yang mengatakan cukup uangnya. Lalu Reyhan pun berjalan beberapa langkah hingga melihat sebuah Taxi yang sedang nganggur dan Reyhan pun menghampirinya.

"Pak... Jalan... Kan...???" Tanya Reyhan dengan senyum yang bertanya pada supir taxi yang membelanginya.

"Jalan... Naik aja... Mas...!!!" Seru sang sopir taxi yang tetap membelakangi Reyhan. Reyhan pun tanpa pikir panjang langsung menaiki taxi nya.

Reyhan pun terdiam, tak lupa handphonenya berdering. Ada sebuah panggilan. Sontak reyhan pun mengambil handphone yang berada didalam tasnya. Setelah diambil Reyhan melihat panggilan, yang ternyata itu panggilan dari ibunya.

"Hallo... Bu..."

"..."

"Iya... Reyhan lagi diperjalanan... Pulang mah...."

"..."

"Iya... Iya... Bye.."

Reyhan pun menutup telephonenya. Tak lama sang supir yang ternyata sudah didalam taxi bertanya.

"Mau kemana mas...???" Seru sang supir taxi dengan senyuman. Namun sayang Reyhan tak melihat nya. Reyhan sibuk dengan Handphonenya tapi masih bisa menjawab.

"Cawang pak..." Seru Reyhan dengan menatap layar handphone 5.5 inci miliknya. Tak lama taxi pun mulai jalan perlahan. Reyhan pun menyimpan Handphonenya. Sang supir taxi melihat wajah Reyhan yang tengah bersedih dengan melihat kearah jendela. 

"Kenapa mas??? Lagi putus cinta ya...?" Seru sang supir taxi yang membuka percakapan.

"Biasa pak lagi bt... Dijailin temen... Sampai kena celana..." Seru Reyhan tanpa melihat sang supir. 

"Emmmmhhhh... Gitu... Sabar mass namanya juga temen kalau gak iseng kan gak asik..." Seru kembali sang supir dengan sedikit senyum.

"Iya juga... Sihhh pak tapi mereka kelewatan..." Seru Reyhan yang masih tak senyum. Lalu Reyhan menghadap melihat depan dan sang sopir melihat kedepan. Reyhan melihat cermin untuk melihat wajahnya. Namun alangkang kah kagetnya Reyhan melihat sang supir yang tampan bak model model thailand.

"Pak....??? Coba balik sini..." Seru Reyhan yang ingin meyakinkan hatinya bahwa wajah yang dilihatnya salah.

"Iya ada apa mass..." Seru sang supir taxi dengan tersenyum kearah Reyhan.

"Wiiihhh... Pak ganteng juga ternyata... Ya...???" Seru Reyhan dengan sedikit tersenyum.

"Hehhhe..." Sang supir taxi tertawa.

"Cuman sayang...." Seru Reyhan kembali.

"Sayang nya kenapa mass..." Seru sang sopir yang kelihatanya bingung.

"Ganteng ganteng supir taxi... Hahahaha..." Jawab Reyhan dengan ternsenyum.

"Itu udah takdir mass kan didunia ini gak ada yang sempurna..." Seru sang supir taxi dengan tetap tersenyum.

Tak lama Reyhan pun sampai dicawang. Reyhan turun dari taxi membayar tarif taxi tanpa mengambil kembaliannya.

"Kembaliannya ambil aja... Pak...!!" Seru Reyhan dengan tersenyum lalu pergi. 

Malam hari Reyhan tak bisa tidur seolah ada yang dia pikirkan. Tiba tiba muncul dipikirannya sang supir taxi.

"Ishhh kenapa supir tadi ada diotak ku... Ahhhh..." Keluh Reyhan sesaat sebelum tidur. Lalu Reyhan pun tertidur dengan nyenyak.

***

Esok harinya sepulang belanja. Reyhan akan menaiki kereta, Dia sudah membeli tiket hanya tinggal menunggu kereta datang. Tak lama kereta datang namun saat Reyhan akan menaiki kereta Reyhan melihat taxi yang kemaren ia tumpangi dan sang supir sedang melamun entah apa yang sedang dipikirkan. Tanpa pikir panjang Reyhan balik lagi tak jadi menaiki kereta ia keluar dari stasiun dan berjalan kearah taxi.

Dalam perjalanan menuju taxi hati Reyhan berdebar entah kenapa.

"Ashhh kenapa ini hatiku berdebar bingung... Kan dia laki laki..." Seru Reyhan dalam hatinya. 

Tak lama berjalan Reyhan pun sampai. Ia menghampiri sang supir taxi tampan itu.

"Pak ngelamun aja... Jalan... Gak...??" Seru Reyhan dengan senyum senyum.

"Ehhh... Mas... Balik lagi... Jalan kok.. Naik mass..." Jawab sang sopir yang juga senang ketika melihat Reyhan.

"Ok..." Reyhan pun naik taxi dengan senang. Sang supir pun tak lama naik dan mulai menjalankan mobilnya.

"Kemana mas...?" tanya sang sopir.

"Ketempat kemaren pak..." Jawab Reyhan yang menjawab pertanyaan sang sopir kini dengan sebuah senyuman.

Sang sopir pun mengganggukan wajahnya. Sejenak tak ada pembicaraan seolah keduanya malu malu untuk saling bicara. 

"Pak... Kenapa ngelamun...!! Tadi.." Seru Reyhan yang membuka pembicaraan.

"Ohhh... Itu.. Mass.. Itu... Apa... Aduhh... Itu... Saya belum beli... Beras..." Seru sang supir taxi dengan gugup seolah hatinya berdebar. Sementara Reyhan hanya tersenyum mendengar jawaban sang supir yang menjadi gagap dalam sekejap entah kenapa.

"Ohh.... Gitu.. Gak... Mikirin.. Aku kan pak..." Seru Reyhan yang mencoba menggoda sang Supir taxi tanpan itu.

"Ahh..... Enggak kok enggak... Kok..." Jawab sang supir dengan agak keras seolah ada yang disembunyikan.

"Emmmhhh kirain.... Pak soalnya tadi malam saya kepikiran... Bapak loh anehhh kan..?" Seru Reyhan dengan polosnya.

"Hehehehe mas... Suka saya kali...." Seru sang sopir yang kini balik menggoda Reyhan dengan senyum senyum.

"Masa pak... Tapi bapak kan laki... Emang mau... Sama laki... Hahahahaha" Jawab Reyhan yang makin panas mengoda sang supir taxi. 

"Siapa pun boleh jatuh cinta...." Seru sang supir taxi yang seolah memberikan kode pada Reyhan.

"Emmmmhhh gitu...." Jawabnya polos. Tak lama Reyhan pun sampai di Cawang.

"Sampai...mas..." Seru sang Supir taxi.

"Lahhhhh cepet amat baru tadi... Perasaan...." Seru Reyhan. Lalu Reyhan pun keluar dan membayar tarif. Sang supir taxi tersenyum dan memengang tangan Reyhan ketika mengembalikan kembalian. Hingga keduanya saling tatap seolah terkena panah cinta. Tak lama mereka pun sadar sang supir taxi pun melanjutkan jalannya.

"Hemmm padahal... Lamaan dikit kek ditaxi... Besok harus puter puter jakarta dulu kayanya perlu minta duit ma papah nie..." Keluh Reyhan dihatinya.
Malam hari Reyhan kembali tak bisa tidur dalam pikirannya ada sang supir taxi. 

"Aduuuhhhh kenapa Mr.Taxi lagi... Ahhh pergi kou pergi... Kan besok ketemu..." Seru nya yang sedang dikamar seorang diri. Tak lama Reyhan pun tertidur dengan nyenyaknya.

***

Esok harinya sepulang kuliah Reyhan tak menunggu kereta lagi tapi kini taxi.

"Ahhh untung tadi aku minta uang sama papah cukup lah buat keliling jakarta... Sama Mr.Taxi Hahahaha..." Serunya dengan senyum devil.

Namun lama menunggu taxi tak juga muncul. Reyhan mulai kesal namun ia tetap menunggu. Wantu menunjukan pukul 6 tapi Reyhan tetap menunggu.

Tak lama Taxi pun muncul dengan sang supir tampan menghampiri Reyhan.

"Nunggu saya mass....?" Seru sang supir dengan tersenyum.

"Enak aja... " Jawab Reyhan dengan cemberut. Karena sebenarnya memang menunngu taxi.

"Emmmhhh serius.. Ya udah...aku jalan..." Seru sang supir yang mencoba mengoda Reyhan.

"Eh... Ehhh... Aku mau naik pakkk ahhh..." Seru Reyhan dengan teriak pada sang supir.

Tapi taxi sudah melaju sedikit sehingga Reyhan menundukan kepala seolah menyesal. 

"Ha.... Kenapa tadi gak jujur kalau emang nunggu... Sial..." Seru Reyhan dengan menendang batu.

Tak lama taxi kembali menghampirnya. Ternyata sang supir taxi balik lagi menghampiri Reyhan.

"Naik... Mass..." Seru sang sopir dengan wajah serius sekarang.

Reyhan pun naik dengan wajah senyum senyum.

"Didepan aja... Mas..!" Seru Sang sopir.

Reyhan yang girang makin senyum senyum. Sementara sang supir taxi seolah menahan senyumnya didalam mobil.

"Kemana??" Tanya sang supir.

"Kehatimu..." Seru Reyhan dengan Senyum senyum.

"Serius mas... Kalau kehati saya lewat jalan tol... Bayar gede... Loh..." Seru Sang supir taxi dengan senyum nya.

"Iya kehatimu dengan taxi supertonix dan hipertonix... Ya..." Seru Reyhan dengan senyum.

Sang supir taxi tiba tiba menghampiri Reyhan yang duduk disebelahnya. Reyhan pun kaget dengan apa yang dilakukan sang supir.

"Aku suka kamu..." Seru sang supir... Dengan serius sementara Reyhan melamun dengan menatap wajah sang supir yang kini ada dihapannya. Reyhan menelan ludahnya dengan gugup.

"Aku... Aku.... Aku...." Seru Reyhan yang terbata bata. Namun sang supir mencium Reyhan dengan lembut dan mesra yang membuat Reyhan terbawa. Lalu ciuman pun berhenti sang supir melepaskan bibirnya.

"Aku juga suka...." Seru Reyhan dengan senyum kepada sang supir.

"Serius....??" Tanya sang supir.

"He...em..." Reyhan dengan mengganggukan wajahnya. "Jadi kita pacaran...???" Tanya reyhan selanjutnya.

"Yaps.... Baby...." Seru sang supir taxi dengan memegang tangan Reyhan.

"Namamu siapa Mr.Taxi...??" Tanya Reyhan yang tak tahu nama sang pacar.

"Namuku Dion...." Jawab sang supir taxi.

"I Love You Dion...." Seru Reyhan.

"Love You to..."

Ahirnya Reyhan dan Dion menjalani hubungannya. Dengan cinta di Taxi cinta Dion.

*Selesai*

From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:

Post a Comment