CeSi Lovevia
------------------------------------
"Salah Sangka"
-------------------------------------
Gendre : Romantis dan Humoris
By : Ramdani F Alienskie
Rating : 12 Tahun ke atas
-------------------------------------
Happy Reading
-------------------------------------
"Kita putus aja kalau gitu.." Seru Riandi dengan nada marah padaku.
"Ok... Fine kita putus... Aku juga cape selalu disalahin mulu..." Seru ku dengan tegar walau hati terasa sakit.
"Apa??? Kamu bilang??? Disalahin mulu.? Kamu emang salah punya pacar masih aja ganjen kecowo lain." Seru Riandi yang kembali menyalahkan ku.
"Aku gak keganjenan aku cuman..." Seru ku.
"Udahlah nyesel aku jadinya pacaran ma laki... Kaya kamu..." Seru Riandi dengan kejamnya ia berkata menyesal pacaran denganku.
Setelah berkata kejam menyesal. Riandi pergi meninggalkanku seorang diri didepan rumahku. Riandi salah paham atas kejadian tadi sore. Riandi selalu seperti ini tak mampu menahan emosinya. Tapi aku gak nyangka dia akan bicara putus dan menyesal. Ini pertama kalinya selama hubungan kami yang hampir menginjak 3 tahun.
Angin malam menembus tubuhku yang kecil dan kering. Aku masih berdiri didepan pintu dan masih tak percaya atas apa yang terjadi tadi. Ini seperti mimpi disiang bolong. Aku tak menyangka ini akan terjadi.
Lama berdiri aku pun kembali kedalam rumah. Karena waktu menunjukan pukul 9 malam. Aku langsung kekamar ku tak peduli ibu yang memanggilku. Pikiranku kini sedang pusing tak karuan. Ku tutup pintu dan ku kunci. Kubaringkan tubuhku dikasur. Ku ambil Handphone dan kulihat wajah Riandi. Ada rasa benci kecewa marah kesel juga cinta pada fotonya yang tanpa sadar membuatku mengeluarkan air mata.
2 hari sudah aku hanya berada dalam kamarku. Tak mau keluar bermain dengan teman atau siapa pun. Ditambah sekolah sedang libur. Pukul 1 siang ibu dan ayah pergi keluar. Jadi dirumah aku hanya sendiri. Tak lama terdengar bunyi bell.
Ting... Tong...
Ting... Tong...
Dengan lemas aku berjalan keluar. Aku membuka pintu kamarku. Lalu kulewati sebuah cermin sekilas kulihat wajahku sangat berantakan dan aku pun mundur lalu bercermin kurapihkan rambutku. Setelah rapih aku dengan segera ke pintu depan.
Ting... Tong...
Suara bell terdengar kembali. Yang membuatku harus berbicara. "Sebentar...." Teriak ku. Lalu ketika sampai dipintu aku pun membukanya.
"Selamat siang.... Deri..." Seru seseorang yang berada didepan pintu. Yang ternyata teman dekatku Ruslan.
"Ehhh Ruslan masuk... Masuk...." Seruku dengan agak lemas. Kami pun masuk kedalam rumah. "Duduk Ruslan... Duduk..." Seruku yang menyuruh Ruslan duduk. Ruslan pun mengganggukan wajahnya. Lalu duduk disofa. Sementara aku kedapur menggambil minum tanpa kutanya mau minum apa? Saking pusingnya. Lalu kusuguhkan air putih ke Ruslan.
"Diminum Ruslan... Sorry gak ada air warna warni ada nya air putih doang... Hehehe" Seruku dengan diiringi senyuman.
"Gak apa apa... Maaf ngerepotin..." Seru Ruslan padaku sambil meminum minumannya.
"Eh... Ada apa kesini Rus ada hal penting??? Ya ???" Tanyaku pada Ruslan dengan sedikit semangat.
"Ini mau ngajak ikutan lomba mau gak... ? Partisi pasi gitu lomba 17 belasan..." Seru Ruslan yang menjelaskan kedatangannya padaku.
"Emmmm... Tau lah... Rus... Gak semangat akunya...!!" Seru ku dengan malas. Karena memang iya tak semangat karena baru diputuskan Riandi hiks.. Hiks...
"Sedih... Kenapa??? Oh... Ya hubungn mu sama Riandi masih kan...???" Tanya Ruslan padaku yang membuatku deg. Mengenang saat kemarin diputuskan huaks.... Huaks.... Wajar Ruslan nanya soalnya dia tahu aku gay dan dia pula yang jodohin aku sama Riandi.
"Putus 2 hari yang lalu... Rus...!!" Seru ku pada Ruslan dengan suara lemah.
"Apa...?? Kok... Bisa adehhhh anak sekarang udah homo putusnya cepet... Kamu selingkuh ya...??" Tanya Ruslan padaku.
"Enak aja... Selingkuh... Riandi menuduhku selingkuh dengan mu. Kou tak ingat malam minggu kemarin...? Waktu aku cium... Pipi?" Tanya ku kembali pada Ruslan.
"Gak... Hehehe lupa..." Seru Ruslan. Buset ni anak cepet amat jadi pelupa.
"Malam minggu kamu cium aku buat permainan jujur berani itu loh... Ingat gak... Taunya Riandi liat ehhhh malan nuduh selingkuh... Ahirnya putus..." Seru ku dengan kesal dan kecewa.
"Ohhhhh inget... Inget... Jadi gara gara aku dong...?" Tanya Ruslan kembali padaku.
"Enggak ini cuman salah paham doang kok..." Seruku dengan tersenyum. "Entah bagaimana ngejelasinnya... Pada Riandi... Hemmm.. Padahal aku masih ingin sama Riandi...." Lanjutku dengan menatap kebawah lantai.
"Emmmm.... Sabar ya...." Seru Riandi yang ikut bersedih. "Eh... Mending kamu ikut lomba biar gak... Sedih..." Seru Riandi yang memberiku saran agar aku tak sedih lagi.
"Em... Gimana.. Ya males... Rus.." Seru ku yang tak ingin ikut lomba.
"Ayolah... Dari pada stres... Yah yah...." Seru Riandi dan setelah dipikir iya juga sih aku gak boleh stress takut cepet tua. Ahirnya aku iya in aja untuk ikut lomba.
Tak lama Ruslan pun pamit pulang. Dan sukses mengajakku mengikuti lomba besok.
Malam hari aku menonton TV dirumah. Tak terasa perutku lapar. Dan aku punya uang 10.000 jadi kuputuskan untuk keluar mencari bakso.
Malam yang dingin dengan angin yang kencang sangat dingin sekali. Andai ada Riandi mungkin dia akan berikan jaketnya padaku. Hiks hiks.
Tak lama kulihat ada bakso. Aku pun dengan segera memesan bakso 1 dibungkus mie kuning aja bakso nya yang banyak hahaha agak maksa sih... Gpp lah... Yang penting bisa makan hahaha. Lagian ibu dan ayah ngedadak pergi dirumah gak ada nasi dan gak ngasih uang katanya entar malam pulang aiiihhh.
Kulihat ada sepasang kekasih kayanya jalan menuju Bakso tempatku berdiri. Dan itu Riandi waw... Dia udah punya pacar baru strett hatiku kaya diiris bertubi tubi tanpa henti. Si mas bakso memberikan baksonya lalu kuambil dan langsung lari... Aku gak mau liat wajah nya apalagi dengan wanita itu.
Sampai rumah aku masuk rumah lalu kukunci pintu lalu aku nangis dipintu. Hiks hiks perlahan turun kebawah aku duduk. Aku masih menangis. Kenapa dia tega lakuin in padaku.
Tok tok...
Tok tok...
Ada yang mengetuk pintu. Dengan cepat aku berdiri dan kuusap air mataku. Ku buka pintu itu ternyata ayah dan ibu baru pulang.
"Ehhh anak ibu..." Seru ibu dengan senyum. Aku pun membalas dengan senyuman lalu aku pergi ke dapur dan mengambil tempat untuk makan bakso. Aku pun memakan bakso dengan emosi dan lahap yang besar saking bencinya mengingat kejadian tadi. Brengsek........
Setelah selesai aku kekamar dan tidur dengan cepat dan semoga besok diacara lomba gak ada Riandi.
***
Pagi hari aku bangun langsung mandi dan memakai pakaianku. Hari ini aku akan bersenang senang pokoknya melupakan Riandi.
Aku pergi keluar rumah menuju lapangan tempat lomba perlombaan. Huh... Ramai sekali. Dan apa? Apa? Kulihat Riandi dilapang ah... BT... Ternyata dia juga ikutan lomba bagaimana ini aku pasti malu banget. Mana ada musuh ku lagi di ilyas ahhh lengkap sudah penderitaanku. Tapi tidak tidak tidak aku harus semangat lawan mereka aku gak mau direndahin lagi aku harus menang dilomba kemerdekaan ini pokoknya aku harus merdeka titik.
Lomba pertama adalah Lomba Kelereng. Lomba dengan menggigit sendok dan ada kelereng disendoknya. Harus jaga keseimbangan buat menang. Lomba pun dimulai aku berjalan perlahan lahan. Hingga tenggah tenggah aman dan damai. Tapi saat ditengah kulihat Riandi sedang berbisik kewanita tadi malam yang membuatku naik pitak anjrittt hingga kelerengnya jatuh.. Dan aku jadi kalah...ah.... Ini gara gara Riandi brengsek.
Lomba kedua balap karung. Aku pun bersiap siap memakai Karung ku. Lomba dimulai aku lompat lompat susah payah tapi ilyas menarik sarungku dan membuatku jatuh. Ah... Brukkk sakit sekali kakiku terjatuh. Dan kulihat ekspresi Riandi yang langsung berdiri seolah ingin menyelamatkanku. Seneng sihhh tapi aku kalah lagi.. Ah... Sial...
Lomba ketiga yaitu bakiak. Lomba jalan berempat berdempetan. Aku pun melawan ilyas. Dan kali ini Riandi ikut dan sialnya jadi grup denganku. Aku pun mengambil tempat didepat tiba tiba Riandi pun memilih dibelakang ku ah... Apa sih maunya tuh orang. Aku kan jadi deg deg gan ini pasti kalah ah....
"Jalan nya ikutin perintah ucapanku biar menang..." Bisik Riandi padaku yang blushhh pipiku memerah entah kenapa ? Aku tak tau. Aku pun hanya mennggukan wajahku. Lomba pun dimulai. Kami berjalan 1.2.1.2.1.2 mengikuti ucapan Riandi hingga tim ku menang yeh....
Lomba tak sampai disitu lomba terahir yaitu lomba makan kerupuk berpasangan dan ditentukan panitia. Namaku dipanggil dan aku berpasangan dengan Riandi ah... Dia lagi... Shock jantungku sekarang beneran gimana nanti kalau bibir kita ketempel waw... Is amazing... Hahaha. Kami pun berhadapan ditengah tengah ada kerupuk. Lomba dimulai
1
2
3
Aku mulai memakan kerupu Riandi pun sama. Aku memakan kerupuk ku dengan cepat dan buru buru supaya menang. Hingga kerupuk habis bibir ku dan bibir Riandi berciuman. Namun dengan cepat aku menjauh dan langsung pergi. Aku tak peduli menang atau kalah.
Malam harinya acara pemberian hadiah. Dengan persembahan spesial yang nari dan yang mau nyanyi.
Kulihat ada seseorang yang akan bernyanyi. Seorang pria dengan memakai topi.
"Hai... Aku Riandi aku akan menyanyi sebuah lagu yang spesial untukku. Dia adalah seseorang yang penting untukku dan lagu ini tahun lalu kunyanyikan untukknya..." Seru Riandi. Aku tak tertarik paling buat tu cewe.. Najis... Aku balik kan badan dan akan pulang...
Tapi...
Musik dimulai dan membuatku kembali berbalik dengan lagu yang Riandi nyanyikan.
Lagu..
saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu
Semakin ku lihat masa lalu
semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu
Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu
Kaulah yang terbaik untukku
Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku
Lagu adera lebih indah yang Riandi nyanyikan lagu yang dulu Riandi nyanyikan untukku. Kukira bukan lagu ini tapi ternyata.... Ahhhh air mataku mengalir keluar sumpah ini lagu yang dulu saat romantis romantisnya kita berdua.
Lagu selesai aku menghampiri panggung Riandi turun dari panggung. Lalu melihatku tapi ada wanita itu. Mungkin aku salah sangka lagu itu untuk cewe itu. Aku pun berbalik untuk pulang tapi Riandi menarik tangganku tiba tiba. Membawaku ketempat yang sepi tak ada orang.
"Der...!!" Seru Riandi padaku dengan menatapku.
"Apa...?? Jangan dekat dekat kita udah putus..." Seru ku dengan manyun layaknya anak 5 tahun.
"Aku minta maaf.. Telah sangka... Aku udah... Kelewatan... Maaf... Aku mau kita balikan...!!" Seru Riandi yang berhasil membuat wajahku menatapnya. "Aku tahu semua dari Ruslan dia cerita..." Lanjutnya kembali.
"Aku maafin... Tapi... Untuk balikan... Kou kan sudah punya pacar cewe itu..." Seru ku dengan menatap wajah Riandi.
"Wanita..?? Ohhhh Dewi... Dia sepupuku... Der... Aku gak pacaran aku mau balikan sama kamu..." Seru Riandi kembali.
"Serius....???" Tanya ku kembali. Riandi tak menjawab Riandi malah mencium bibir ku dengan mesra. Aku pun menikmatinya.
"Kou percaya sekarang...?" Tnya Riandi yang telah mencium ku yang membuatku malu.
Ahirnya kami balikan lagi dan memulai kembali cinta kita. Semoga tak akan putus lagi. Amin...
The End...
From : Cerita Cinta Dunia Pelangi

No comments:
Post a Comment